Indah Prakasa Sentosa Tahan Bagi Dividen - Rugi Membengkak 10,7%

NERACA

Jakarta – Hasil rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) PT Indah Prakasa Sentosa Tbk (INPS) memutuskan untuk tidak membagikan dividen atas tahun buku 2018 karena perseroan masih mencatatkan rugi.”Perseroan mengusulkan kepada pemegang saham untuk menahan pembagian dividen atas laba bersih tahun buku 2018 yang tercatat masih negatif dan usulan tersebut diterima dengan mufakat oleh pemegang saham,”kataCorporate Secretary Indah Prakasa Sentosa, Karya Bakti Kaban di Jakarta, kemarin.

Dirinya menjelaskan, faktor terbesar yang membuat perseroan menelan kerugian lebih besar pada 2018 yakni harus menghadapi permasalahan finansial. Dimana perseroan kalah di perputaran uang. Di samping itu, kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) menambah kerugian perseroan lantaran mempengaruhi sisi produksi. Asal tahu saja, perseroan mencatatkan peningkatan kerugian 10,7% pada 2018 menjadi Rp11,31 miliar dari tahun sebelumnya yang tercatat Rp10,26 miliar.

Namun demikian, perseroan tahun ini mematok pertumbuhan bisnis lebih agresif lagi. Dimana perseroan menargetkan bisa meraup pendapatan sebesar Rp800 miliar pada 2019. Target tersebut terbilang cukup tinggi dibandingkan dengan pendapatan perseroan pada tahun sebelumnya. Pasalnya, tahun lalu perseroan hanya mencatatkan pendapatan Rp318,32 miliar. Pendapatan yang dikantongi perseroan di 2018 lebih rendah 15,3% dibandingkan dengan tahun sebelumnya yakni Rp375,91 miliar.

Kata Karya Bakti Kaban, target yang ditetapkan perseroan tersebut bukan sekadar angan-angan. Banyak faktor yang membuat perseroan optimistis untuk meraih pendapatan Rp800 miliar. Target tersebut, lanjutnya, akan dikontribusikan paling besar atas lini bisnis perseroan dalam perdagangan di bidang bahan bakar minyak, sebab, pada 2019 INPS membuka satu stasiun pengisian bahan bakar minyak (BBM) di luar kemitraan dengan PT Pertamina (Persero).

Pada Januari 2019, INPS membuka satu stasiun pengisian bahan bakar dengen merek dagang Shell. “Penjualan BBM ini kami bisa kita bilang cukup besar secara overall, sehingga dengan hitungan tertentu kami bisa masuk ke target tersebut,” ujarnya.

Dari sektor bisnis liquified petroleum gas (LPG), Karya meyakini akan memberikan kontribusi yang positif pada 2019 untuk perseroan melalui anak usaha PT Jono Gas Pejagalan. Menurutnya, tren pertumbuhan penjualan LPG pada beberapa tahun ke belakang merupakan yang paling tinggi dibandingkan dengan penjualan bahan bakar minyak.

Pada 2018, penjualan gas berkontribusi Rp64,84 miliar terhadap pendapatan perseroan, dan SPPBE memberikan kontribusi senilai Rp7,59 miliar. Selain itu, pundi-pundi yang akan didapat INPS pada 2019 akan bersumber dari penjualan bahan bakar minyak kepada konsumen-konsumennya yang berada di lautan.

BERITA TERKAIT

BPII Terima Dividen Tunai Rp 12,99 Miliar

PT Batavia Prosperindo Internasional Tbk (BPII) pada tanggal 12 Juni 2019 memperoleh dividen tunai tahun buku 2018 sebesar Rp12,99 miliar…

Aneka Gas Bagikan Dividen Rp 9,97 Miliar

NERACA Jakarta - Rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) PT Aneka Gas Industri Tbk (AGII) memutuskan untuk membagikan dividen sebesar…

Mitrabara Tebar Dividen Rp 71 Miliar

NERACA Jakarta – Berhasil membukukan kinerja yang positif sepanjang tahun 2018 kemarin, emiten pertambangan batu bara PT Mitrabara Adiperdana Tbk…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Anak Usaha DEAL Bidik Kontrak Rp100 Miliar

NERACA Jakarta - Kejar pertumbuhan pendapatan lebih besar lagi, PT Dewata Freightinternational Tbk (DEAL) melalui anak usahanya mengincar kontrak jangka…

Mayora Targetkan Penjualan Tumbuh 11,1%

Masih terjaganya daya terjaganya daya beli masyarakat menjadi optimisme pelaku industri makanan dan minuman (mamin) dan consumer goods bila tahun…

Pool Advista Finance Jajaki Terbitkan MTN

Pacu pertumbuhan pembiayaan baru, PT Pool Advista Finance Tbk (POLA) terus perkuat likuiditas. Maka guna memenuhi kocek tebal tersebut, perusahaan…