Uang Muka Tinggi Dinilai Penyebab Milenial Sulit Punya Rumah

Uang Muka Tinggi Dinilai Penyebab Milenial Sulit Punya Rumah

NERACA

Jakarta - Head of Innovation and Strategy OCBC NISP, Ka Jit, mengungkapkan penyebab generasi milenial sulit memiliki rumah disebabkan masih tingginya uang muka atau down payment (DP).

"Dengan tren yang seperti (DP yang tinggi) ini akan susah bagi generasi muda memiliki rumah," kata dia saat menjadi pembicara di Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (5/4).

Problem seperti ini biasanya ditemui para pekerja muda di Jakarta dan sekitarnya yang harga rumah sudah demikian mahal dan sulit untuk terjangkau. Dia mengatakan ada tiga faktor penyebab kesulitan memiliki rumah. Yaitu, DP yang tinggi, cicilan yang tinggi, serta jangka waktu mencicil rumah yang pendek.

"Kami percaya jika tiga masalah itu bisa diselesaikan yaitu DP yang tinggi bisa diturunkan, cicilan yang tinggi bisa diturunkan, serta waktu mencicil yang pendek bisa dipanjangkan maka itu bisa membuat Kredit Pemilikan Rumah atau Apartemen menjadi terjangkau," kata dia.

Definisi sukses generasi muda produktif (20-35 tahun) saat ini berbeda. Hampir 70 persen generasi muda produktif berambisi membuka usaha, namun di sisi lain tingkat aksi berinvestasi dan memaksimalkan layanan perbankan masih terbatas. Oleh karena itu OCBC NISP meluncurkan KPR Easy Start agar generasi muda mampu meraih impian mereka, salah satunya adalah memiliki rumah.

KPR Easy Start adalah layanan dari OCBC NISP dan nasabah bisa mencicil rumah mengikuti pendapatan seiring perkembangan karir. Ini terjadi karena potensi gaji akan naik dengan banyaknya pengalaman kerja.

Dalam kesempatan ini, Bank OCBC NISP dalam usianya yang genap 78 tahun meluncurkan program inspirasi semangat "Tidak Ada Yang Tidak Bisa" atau #TAYTB bagi anak-anak muda di Jakarta dan kota-kota besar lainnya di Indonesia.

Inspirasi semangat #TAYTB ini diperuntukkan bagi generasi muda produktif Indonesia untuk meraih aspirasi dan cita-citanya."Perubahan zaman pada era digital yang merubah cara orang berinteraksi dan berkarya, di umur yang ke-78 ini kita ingin terus semangat dan berinovasi," kata Ka Jit.

Ka Jit menambahkan, sebenarnya pemicu semangat ini ditujukan untuk internal perusahaan yakni di usia yang ke-78 bank itu ingin terus berinovasi dan bisa ditularkan bagi generasi muda di Indonesia."Dengan bantuan kemampuan solusi finansial dari kami, masyarakat Indonesia bisa menghabiskan banyak waktu untuk aspirasi dan cita-cita mereka," kata Ka Jit.

Di tempat yang sama, Parwati Surjaudaja, Presiden Director & CEO Bank OCBC NISP mengatakan pihaknya harus memiliki semangat tua -tua keladi, semakin tua semakin menjadi."Benar era sudah sangat berubah, dan kami masih ingin terus berinovasi, semangat tua-tua keladi, makin tua makin menjadi," ujar Parwati.

Parwati juga mengatakan akan terus berusaha menjaga kepercayaan para nasabah."Kami akan terus menjaga kepercayaan nasabah kami, terbukti bisa sampai di umur 78, maka dari itu kami akan terus berusaha berinovasi untuk menjaga kepercayaan nasabah kami," kata Parwati.

Parwati juga mengatakan akan berusaha terus meningkatkan keamanan mulai dari internal, hardware, IT, untuk menjaga kenyamanan nasabah. Mohar/Ant

BERITA TERKAIT

Suku Bunga Perbankan Masih Tinggi untuk Properti

Suku Bunga Perbankan Masih Tinggi untuk Properti   NERACA Jakarta - Konsultan properti Colliers International menyatakan bahwa tingkat suku bunga perbankan…

Harga Properti Denpasar di Level Terbatas

Harga Properti Denpasar di Level Terbatas   NERACA Denpasar - Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Bali mencatat harga properti residensial primer…

Hunian

Hunian "Kolonial" Segera Hadir di Kawasan Cagar Budaya Menteng   NERACA Jakarta - SHS & Associate perusahaan yang bergerak di bidang…

BERITA LAINNYA DI HUNIAN

Suku Bunga Perbankan Masih Tinggi untuk Properti

Suku Bunga Perbankan Masih Tinggi untuk Properti   NERACA Jakarta - Konsultan properti Colliers International menyatakan bahwa tingkat suku bunga perbankan…

Harga Properti Denpasar di Level Terbatas

Harga Properti Denpasar di Level Terbatas   NERACA Denpasar - Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Bali mencatat harga properti residensial primer…

Hunian

Hunian "Kolonial" Segera Hadir di Kawasan Cagar Budaya Menteng   NERACA Jakarta - SHS & Associate perusahaan yang bergerak di bidang…