Pengaruh Generasi Milenial Mewujudkan Pemilu Damai dan Bermartabat

Oleh: Rizky Alvin, Pemerhati Sosial Kemasyarakatan

Perubahan generasi mengurangi pengaruh politik para generasi tua dan membuat generasi millennial memiliki kesempatan untuk mengubah kancah perpolitikan Indonesia. Generasi Milenial memiliki peluang untuk mengubah peta perpolitikan Indonesia dengan memperkenalkan partai-partai baru yang didirikan berdasarkan nilai-nilai milenial. Namun, ada sebuah pertanyaan yang cukup mengusik, seberapa banyak generasi Millenial yang peduli dengan kancah perpolitikan di Indonesia?

Saya merasa diluar sana memang banyak generasi Millenial yang cukup peduli dengan politik di negeri ini, tapi saya rasa jumlah mereka masih kalah banyak dibandingkan mereka yang terbilang tidak peduli dengan masalah politik. Hal ini tentunya sangat menggelisahkan mengingat dalam beberapa tahun ke depan tonggak kepemimpinan negeri ini akan diestafetkan kepada generasi Millenial.

Ketika mayoritas generasi Millenial tidak peduli dengan masalah politik, suara mereka justru akan dimanfaatkan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab yang memiliki niat buruk yang tersembunyi di balik penampilan mereka yang tampak rapi, sopan, dan cenderung terlihat intelek.

Dalam kaitannya dengan pemilihan umum 2019 yang akan segera dihelat sebulan lagi, sebagai salah seorang generasi Millenial, tentunya hal ini sangat meresahkan sebab saya khawatir apabila pemilu 2019 nantinya akan terhelat secara damai dan bermartabat.

Mengapa pemilu 2019 nanti harus berjalan dengan damai dan bermartabat? Pemilu merupakan sebuah ajang lima tahun sekali yang dihelat untuk melanjutkan kepemimpinan nasional selama lima tahun ke depan. Ketika iklim pemilihan umum buruk saya khawatir bahwa keberlanjutan kepemimpinan nasional di negeri ini tidak akan berjalan dengan baik.

Itulah mengapa saya merasa bahwa sudah seharusnya generasi Millenial di negeri ini melek politik. Saat mereka sudah melek politik, mereka tidak akan mudah tertipu dengan kata-kata manis oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Dengan demikian proses keberlanjutan kepemimpinan nasional akan terlaksana dengan lancar. Untuk itu sudah saatnya kaum milineal menebarkan konten-konten positif di media sosial yang menumbuhkan optimisme bangsa lewat doa dan harapan agar terwujudnya proses demokrasi yang damai dan bermartabat guna terjaminya keberlanjutan pembangunan nasional melalui keberlangsungan kepemimpinan nasional yang bermartabat.

BERITA TERKAIT

Pemilu Bukan Berarti Tidak Bersatu

Oleh : Elan Lazuardi, Pemerhati Masalah Sosial Politik   Sebagai bangsa yang besar, tentu Indonesia harus mampu menunjukkan kepada dunia,…

Indonesia Angkat Langkah Sistematis Sektor Lingkungan Hidup dan Energi - Menteri LHK

Indonesia Angkat Langkah Sistematis Sektor Lingkungan Hidup dan Energi Menteri LHK NERACA Karuizawa, Jepang - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan,…

AKIBAT PERANG DAGANG DAN FAKTOR POLITIK - Asumsi Makro 2019 Diprediksi Meleset dari Target

Jakarta-Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memprediksi asumsi makro dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2019 tidak sesuai target. Penyebabnya faktor…

BERITA LAINNYA DI OPINI

Provokasi Kecurangan Sebuah Desain Upaya Deligitimasi Pemilu

  Oleh : Risa Nasution, Mahasiswi IPB   Penyelenggaraan Pemilu 2019 yang berlangsung lancar dan aman hingga saat ini perlu…

Audit Tak Standar, Laporan Keuangan Garuda Berpotensi Kena Sanksi

Oleh: Djony Edward Kementerian Keuangan menyimpulkan bahwa audit laporan keuangan PT Garuda Indonesia Tbk (Persero) tidak sesuai standar akuntansi yang…

Ketahanan Ekonomi dalam Situasi Global

Oleh: Dr. YB Suhartoko SE, ME., Dosen FE Unika Atmajaya Jakarta   Situasi perekonomian dunia pada awal tahun 2019 masih menunjukkan…