Wakil Ketua MPR - PKK Benteng Penjaga Pancasila

Hidayat Nur Wahid

Wakil Ketua MPR

PKK Benteng Penjaga Pancasila

Jakarta - Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid (HNW) mengatakan gerakan Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) merupakan benteng penjaga Pancasila di Indonesia karena program pertama dari 10 program pokoknya adalah penghayatan dan pengalaman Pancasila.

Hal ini sejalan dengan program Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), demikian ditegaskan HNW saat menyampaikan materi Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di hadapan para penggerak PKK Kecamatan Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Minggu (10/3) di Damai Kitchen, Pesanggrahan, Jaksel, demikian siaran pers yang diterima, Senin (11/3).

"Program pertama dari 10 Program Pokok PKK adalah penghayatan dan pengamalan Pancasila. Maka para penggerak PKK ini pastilah juga mereka yang menjunjung tinggi Sila Pertama Pancasila, Ketuhanan Yang Maha Esa," ujar HNW yang baru saja mendapat Anugerah Teropong Parlemen Award 2019 sebagai Tokoh Empat Pilar Kebangsaan.

Hidayat menjelaskan, sejarah mencatat, kemerdekaan Indonesia didasarkan dengan kuat pada prinsip Ketuhanan Yang Maha Esa."Sejarah mencatat pula bagaimana para bapak dan ibu bangsa berhasil menghindarkan NKRI dari kehancuran dengan kompromi menghapuskan 7 kata dari Sila Pertama, namun Ketuhanan Yang Maha Esa tetap menjadi akidah bangsa ini. Maka saya yakin para penggerak PKK juga akan jadi penjaga keutuhan NKRI," kata Hidayat.

Mengingatkan peran besar para penggerak PKK, seorang aktivis PKK dalam sesi tanya jawab menyempatkan curhat."Bolehlah ke depan kami digaji pak. Sebatas UMR saja," kata dia disambut riuh tepuk tangan rekan-rekannya.

Menanggapi curhatan tersebut, Hidayat mengungkapkan, gaji diberikan untuk jabatan-jabatan formal. Sedang untuk kegiatan semacam PKK lebih tepat diberikan insentif."PKK ini kegiatan sosial. Maka, pendekatannya juga sosial. Harusnya sih, apa yang dikerjakan oleh PKK ini sudah tuntas dikerjakan oleh negara melalui Kemensos. Tapi nyatanya kan belum. Maka muncul kegiatan sosial seperti PKK ini," tutur Hidayat. Ant

BERITA TERKAIT

Mantan Ketua MK - Gugatan ke MK Bukan Semata-mata Soal Menang Atau Kalah

Jimly Asshiddiqie Mantan Ketua MK Gugatan ke MK Bukan Semata-mata Soal Menang Atau Kalah Jakarta - Mantan ketua Mahkamah Konstitusi…

Ketua DPR RI - Hilangkan Ego Kelompok Lampaui Batas Toleransi Hukum

Bambang Soesatyo Ketua DPR RI Hilangkan Ego Kelompok Lampaui Batas Toleransi Hukum  Jakarta - Ketua DPR RI Bambang Soesatyo meminta…

Ketua DPR RI - Masyarakat Jangan Terpancing Wacana "People Power"

Bambang Soesatyo Ketua DPR RI Masyarakat Jangan Terpancing Wacana "People Power"  Jakarta - Ketua DPR RI Bambang Soesatyo meminta masyarakat…

BERITA LAINNYA DI HUKUM BISNIS

Agus Rahardjo Respons Pansel Pimpinan KPK Tuai Kritik

Agus Rahardjo Respons Pansel Pimpinan KPK Tuai Kritik NERACA Jakarta - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo merespons soal…

Rekind Klarifikasi Terkait Pemberitaan PAU di Media Online

Rekind Klarifikasi Terkait Pemberitaan PAU di Media Online NERACA Jakarta - Menyikapi pemberitaan di media online tentang permasalahan antara PT…

MK Ingatkan Penutupan Pendaftaran PHPU

MK Ingatkan Penutupan Pendaftaran PHPU NERACA Jakarta - Mahkamah Konstitusi (MK) melalui juru bicaranya Fajar Laksono mengingatkan batas waktu pendaftaran…