GOJEK Bantu UMKM Muslimat NU Naik Kelas - Dorong UMKM Melek Digital

Guna mendorong pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Kota Batu, GOJEK sebagai perusahaan penyedia layanan mobile on-demand dan pembayaran berbasis aplikasi terbesar di Indonesia menggelar pelatihan GOJEK Wirausaha. Program pelatihan manajemen bisnis dalam bentuk kelas tatap muka ini diikuti lebih dari 150 UMKM binaan Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) asal Kota Batu dan Malang Raya sehingga mereka bisa menjadi UMKM Digital.

Alfianto Domy Aji, Head of Regional Corporate Affairs GOJEK dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin mengatakan, melalui pelatihan tersebut, GOJEK berbagi tips sukses mulai dari perencanaan bisnis hingga mengelola keuangan yang baik agar UMKM kota Batu dan Malang Raya bisa lebih mudah naik kelas.“Fokus GOJEK sejak pertama kali hadir adalah mengembangkan UMKM. GOJEK Wirausaha secara khusus dikembangkan oleh GOJEK untuk mengakselerasi UMKM supaya naik kelas,”ungkapnya.

Berbeda dengan pelatihan lain, kurikulum GOJEK Wirausaha dirancang secara khusus menjawab banyaknya tantangan yang dihadapi UMKM terutama dalam memulai bisnis lalu meningkatkan skala bisnisnya. Domy berharap melalui pelatihan GOJEK Wirausaha semakin banyak UMKM terutama dari kalangan Muslimat NU yang masuk ke dunia digital.

Disampaikannya, GOJEK berkontribusi dalam dua hal utama, tingkatkan daya saing UMKM binaan Muslimat NU melalui pelatihan GOJEK Wirausaha, dan dukung digitalisasi ekosistem NU melalui GO-PAY. “Dengan teknologi kami, GOJEK membantu UMKM memperluas pasarnya, membantu pembukuan keuangan, meningkatkan inklusi keuangan, serta menekan biaya operasional dengan adanya layanan operasional yang lebih efisien,”tandasnya.

Per Maret 2019 ini, lanjutnya, sudah lebih dari 500 anggota Muslimat NU se-Indonesia yang mengikuti pelatihan GOJEK Wirausaha dan dengan adanya kerjasama strategis ini, akan terus berlanjut di beberapa kota lainnya. Sementara Dara Eriza Iswari, Ketua II Induk Koperasi An-Nisa Muslimat NU (Inkopan MNU) menyampaikan apresiasinya atas kerjasama yang dilakukan bersama GOJEK dengan Muslimat NU sejak tahun lalu.

Pimpinan Pusat Muslimat NU selama ini telah banyak mengembangkan jaringan koperasi dan melahirkan usaha ekonomi produktif tapi masih banyak yang butuh bimbingan tentang bagaimana berbisnis yang baik, khususnya menghadapi era digital. “Kami berharap melalui kegiatan ini anggota kami yang kebanyakan merupakan ibu-ibu beserta keluarganya dapat membantu perekonomian serta akan meningkatkan penguatan peran perempuan sebagai pelaku UMKM,”ujarnya.

Sejak tahun 2018 Pimpinan Pusat Muslimat NU menggandeng GOJEK dan GO-PAY dalam kerjasama strategis untuk akselerasi ekonomi umat berbasis digital. Kerjasama tersebut tidak terbatas pada pelatihan wirausaha yang ditujukan pada lebih dari 30 juta anggota Muslimat NU se-tanah air, tetapi juga digitalisasi ekonomi di berbagai lingkungan Muslimat NU mulai dari koperasi, masjid, dan UMKM binaan di seluruh Indonesia.

Pelatihan GOJEK Wirausaha sejalan dengan program Pemerintah Kota Batu yang dalam beberapa tahun terakhir berfokus pada pengembangan industri kreatif berbasis teknologi dan pemasaran online, khususnya di bidang kuliner dan kerajinan, sehingga kedepannya, UMKM dapat menopang visi kota Batu sebagai kota pariwisata. Asal tahu saja, salah satu UMKM asal Malang yang juga tergabung di GO-FOOD, yakni Siti Hajniah, Pemilik Saboten.

Dirinya berbagi tips sukses berbisnis kuliner di kota Malang kepada peserta pelatihan GOJEK Wirausaha.“Tips-nya yaitu harus berani memulai, namun tetap dengan strategi yang terukur dan terarah. Mulailah dari permasalahan yang timbul di masyarakat. Lewat pelatihan ini saya berharap bisa membantu pengusaha lain untuk saling menambah relasi, menambah pengalaman dan wawasan sehingga mereka lebih semangat dan terpacu lagi untuk mengembangkan bisnis,”katanya.

Ibu Nia bergabung di GO-FOOD sejak tahun 2017 karena kemudahan jasa pesan antar yang membantu operasional gerai offline beliau serta jasa pesan-antar milik sendiri yang sebelumnya dirasa kurang efektif. “Teknologi sangat membantu memudahkan sistem dan prosedur berjalan dan usaha jadi lebih terpantau, serta kebutuhan data dapat selalu kita akses sehingga selalu siap menghadapi persaingan,“ tutur Nia.

BERITA TERKAIT

Menjaga Eksistensi Warisan Nenek Moyang - Festival Pesona Lokal Membawa Cerita di Masa Kecil

Bandung Paris Van Java atau Paris dari Jawa adalah sebutan yang tidak asing lagi untuk menggambarkan kota Bandung yang terkenal…

Peduli Budaya Suku Pedalaman - Menteri BUMN Berikan Bantun Peletarian Suku Badui

Pesatnya dan majunya perkembangan zaman, tidak membuat eksistensi suku Badui sebagai suku terdalam di Lebak, Banten ikut punah. Bahkan sebaliknya,…

Bank Muamalat dan BMM Renovasi Rumah Warga Sukabumi

Rumah sebagai tempat tinggal atau berlindung merupakan kebutuhan pokok dari masyarakat, namun seiring dengan membengkaknya harga tanah tiap tahunnya membuat…

BERITA LAINNYA DI CSR

Menjaga Eksistensi Warisan Nenek Moyang - Festival Pesona Lokal Membawa Cerita di Masa Kecil

Bandung Paris Van Java atau Paris dari Jawa adalah sebutan yang tidak asing lagi untuk menggambarkan kota Bandung yang terkenal…

Peduli Budaya Suku Pedalaman - Menteri BUMN Berikan Bantun Peletarian Suku Badui

Pesatnya dan majunya perkembangan zaman, tidak membuat eksistensi suku Badui sebagai suku terdalam di Lebak, Banten ikut punah. Bahkan sebaliknya,…

Bank Muamalat dan BMM Renovasi Rumah Warga Sukabumi

Rumah sebagai tempat tinggal atau berlindung merupakan kebutuhan pokok dari masyarakat, namun seiring dengan membengkaknya harga tanah tiap tahunnya membuat…