PT Timah Pastikan Tidak Pengaruhi Ekspor - Sikapi Kebijakan ICDX

NERACA

Pangkalpinang – PT Timah Tbk (TINS) memastikan produk ekspor tidak akan terpengaruh terkait kebijakan Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX) pada Oktober 2018 yang menghentikan ekspor timah perusahaan smelter. Pasalnya, produk yang diperdagangkan PT Timah Tbk sudah memenuhi syarat yang dikeluarkan oleh surveyor PT Sucofindo,”Sebagai anggota bursa ICDX, PT Timah tidak terpengaruh penghentian sementara perdagangan pada tahun lalu," kata Sekretaris Perusahaan PT Timah Tbk, Amin Haris Sugiarto di Pangkalpinang, kemarin.

Sebagai informasi, pada Oktober 2018 ICDX menghentikan ekspor timah perusahaan smelter yang diverifikasi PT Surveyor Indonesia karena tidak memenuhi syarat ekspor. Namun begitu, lanjutnya, manajemen optimistis bahwa kinerja perseroan pada tahun ini akan terus meningkat seiring dengan membaiknya tata kelola pertimahan di Indonesia, terutama dengan dukungan regulasi dari pemerintah terkait penertiban penambangan illegal.

Selain itu, regulasi kewajiban pelaporan neraca cadangan yang diverifikasi Competent Person yang bersertifikasi dari Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) dan Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (Perhapi).”Alhamdulillah pendapatan usaha perseroan selama 2018 tercatat sebesar Rp11.050 miliar atau mengalami kenaikan 19,88% jika dibandingkan tahun sebelumnya, dengan kontribusi logam timah 91,88%, produk hilir (tin chemical) 3,87% dan rumah sakit 2,19%," ujarnya.

Dia mengatakan, berdasarkan hasil laporan keuangan konsolidasian sampai akhir 2018 tercatat kenaikan beban pokok pendapatan sebesar 21,85% atau menjadi Rp9.372 miliar.”Penurunan harga bahan bakar jelang akhir tahun lalu merupakan angin segar yang akan berdampak positif terhadap profitabilitas perseroan dalam meningkatkan pendapatan," jelasnya.

Sementara itu, produksi bijih timah pada 2018 mencapai 44.514 ton atau mengalami kenaikan sebesar 42,77% dibandingkan tahun sebelumnya 31.178 ton. Disebutkan, perolehan produksi bijih timah 2018 yang mencapai 44.514 ton tersebut 49,90% diantaranya berasal dari penambangan di laut (offshore) dan sisanya sebesar 50,10% berasal dari darat atau onshore," katanya. (ant/bani)

BERITA TERKAIT

Dishub Tangerang Pastikan KIR Bus Meningkat Jelang Lebaran

Dishub Tangerang Pastikan KIR Bus Meningkat Jelang Lebaran NERACA Tangerang - Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Tangerang, Banten, memastikan kir bus…

Kebijakan Publik - Kemenperin dan Polri Sinergi Wujudkan Kondusifitas Iklim Usaha

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) sepakat bersinergi untuk mewujudkan pengamanan di bidang perindustrian…

Redam Kepanikan Pelaku Pasar - BEI Pastikan Sudah Miliki Protokol Krisis

NERACA Jakarta – Menjelang penetapan pemengangan pemilu presiden oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada 22 Mei mendatang, memberikan situasi politik…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Wintermar Raih Kontrak US$ 75,8 Juta

Perusahaan pelayaran PT Wintermar Offshore Marine Tbk. (WINS) mengantongi kontrak berjalan senilai US$75,8 juta atau sekitar Rp 1,09 triliun dengan…

Bayar Utang Eksisting - TBIG Bakal Rilis Global Bond US$850 Juta

  NERACA Jakarta –Danai pelunasan utang yang jatuh tempo, PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) menerbitkan obligasi dalam denominasi dollar…

Kalbe Farma Tebar Dividen Rp 1,22 Triliun

PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) membagikan dividen tunai kepada pemegang saham sebesar Rp1,22 triliun atau Rp26 per saham untuk tahun…