Phapros Bagikan Dividen Rp 92,6 Miliar

NERACA

Jakarta – Berhasil mencatatkan kinerja keuangan yang cukup apik sepanjang tahun 2018 kemarin, PT Phapros Tbk (PEHA) siap membagikan dividen sebesar Rp92,6 miliar atas 840 juta lembar saham. Dengan demikian, dividen per saham yang akan diterima sebesar Rp110,26 per saham.

Direktur Utama Phapros, Barokah Sri Utami mengatakan, pada RUPS tahun buku 2018, perseroan membagikan dividen tunai sebesar 70% dari laba bersih perseroan pada tahun lalu. Rasio pembayaran dividen ini sama dengan tahun sebelumnya.Adapun, dividen yang diterima senilai Rp110,26 per saham ini, naik 5% dibandingkan tahun sebelumnya. Barokah mengatakan, dividen akan dibagikan pada 17 April 2019 dengan tanggal cum date pada 22 Maret 2019.“Kami membagikan dividen tunai 70% seperti tahun lalu,”ujarnya di Jakarta, kemarin.

Sebagai informasi, sepanjang tahun 2018 kemarin, emiten farmasi nini membukukan penjualan bersih Rp1,02 triliun. Capaian ini naik 2,08% dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebesar Rp1 triliun.Adapun, laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp132,31 miliar. Laba bersih ini naik 5,62% dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebesar Rp125,27 miliar. Dengan demikian laba per saham yang dibukukan sebesar Rp158.

Lebih lanjut, jumlah aset pada 2018 sebesar Rp1,87 triliun. Jumlah liabilitas dan ekuitas masing-masing sebesar Rp1,07 triliun dan Rp789,80 miliar.Barokah mengatakan, kontributor terbesar penjualan perseroan berasal dari segmen obat generik. Kontribusi segmen ini mencapai lebih dari 50% terhadap total penjualan.

Di samping itu, jumlah aset PEHA terus meningkat selama tiga tahun terakhir. Jumlah aset pada 2016 sebesar Rp883,29 miliar dan pada 2017 sebesar Rp1,17 triliun. "Pertumbuhan aset Phapros pada 2018 terjadi karena adanya aksi korporasi berupa akuisisi PT Lucas Djaja dan anak perusahaannya di Bandung,"jelasnya.

Dirinya juga menambahkan, dengan akuisisi tersebut, perseroan memprediksi pertumbuhan pendapatan bisa meningkat hingga 30% dibandingkan dengan pertumbuhan perusahaan tahun lalu yang hanya sebesar 5,62%. Disampaikan Sri Utami, dampak dari akuisisi tersebut bakal meningkatkan kapasitas produksi, mendiversifikasi jenis produk perusahaan, efisiensi investasi dan menambah pasar ekspor ke Afghanistan yang saat ini belum dimiliki perusahaan.

Dengan bertambahnya negara tujuan ekspor, targetnya tahun ini pendapatan dari ekspor bisa meningkat hingga 5%. Sementara negara ekspor saat ini antara lain Nigeria, Filipina, Kamboja dan Vietnam. Proses feasibility study saat ini juga tengah dilakukan untuk merambah pasar ekspor ke Myanmar.

Asal tahu saja, akuisisi perusahaan Lucas Djaja ini dilakukan oleh perusahaan dengan menggunakan pendanaan dari perbankan, oleh sebab itu tingkat utang bank perusahaan di akhir tahun lalu naik signifikan menjadi senilai Rp 558,50 miliar dan utang MTN senilai Rp 200 miliar. Rencananya tahun ini perusahaan akan melakukan refinancing atas utang tersebut dengan dana yang diperoleh perusahaan dari rights issue yang akan dilakukan pada semester kedua tahun ini. Targetnya dari aksi korporasi tersebut perusahaan akan memperoleh dana segar senilai Rp 1 triliun dengan menerbitkan saham baru sebanyak 20%.

BERITA TERKAIT

Penyelundupan Benih Lobster Rp19 Miliar Lebih Digagalkan

NERACA Jakarta – Balai Besar Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BBKIPM) Jakarta I bekerja sama dengan Aviation…

DAMPAK BANYAK BENCANA DI INDONESIA - Target Devisa Pariwisata Turun US$2,4 Miliar

Jakarta-Pemerintah menurunkan target penerimaan devisa sektor pariwisata tahun ini dari semula US$20 miliar menjadi US$17,6 miliar. Penurunan dilakukan walaupun pemerintah sebenarnya ingin…

Agresif Membuka Gerai Baru - MAPA Bukukan Laba Bersih Rp 353,41 Miliar

NERACA Jakarta – Di tahun 2018, PT MAP Aktif Adiperkasa Tbk (MAPA) mencetak laba bersih Rp 353,41 miliar atau naik 20,44%…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Kedawung Bukukan Laba Rp 76,76 Miliar

PT Kedawung Setia Industri Tbk (KDSI) pada akhir  Desember  2018 mencatatkan laba bersih Rp76,76 miliar  atau naik 11,32% dibanding periode yang sama…

Penjualan Wahana Pronatural Naik 33,11%

Sepanjang tahun 2018, PT Wahana Pronatural Tbk (WAPO) mencatatkan penjualan sebesar Rp308,57 miliar pada 2018. Perolehan tersebut meningkat 33,11% dibandingkan dengan…

Kali Kedua Saham Onix Capital Disuspensi BEI

Lagi, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali menghentikan perdagangan saham PT Onix Capital Tbk (OCAP) akibat lonjakan harga. Ini adalah…