Tim Relawan Freeport Pertegas Solidaritas Masih Ada - Bantuan Kemanusian di Sentani

Musibah banjir bandang di Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua yang menelan puluhan korban jiwa merupakan derita bagi bangsa ini. Sebagai bentuk kepedulian terhadap para korban, pemerintah bersama pihak swasta dan termasuk partipasi masyarakat ikut bahu membahu meringankan derita para korban. Tidak terkecuali, perusahaan tambang emas yang beroperasi di Papua, PT Freeport Indonesia juga ikut ambil bagian memberikan bantuan tanggap darurat terhadap para korban.

Besarnya empati masyarakat dan pelaku usaha memberikan bantuan kemanusiaan, mendapatkan apresiasi dari warga Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua dan khususnya diberikan oleh PT Freeport Indonesia (PTFI) sehari pasca banjir bandang menerjang sebagian daerah yang biasa disapa Bumi Kenambay Umbay itu.

Boaz Enoch, salah satu tokoh adat Sosiri di Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua mengatakan, bantuan yang diberikan oleh perusahaan tambang tembaga, perak dan emas terbesar di dunia itu telah menunjukkan sikap solidaritas dan rasa empati kepada warga Papua, khususnya warga Sentani yang terdampak bencana alam.”Terimakasih kepada Freeport yang telah memberikan bantuan kemanusiaan kepada para korban banjir. Kami memang sedang menderita dan karena itu apapun yang diberikan dengan hati yang tulus, kami terima dengan rasa syukur dan terimakasih,”ujarnya di Papua, kemarin.

Asal tahu saja, selang sehari pasaca musibah banjir bandang, PTFI menerjunkan tim relawannya secara menyeluruh dan terpadu ke lokasi bencana untuk menemui para korban yang hidup maupun yang telah meninggal dunia guna memberikan pertolongan pada kesempatan pertama. Tim yang tangguh ini terbagi ke dalam beberapa tim kecil yaitu tim EPR, tim Medis, tim distribusi bantuan dan tim media.

Hingga kini, tim PTFI terus mendatangi kampung-kampung di daratan kota Sentani, pemukiman penduduk sepanjang pesisir danau Sentani serta berbagai tenda penampungan pengungsi korban bencana alam banjir bandang untuk mendistribusikan bantuan kemanusiaan berupa bahan makanan, pakaian, perlengkapan mandi, obat-obatan. Termasuk menerjunkan tim medis dan tim Emergency Preparedness & Respond (EPR). Tim Relawan PTFI juga telah membuka Posko Bantuan Kemanusiaan sejak hari pertama pascabanjir bandang melanda wilayah itu, terus-menerus mendistribusikan bahan bantuan kemanusiaan itu antara lain ke kampung Sosiri, Yakonde, Kehiran Away, Doyo Baru, Dunlop Sentani, dan Kemiri.

Selain sumbangan itu, PTFI lewat berbagai paguyuban, organisasi dan komunitas dalam lingkungan perusahaan ini pun terus mengirimkan bantuan kemanusiaan mereka seperti dari Komunitas PTFI yakni kumpulan keluarga-keluarga karyawan PTFI, para Pimpinan Unit Kerja Serikat Pekerja Kimia Energi dan Pertambangan (PUK SP KEP), Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) PTFI, “Karakas” yang adalah paguyuban para karyawan PTFI yang tergabung dalam kelompok suporter Persipura Jayapura.

Masing-masing kelompok diatas telah mendatangi lokasi pengungsi dan kampung-kampung yang terkena bencana alam banjir bandang untuk memberikan paket bantuan kemanusiaan sesuai yang dibutuhkan para korban di lokasi masing-masing. Selain itu, bantuan pun diberikan oleh Lembaga Pengembangan Masyarakat Amungme dan Kamoro (LPMAK), sebuah lembaga nirlaba yang didirikan oleh PTFI untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat Tujuh Suku di areal operasi PTFI di Kabupaten Mimika di bidang pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi dan pembangunan infrastruktur.

Penyerahan bantuan LPMAK tersebut diserahkan pada Rabu (27/3) di Posko Induk Penanggulangan bencana alam banjir bandang di Komplek Kantor Bupati Jayapura, Gunung Merah, Sentani. Terlihat kekompakan Tim Relawan PTFI yang terjun ke tengah masyarakat di berbagai kampung dan tenda penampungan para pengungsi. Tim relawan ini bekerja tidak kenal lelah.

BERITA TERKAIT

Investor Ritel di Pasar Obligasi Masih Minim

NERACA Jakarta – Tren pertumbuhan obligasi yang terus meningkat tidak diiringi dengan pertumbuhan investor ritel yang berinvestasi di pasar obligasi.…

Pembajakan Masih Jadi Masalah Pemilik Kekayaan Intelektual

NERACA Jakarta – Mentor program Katapel milik Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Mochtar Sarman mengatakan pembajakan menjadi masalah yang kerap kali…

Investasi Blok Masela Diklaim Terbesar Kedua Setelah Freeport

    NERACA   Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengemukakan, total biaya pengembangan lapangan…

BERITA LAINNYA DI CSR

Tekan Angka Penderita Katarak - BCA Bakti Sosial Gelar Operasi Katarak di Ambon

Komitmen menjalankan program tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR), PT Bank Central Asia (BCA) Tbk kembali melanjutkan…

Indonesia Darurat Sampah Plastik - Accor Group Hotels Manado Ajak Masyarakat Kurangi Plastik

Menyadari tingginya tingkat konsumsi penggunaan plastik masyarakat Indonesia, membawa negeri ini menjadi produsen sampah plastik terbesar di dunia. Prestasi ini…

Bantu Korban Gempa Bumi - XL Rampungkan Pembangunan Sekokah di Lombok Utara

Pasca gempa bumi Lombok, dukungan dan bantuan XL Axiata terhadap para korban gempa tidak hanya sebatas pada kegiatan tanggap darurat…