HTSnet Sediakan layanan Internet Murah Untuk UKM

PT Hawk Teknologi Solusi (HTSnet) menyediakan layanan internet Turbo Fiber yang ditujukan bagi Usaha Kecil Menengah (UKM) agar dapat membantu mereka mengatasi biaya internet yang besar. "Kami memberikan harga khusus untuk memudahkan pelanggan dalam meminimalisir biaya pengeluaran perusahaan," kata Direktur Operasional HTSnet, Harijanto Pribadi.

Turbo Fiber merupakan internet semi broadband, mengkombinasikan layanan broadband dengan layanan internet dedicated. Broadband menawarkan kecepatan tergantung trafik sehingga harganya terjangkau. Sementara dedicated, menawarkan kecepatan stabil namun harganya cukup mahal.

HTSnet menggandeng beberapa operator penyedia layanan fiber optik yang menyediakan infrastruktur jaringan untuk layanan ini, agar cakupan layanan lebih luas dan tidak bergantung pada satu operator sajam

Kerja sama dengan operator ini juga memungkinkan HTSnet untuk menawarkan harga yang kompetitif karena mereka tidak perlu berinvestasi pada infrastruktur.

HTSnet menyediakan tiga paket internet, yaitu Turbo Fiber 50 Rp1 juta (harga promosi selama tiga bulan), Turbo Fiber 100: Rp1,5 juta (harga promo tiga bulan) dan Turbo Fiber 200 Rp2,5 juta. Setelah masa promosi, Fiber Turbo 50 menjadi Rp1,5 juta dan Fiber Turbo 100 menjadi Rp2 juta.

HTSnet sejak berdiri pada 2010 lalu, memiliki lebih dari 4.000 pelanggan di seluruh Indonesia. Perusahanan tersebut menyediakan layanan akses data dan solusi internet antara lain untuk hotel, rumah sakit, perguruan tinggi dan pusat perbelanjaan.

Sebelumnya, Head of Policy Google Indonesia, Putri Alam, menyebut internet dapat mendorong pelaku UKM untuk terus tumbuh dan berkembang. Dengan adanya internet, UKM bisa semakin memudah mendorong pemasaran produknya. Mengingat, penggunaan internet untuk bisnis mampu memperluas pasar serta pendapatan yang lebih besar.

“UKM yang menggunakan Internet bisa empat kali lipat berkembangnya. Sehingga dapat membantu pemerintah. Serta mencari distributor untuk merencanakan perjalanan. Gapura digital merupakan bentuk upaya untuk mendukung pemerintah ekonomi besar berbasis internasional,” katanya.

Sementara itu, Direktur Informasi dan Komunikasi Perekonomian & Maritim Septriana TangkaryKementerian Komunikasi dan Informatika ( Kemkominfo) mengajak Usaha, Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk memaksimalkan e-commerce sebagai wadah untuk mengembangkan usaha mereka. Hal itu diutarakan dalam Forum Sosialisasi Belanja dan “Kami mengajak teman-teman Usaha Kecil Menengah (UKM) untuk naik kelas. Artinya dari yang offline menjadi online," ujarnya.

Ia juga mengajak UMKM yang ada di Indonesia untuk berjualan lewat marketplace. Wadah online dan e-commerce dipilih karena dianggap murah, aman, serta dapat memperbesar peluang peningkatan pendapatan hingga 80 persen. Selain itu, e-commerce juga menjadi salah satu cara untuk mempromosikan produk UMKM Indonesia.

Menurut Septriana, penetrasi penggunan internet di Indonesia telah mencapai lebih dari 132 juta yang membuat Indonesia memiliki potensi yang sangat besar untuk menjadi negara dengan ekonomi digital terbesar di Asia. Namun, baru sekitar 8 persen pelaku UMKM yang telah memanfaatkan wadah online untuk memasarkan produknya. Hal ini karena masih banyak UMKM yang ragu apakah produknya bisa dijual secara online dan kurangnya pengertahuan tentang bagaimana cara berjualan lewat e-commerce. "Karena itu edukasi akan pemanfaatan teknologi penting untuk terus dipupuk. Masyarakat harus terus diberi dorongan dan dukungan untuk memanfaatkan teknologi agar industri dapat terus berkembang pesat. Gerakan Ayo UMKM Jualan Online, ini salah satu cara kami mendukungnya, " ucap Septriana.

Septriana menjelaskan, para pelaku UMKM tidak perlu takut untuk mulai memasarkan produknya di marketplace karena sistemnya lebih aman dibandingkan sistem penjualan online yang lain. Keamanan transaksi dalam marketplace, lanjut Septriana, lebih terjamin karena sistem pembayaran dan sistem yang mengatur penjual juga pembeli sudah tertata dengan baik.

Untuk kelancaran program itu, Kemkominfo menggandeng 41 marketpalce yang ada di Indonesia. Mengingat tercatat ada sekitar 4,6 juta UMKM yang bergabung dengan marketplace.

Dengan semakin banyak UMKM yang memasarkan produk secara online, Septriana berharap UMKM bisa menjadi salah satu penggerak ekonomi kerakyatan. Harapan selanjutya, transaksi e-commerce di Indonesia bisa mencapai angka 130 juta USD pada 2020.

BERITA TERKAIT

Polisi Imbau Masyarakat Hubungi Hotline untuk Transaksi Properti Aman

Polisi Imbau Masyarakat Hubungi Hotline untuk Transaksi Properti Aman   NERACA Jakarta - Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar…

UU Pilkada Perlu Dikaji Kembali untuk Eliminasi Kasus Korupsi

UU Pilkada Perlu Dikaji Kembali untuk Eliminasi Kasus Korupsi   NERACA Purwokerto - Pakar Hukum Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Kabupaten…

Sempat Bermasalah, BCA Janjikan Layanan M-Banking Kembali Normal

    NERACA   Jakarta - PT Bank Central Asia Tbk (BCA) berjanji akan mempersiapkan kapasitas transaksi digital perbankan yang…

BERITA LAINNYA DI TEKNOLOGI

Pemerintah Hentikan Sementara Penjual Kartu Perdana Arab Saudi

Musim haji benar-benar dimanfaatkan oleh operator asal Saudi Arabia, Zain. Mereka memanfaatkan momen tahunan tersebut dengan menjual layanan kepada calon…

Acer Luncurkan Laptop Predator Helios 700 dan Nitro 7

Acer baru saja meluncurkan jajaran laptop gaming terbaru dan powerful, yakni Predator Helios 700, laptop gaming yang selain dilengkapi dengan…

Canon Resmi Perkenalkan Printer Terbarunya

Canon melalui PT Datascrip selaku distributor resmi di Indonesia resmi memperkenalkan deretan printer terbaru untuk pasar Tanah Air. Kali ini,…