Pelaku Pasar Berharap Pemilu Berjalan Aman

NERACA

Jakarta – Meskipun tahun politik dan moment pemilu presiden (Pilpres) diyakini tidak akan mempengaruhi industri pasar modal, namun pelaku pasar menaruh harapan pelaksanaan pilpres pada April nanti bisa berjalan aman dan damai. “Harapan utama pasar adalah pemilu yang berjalan aman dan kondusif, sehingga stabilitas makroekonomi, sosial dan politik tetap terjaga,”kata Senior Portfolio Manager Equity PT Manulife Aset Manajemen Indonesia, Samuel Kesuma dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Dirinya sendiri menyampaikan optimistis penyelenggaraan pemilihan umum dapat menghasilkan pemimpin yang peduli terhadap berjalannya program ekonomi, karena kedua kandidat calon presiden mempunyai pandangan serupa untuk meningkatkan kegiatan ekonomi.”Kedua kandidat calon presiden sama-sama memiliki pandangan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, sehingga siapapun yang terpilih seharusnya akan menciptakan katalis positif bagi sektor-sektor tertentu di pasar finansial," ujarnya.

Terkait masuknya potensi dana asing di pasar saham, dia menyakini, Indonesia masih menjadi pasar penanaman modal yang menarik bagi investor luar negeri, meski suasana politik sedang "menghangat" jelang pelaksanaan pesta demokrasi. Samuel mengatakan, Indonesia masih mempunyai kondisi ekonomi makro baik yang ditandai oleh pergerakan nilai tukar rupiah yang stabil serta ekspektasi Bank Indonesia atas kenaikan suku bunga yang sudah mendekati titik akhir dan mampu menciptakan iklim investasi yang kondusif.”Karakteristik ekonomi Indonesia yang berorientasi domestik akan menjadi daya tarik bagi investor di tengah kondisi moderasi pertumbuhan ekonomi global," katanya.

Meski demikian, dia mengingatkan risiko perlambatan ekonomi global, salah satunya dari negosiasi erdagangan yang berlarut-larut, yang dapat menganggu potensi masuknya modal ke Indonesia.”Kejutan negatif lebih lanjut, misalnya negosiasi dagang yang terhenti, atau perlambatan ekonomi global yang lebih besar daripada yang sudah diekspektasi saat ini, dapat menyebabkan investor global kembali mengambil posisi 'risk off' dan menunda investasi," ujar Samuel.

Sebelumnya, Direktur Utama BEI Inarno Djajadi pernah bilang, pasar modal tidak akan terlalu berpengaruh terhadap momentum pilpres. Berkaca pada pencapaian di tahun 2018, Inarno yakin di tahun 2019 pencapaian pasar modal Indonesia bisa lebih baik. "2018 kemarin merupakan tahun yang penuh tantangan tetapi BEI berhasil meraih prestasi yang membanggakan di mana perdagangan pasar modal Indonesia meningkat setelah kenaikan jumlah investor sebesar 40% menjadi 1,6 juta," kata dia.

Disampaikannya, Bursa Efek Indonesia (BEI) selaku Self Regulatory Organization (SRO) pasar modal berkomitmen untuk menjaga momentum perdagangan di tahun 2019. Selain itu BEI akan terus berupaya membangun kepercayaan kepada pelaku pasar modal Indonesia. Dimana BEI akan fokus pada infrastruktur di kalangan pasar modal Indonesia dan optimis untuk pembangunan ekonomi Indonesia ke depannya.

BERITA TERKAIT

Mendikbud Berharap Program Nihongo Partners Dilanjutkan

  NERACA   Jakarta – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Efendy berarap agar program yang diusung oleh The Japan…

Ramadhan Pasca Pemilu, Momentum Tepat Jalin Persatuan

  Oleh : Ismail, Pemerhati Sosial dan Politik   Pemilu sudah tinggal menunggu ketetapan hasil resmi dari KPU, namun hembusan…

Geliat Semen Pasca Pilpres - Indocement Bidik Pertumbuhan Pasar 5%

NERACA Jakarta – Ditetapkan rekapitulasi hasil pemilu presiden (Pilpres) oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) dengan menetapkan Joko Widodo dan Maaruf…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Wintermar Raih Kontrak US$ 75,8 Juta

Perusahaan pelayaran PT Wintermar Offshore Marine Tbk. (WINS) mengantongi kontrak berjalan senilai US$75,8 juta atau sekitar Rp 1,09 triliun dengan…

Bayar Utang Eksisting - TBIG Bakal Rilis Global Bond US$850 Juta

  NERACA Jakarta –Danai pelunasan utang yang jatuh tempo, PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) menerbitkan obligasi dalam denominasi dollar…

Kalbe Farma Tebar Dividen Rp 1,22 Triliun

PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) membagikan dividen tunai kepada pemegang saham sebesar Rp1,22 triliun atau Rp26 per saham untuk tahun…