Wakil Ketua MPR RI - Pemilu Ajang Kompetisi Hadirkan Indonesia Lebih Baik

Hidayat Nur Wahid

Wakil Ketua MPR RI

Pemilu Ajang Kompetisi Hadirkan Indonesia Lebih Baik

Surabaya - Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid (HNW) mengingatkan bahwa pemilihan umum (Pemilu) merupakan ajang kompetisi untuk menghadirkan Indonesia yang lebih baik sehingga jangan terjebak pada pengelompokan masyarakat yang berpotensi memecah belah bangsa.

"Pemilu ini tidak karena Islam moderat melawan Islam radikal, apalagi disebut Pancasila melawan khilafah, tidak benar. Pemilu untuk menghadirkan Indonesia lebih baik lagi," kata Hidayat dalam acara Silaturahmi Nasional Perguruan Tinggi Muhammadiyah se-Indonesia di Universitas Muhammadiyah Surabaya, Kamis (11/4).

Satu-satunya partai politik yang dilarang ikut kontestasi pemilu, kata Hidayat, adalah Partai Komunis Indonesia (PKI) dan di luar itu, tidak ada yang dilarang. Hidayat menilai para pendukung pasangan calon presiden/wakil presiden nomor urut 01 dan 02 tidak ada yang pendukung PKI karena semuanya adalah Pancasila.

"Jangan kemudian didikotomikan bahwa ini politik melawan khilafah, semuanya Pancasila dan moderat, tidak ada yang radikal," ujar dia.

Dengan semangat memahami Indonesia secara baik dan benar, kata Hidayat, semua pihak berperan serta memajukan Indonesia melalui pemilu sehingga harus dilihat bahwa pemilu bukan dalam rangka mengadu domba anak bangsa.

Ia menilai pemilu adalah ujian komitmen masyarakat melaksanakan Pancasila, menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan menghadirkan negara yang bertujuan mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia."Saya harap pemuda Muhammadiyah memiliki dasar bagaimana berinteraksi dengan negara dan berperan menghadirkan Indonesia dalam koridor bernegara Pancasila dan NKRI," kata dia.

Dalam kesempatan itu, HNW juga mengingatkan kepada para pemuda Islam untuk mengetahui bahwa Indonesia merupakan warisan perjuangan ulama, antara lain, Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah. Ia berharap para pemuda tidak memiliki "dinding pembatas" untuk berinteraksi maksimal untuk memajukan Indonesia karena merupakan warisan para ulama. Ant

BERITA TERKAIT

Kepastian Hukum Demi Masa Depan Indonesia yang Lebih Baik - KETUA UMUM KADIN DAN APINDO

Kepastian Hukum Demi Masa Depan Indonesia yang Lebih Baik KETUA UMUM KADIN DAN APINDO NERACA Jakarta - Dua pimpinan organisasi…

Upaya Menjaga Persatuan dan Meredam Polarisasi Politik Pasca Pemilu

  Oleh : Dodik Prasetyo, Pengamat Masalah Sosial dan Politik  Rangkaian peristiwa di daerah menjadi tolok ukur memanasnya tensi politik…

Regulator Sambut Baik Surplus Neraca Perdagangan

NERACA Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menyambut baik pencapaian surplus neraca perdagangan pada Mei 2019 yang tercatat…

BERITA LAINNYA DI HUKUM BISNIS

DPR: Calon DGS BI Harus Berwawasan Luas Tentang Moneter

DPR: Calon DGS BI Harus Berwawasan Luas Tentang Moneter NERACA Jakarta - DPR rencananya akan melakukan fit and proper test…

Pemerintah Wajib Jamin Kepastian Hukum Bagi Kreditur Asing

Pemerintah Wajib Jamin Kepastian Hukum Bagi Kreditur Asing NERACA Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan peningkatan rasio non-performing loan…

Sjamsul Nursalim Yakin Pemerintah Tunaikan Janji

Sjamsul Nursalim Yakin Pemerintah Tunaikan Janji NERACA Jakarta - Sjamsul Nursalim (SN) yakin pemerintah akan menunaikan janji yang telah ditandantangi…