JNE Latih 1.500 UKM di Bandung

JNE Latih 1.500 UKM di Bandung

NERACA

Bandung - Perusahaan jasa pengiriman PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir atau JNE menyatakan hingga saat ini telah memberikan pelatihan dan pendampingan kepada 1.500 usaha kecil dan menengah (UKM) yang ada di wilayah Bandung, Jawa Barat.

"Hingga saat ini lebih dari 1.500 UKM yang kita latih dalam seminar. Tahun 2017 mereka kita beri pelatihan tentang pemasaran digital, pengemasan produk. Kemudian di tahun 2018 kita berikan pelatihan pemasaran digital ke medsos," kata kepala pemasaran JNE Sebastian Supriadi di Bandung, dikutip dari Antara, kemarin.

Ia mengatakan Bandung yang memiliki Industri kreatif diproyeksikan menjadi penopang utama ekspor Indonesia pada masa mendatang di tengah pesatnya perkembangan ekonomi digital. Pada saat yang sama, industri logistik juga ikut tumbuh positif karena pemindahan barang dari produsen ke konsumen akhir membutuhkan logistik yang efisien dan tepat waktu.

"Hal ini mendorong JNE untuk terus mendukung para UKM selaku pelaku industri kreatif untuk dapat terus meningkatkan kemampuan dan kreativitas sehingga dapat menciptakan peluang usaha, bahkan dapat bersaing secara global, serta menjadi tuan rumah di negeri sendiri," kata dia.

Dia mengatakan berbagai program pengembangan UKM dilakukan secara aktif di Bandung dan JNE telah sukses menggelar 15 seminar serta pelatihan UKM dengan menghadirkan narasumber inspiratif,"JNE Bandung telah mengajak lebih dar 1.500 UKM untuk mendapatkan informasi, motivasi dan pelatihan UKM di 19 Kota dan Kabupaten Bandung," ujar dia.

Kali ini JNE Bandung berkolaborasi dengan para UKM menghadirkan JNE UKM Festival ‘BALAREA’ (Bandung Lautan Kreatif) 2019 untuk pertama kalinya dengan Tema “Festival Kreasi Urang Bandung, untuk Mendorong UKM Ciptakan Peluang Usaha di Era 4.0”.

Deputy Director e-commerce and Partnership, Mayland Hendar Prasetyo. Ketiganya mengajak warga Bandung untuk menghadiri JNE UKM Festival yang akan digelar pada Sabtu, 6 April 2019 di Cihampelas Walk, Bandung, karena terdapat beragam kegiatan menarik.

Sejumlah kegiatan menarik tersebut seperti Talk show interactive, bazar UKM, photo contest, games dan doorprize, promo JLC double poin, hingga booth pengiriman gratis untuk tujan Kotamadya Bandung serta Cimahi untuk maksimal kiriman 1 kg.

Mayland yang juga mewakili manajemen JNE pusat juga menjelaskan sejak awal dalam menjalankan bisnisnya JNE mendukung sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) untuk diorbitkan di tingkat nasional.

Pada Agustus tahun lalu, lanjut dia, JNE bekerja sama dengan salah satu marketplace memilih 10 UKM guna dibina agar bisa maju di level nasional hingga internasional."Kuncinya adalah pengguna. Selama ini, barang yang dijual online sekitar tujuh hingga 10 persen barang yang dijual produk sendiri sedangkan 90 persen merupakan produk luar negeri," papar dia.

Selain itu, kata dia, berbagai program pengembangan UKM lainnya dilakukan di seluruh Indonesia, secara Nasional JNE mengadakan tur pengembangan UKM JNE Ngajak Online yang dilaksanakan hingga ke Timika.

Menurut dia, peningkatan segala sektor layanan pun terus dilakukan seperti perluasan jaringan, peningkatan di bidang IT, Infrastruktur dan SDM terus dikembangkan demi mendorong pengembangan para pelaku kreatif dan UKM di tengah revolusi industri generasi keempat atau industri 4.0."Di mana pada masa mendatang, ekonomi global akan semakin bergantung pada sektor ekonomi kreatif," kata dia.

Pada saat yang sama, ketergantungan masyarakat global terhadap teknologi informasi dalam aktivitas sehari-hari telah memicu pertumbuhan secara eksponensial ke ekonomi kreatif.

Di tempat yang sama Branch Manager JNE Bandung Iyus Rustandi menambahkan sebagai langkah nyata JNE dalam mewujudkan tagline Connecting Happiness, dan untuk turut mendorong UKM menjawab tantangan serta menciptakan peluang usaha, JNE menggelar UKM Balerea Festival 2019.

Kegiatan ini juga sebagai puncak acara dari rangkaian program yang telah dilaksanakan JNE Bandung untuk menyampaikan pesan tentang pentingnya mendorong ekonomi digital di kalangan generasi millenial."Tujuannya agar mereka makin jeli dalam melihat peluang karena didukung segala sektor, yakni Pemerintahan, Asosiasi, Komunitas UKM, dan tentunya sistem logistik yang efisien serta tepat waktu," kata dia. Ant

BERITA TERKAIT

Patra Comfort Bandung Raih Penghargaan PHRI

Patra Comfort Bandung Raih Penghargaan PHRI  NERACA Jakarta - Patra Comfort Bandung meraih penghargaan sebagai hotel bintang tiga terbaik di…

Honor KPPS Rp 500 Ribu di KPUD Bekasi

Menurut informasi dari famili kami yang menjadi anggota KPPS pada 17 April 2019 di wilayah Kelurahan Bekasi Jaya, Bekasi Timur,…

Anggota DPR dan Kementerian PUPR Renovasi 1.500 Rumah di Depok dan Bekasi

      NERACA   Jakarta - Anggota Komisi V DPR RI Intan Fauzi membangun 1.500 unit Rumah Tidak Layak…

BERITA LAINNYA DI EKONOMI DAERAH

Jabar Bentuk Konsorsium Halal Center

Jabar Bentuk Konsorsium Halal Center NERACA Bandung - Pemerintah dan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Jawa Barat (Jabar)…

Koperasi Mantan Napi Terorisme Perluas Pasar di Pesantren-Pesantren

Koperasi Mantan Napi Terorisme Perluas Pasar di Pesantren-Pesantren NERACA Garut - Koperasi Komunitas Mantan Narapidana teroris dan Gerakan Aktivis Radikal…

Harga Bapokting di Kota Sukabumi Tergolong Stabil

Harga Bapokting di Kota Sukabumi Tergolong Stabil NERACA Sukabumi - Perkembangan harga bahan pokok penting (Bapokting) dan barang strategis lainya…