Kemendag Upayakan Lengkapi Data Perdagangan di Pasar

NERACA

Jakarta – Kementerian Perdagangan berupaya menyempurnakan data perdagangan di pasar, mengingat pendataannya saat ini masih kurang lengkap. Demikian disampaikan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita usai menggelar Forum Group Discussion (FGD) bersama para mantan menteri perdagangan di Kantor Kemendag. "Jadi, memang data masih menjadi persoalan besar, tapi harus bisa kita dapatkan," kata Mendag Enggar di Jakarta, disalin dari Antara.

Enggar menyampaikan hal tersebut merupakan masukan dari mantan Wakil Menteri Perdagangan Bayu Khrisnamurti yang hadir dalam FGD tersebut. Sementara itu, Bayu mengatakan, pemerintah membutuhkan sebuah teknologi untuk memonitor bukan hanya harga barang di pasar tradisional, namun juga memantau pergerakan arus barang yang ada di pasar tersebut. "Karena sampai sekarang kita sangat sulit membuat kebijakan yang komprehensif untuk pasar dalam negeri, karena tidak ada datanya," ungkap Bayu.

Menurut Bayu, data tersebut perlu mencakup perdagangan, mengingat data produksi yang ada tidak selalu sama dengan realitas perdagangan. "Jadi bayangkan, kalau ada 5.200 pasar direvitalisasi dan itu dilengkapi dengan mekanisme untuk memantau arus barang tadi, maka itu akan menjadi instrumen yang luar biasa bagus," tukas Bayu.

Pengamat ekonomi Ahmad Heri Firdaus mengatakan upaya pemerintah melakukan revitalisasi pasar tradisional merupakan langkah tepat untuk menggeliatkan kembali kegiatan ekonomi rakyat. Ahmad menyatakan revitalisasi ini tidak hanya menarik minat masyarakat untuk berbelanja, namun juga meningkatkan akses masyarakat terhadap kebutuhan belanja. "Kaitannya pertama, menarik kembali konsumen-konsumen supaya mau belanja ke pasar. Kemudian juga meningkatkan akses masyarakat terhadap kebutuhan utama," kata Ahmad.

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef) ini menjelaskan saat ini masyarakat cenderung menyukai untuk berbelanja di tempat yang nyaman. Oleh karena itu, tambah Ahmad, perbaikan fasilitas pasar tradisional diperlukan agar pasar rakyat tidak sepi pembeli dan kegiatan ekonomi terutama UMKM makin berkembang luas. "Kalau pasarnya sudah langka terus sudah banyak yang rusak sana-sini, ini perlu ditingkatkan kembali dan diperluas kapasitasnya," katanya.

Meski demikian, ia mengharapkan upaya perbaikan maupun pengembangan sarana dan prasarana pasar ini dilakukan dengan pemetaan yang lebih presisi atau berdasarkan permintaan suatu wilayah. "Daerah-daerah yang memiliki kepadatan penduduk lebih besar, ini mungkin perlu pasar tradisional yang lebih luas, kapasitasnya lebih tinggi," ujar Ahmad.

Sebelumnya, Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengalokasikan anggaran sebesar Rp1,1 triliun untuk melakukan revitalisasi 1.037 pasar rakyat pada 2019. "Total Rp1,1 triliun anggaran revitalisasi pasar tahun ini," kata Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Tjahya Widayanti kepada wartawan di Jakarta, belum lama ini, disalin dari Antara.

Hingga 2018, jumlah pasar yang telah direvitalisasi kementerian itu telah mencapai 4.211 pasar rakyat. Dengan tambahan 1.037 pasar yang akan direvitalisasi tahun ini, maka dipastikan target revitalisasi 5.000 pasar rakyat pada periode 2015-2019 akan dapat terlampaui. "Tahun ini targetnya 1.037 pasar rakyat yang direvitalisasi, sehingga ini tentu melewati target 5.000 pasar," katanya.

Sejak 2015, Kemendag telah merevitalisasi 1.023 pasar rakyat, kemudian pada 2016 sebanyak 793 pasar rakyat, 2017 sebanyak 851 dan pada 2018 ada 1.545 pasar. "Dengan demikian kita menepati janji Presiden Jokowi untuk membangun 5.000 pasar rakyat," katanya.

Tjahya menjelaskan revitalisasi pasar dilakukan untuk memperkuat peran pasar rakyat dalam perekonomian suatu daerah berdasarkan mandat Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan. Penguatan pasar rakyat dilakukan dengan pembangunan, pemberdayaan, dan peningkatan kualitas pengelolaan pasar rakyat.

Revitalisasi pasar, lanjut Tjahya, dapat dilakukan secara fisik dan manajemen sehingga terjadi revitalisasi ekonomi dan sosial. "Dengan revitalisasi, diharapkan pasar jadi bersih, sehat dan aman. Revitalisasi juga memudahkan pedagang pasar dapat akses permodalan dan dikenalkan dengan standar operasional prosedur (SOP) pelayanan. Dengan demikian, diharapkan omzet pasar juga meningkat," katanya. Selain melakukan revitalisasi, Kemendag juga memiliki program pemberdayaan pasar rakyat.

BERITA TERKAIT

Debat dan Data

  Oleh: Dr. Edy Purwo Saputro, MSi., Dosen Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Solo Sukses dari pelaksanaan 3 kali debat pilpres menyisakan…

Pasar Badung Denpasar Menjadi "Smart Heritage Market"

Pasar Badung Denpasar Menjadi "Smart Heritage Market" NERACA Denpasar - Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) berharap pasar rakyat atau pasar…

Data Eksplorasi Migas Indonesia Masih Lemah

  NERACA   Jakarta - Anggota legislatif Komisi VII DPR Tjatur Sapto Edy menilai bahwa sistem data eksplorasi minyak dan…

BERITA LAINNYA DI BERITA KOMODITAS

Sektor Pangan - Kebijakan Impor Bawang Putih Diharapkan Adil Bagi Sektor Swasta

NERACA Jakarta – Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Sugiyono Madelan mengingatkan rencana pemerintah mengimpor bawang putih…

Ekspor Kentang 5.000 Ton Dilepas ke Singapura

NERACA Jakarta – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman secara resmi melepas ekspor kentang hasil produksi petani Kabupaten Garut, Jawa…

GAPKI Dukung Pemerintah Lawan Kebijakan Diskriminatif Uni Eropa

NERACA Jakarta – Wakil Ketua Umum II Pengurus Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Pusat, Susanto Yang mengatakan, pihaknya mendukung…