Sentimen Global Berikan Tenaga Bagi IHSG

NERACA

Jakarta – Menutup perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (14/3), indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup menguat yang didorong peningkatan bursa saham global. IHSG ditutup menguat sebesar 35,69 poin atau 0,56% menjadi 6.413,26. Sedangkan kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak naik 8,11 poin atau 0,81% menjadi 1.004,18.

Analis Indopremier Sekuritas, Mino mengatakan, pada perdagangan kemarin, indeks harga saham gabungan kembali ditutup menguat didorong oleh menguatnya indeks bursa global seiring dengan solidnya data ekonomi Amerika. “Sementara itu, naiknya beberapa harga komoditas seperti minyak mentah dan emas juga menjadi tambahan katalis positif untuk indeks,"ujarnya di Jakarta, kemarin.

Penutupan IHSG diiringi aksi jual saham investor asing yang ditunjukkan dengan aksi jual bersih atau net foreign sell sebesar Rp313,44 miliar. Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 474.292 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 17,25 miliar lembar saham senilai Rp9,31 triliun. Sebanyak 221 saham naik, 179 saham menurun, dan 139 saham tidak bergerak nilainya.

Sementara itu, bursa regional Asia antara lain indeks Nikkei ditutup melemah 3,22 poin (0,02%) ke 21.287,02, indeks Hang Seng menguat 43,94 poin (0,15%) ke 28.851,39, dan indeks Straits Times melemah 2,33 poin (0,07%) ke posisi 3.197,92. Pada pembukaan perdagangan, IHSG dibuka menguat 3,69 poin atau 0,06% ke posisi 6.381,27. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 bergerak naik 0,5 poin atau 0,05% menjadi 996,57.

Kepala Riset Valbury Sekuritas, Alfiansyah mengatakan, membaiknya pasar saham Amerika Serikat pada Rabu (14/2) diperkirakan dapat mengurangi risiko tekanan bagi IHSG.”Selain itu potensi pasar Asia terbuka untuk menguat, sehingga kian kuat katalis positif bagi IHSG, setidaknya dapat menjadi dukungan ke zona hijau," ujarnya.

Dari global, pertumbuhan ekonomi dunia menjadi salah satu fokus utama pasar di 2019. Menurut Alfiansyah, pelaku pasar telah menyesuaikan ekspektasinya sehingga risiko kejutan negatif bagi pasar tidak sebesar tahun lalu. Sedangkan faktor yang dapat mengubah ekspektasi pertumbuhan ekonomi global yakni segala faktor yang dapat mendukung perdagangan bebas, mengurangi tarif dagang, dan meningkatkan perdagangan global yang dapat menjadi katalis positif bagi proyeksi ekonomi dunia.

BERITA TERKAIT

KY Lakukan Tindakan Represif Bagi Hakim Langgar KEPPH

KY Lakukan Tindakan Represif Bagi Hakim Langgar KEPPH NERACA Medan - Komisi Yudisial (KY) telah melakukan tindakan represif bagi hakim…

Aksi Beli Investor Bawa Tren Penguatan IHSG

NERACA Jakarta –Mengakhiri perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (18/3), indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup menguat sebesar…

Kemudahan Perpajakan bagi Pelaku Usaha e-Commerce

  Oleh: Rifky Bagas Nugrahanto, AR KPP Pratama Sorong *) Terlihat peluang sejumlah perusahaan rintisan ini cerdik mengambil kesempatan atas…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Kedawung Bukukan Laba Rp 76,76 Miliar

PT Kedawung Setia Industri Tbk (KDSI) pada akhir  Desember  2018 mencatatkan laba bersih Rp76,76 miliar  atau naik 11,32% dibanding periode yang sama…

Penjualan Wahana Pronatural Naik 33,11%

Sepanjang tahun 2018, PT Wahana Pronatural Tbk (WAPO) mencatatkan penjualan sebesar Rp308,57 miliar pada 2018. Perolehan tersebut meningkat 33,11% dibandingkan dengan…

Kali Kedua Saham Onix Capital Disuspensi BEI

Lagi, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali menghentikan perdagangan saham PT Onix Capital Tbk (OCAP) akibat lonjakan harga. Ini adalah…