Pemesanan Capai 1.000, Inden Wuling Almaz Diklaim Hanya Sebulan

Sejak meluncur di Indonesia pada 27 Februari 2019, Wuling Motors sudah mengantongi lebih dari 1.000 surat pemesanan kendaraan (SPK) untuk produk SUV Wuling Almaz. Brand Manager Wuling Motors, Dian Asmahani, menjelaskan bahwa konsumen yang memesan Almaz akan masuk ke daftar tunggu (inden) dengan waktu pengiriman sekira satu bulan setelah memesan.

"Sejak kami umumkan harga pada tanggal 27 Februari, sebenarnya konsumen sudah bisa transaksi karena harga sudah fix," kata Dian di sela-sela test drive Wuling Almaz di Sukabumi, Jawa Barat, disalin dari laman Antara.

"Iya, sebulanan.," kata Dian menanggapi pertanyaan soal waktu inden Almaz, kemudian menambahkan "Tergantung antrean juga. Tapi kami sudah memulai. Bisa Maret, April, atau Mei karena itu tergantung urutan dalam pemesanan konsumen."

Pabrik Wuling di Cikarang, Jawa Barat, memiliki kapasitas produksi maksimal 120ribu unit kendaraan per tahun. Kapasitas produksi tidak menjadi masalah bagi Wuling untuk memproduksi Almaz, kendati mereka harus menyesuaikan komposisi produksi dengan model lainnya yakni Confero, Cortez dan Formo.

"Karena ini produk keempat dan masih baru. Jadi ada beberapa adjustment. Kapasitas produsi sebetulnya 120ribu unit, tapi komposisinya Confero, Cortez, Almaz pasti akan disesuaikan dengan demand pasar," kata dia. Ia menjelaskan, penyesuaian itu terkait dengan jadwal produksi yang seimbang antara keempat model tersebut, tanpa mengurangi produksi model lainnya.

Wuling Motors awalnya masuk ke Indonesia dengan fokus menggarap segmen kendaraan multi purpose vehicle (MPV), melalui peluncuran Confero S pada 2017. Secara bertahap, Wuling menambah produknya di segmen yang sama, yakni Cortez dan Formo pada 2018. Namun yang menjadi kejutan adalah munculnya Wuling Almaz di segmen sport utility vehicle (SUV) pada awal tahun ini.

Brand Manager Wuling Motors Indonesia, Dian Asmahani, menjelaskan bahwa pasar SUV yang terus meningkat menjadi salah satu alasan pabrikan berlogo lima berlian itu masuk ke segmen tersebut.

"Itu strategi produk kami. Kalau dilihat segmen paling besar memang MPV. SUV memang tidak sebesar MPV, tapi dari tahun ke tahun kami lihat trennya makin naik, untuk SUV menengah maupun yang lain," kata Dian Ashmahani.

Dian mengatakan, ada peluang besar untuk ikut bermain di segmen SUV, sejalan dengan minat konsumen terhadap kendaraan berdesain tangguh, berteknologi canggih, serta memiliki ragam fitur terkini.

"Orang mulai berubah ke teknologi digital, makanya kami melihat tren baru, dan SUV sebenarnya cukup jadi primadona. Tren SUV semakin lama semakin naik, artinya ada peluang," katanya.

Dian menjelaskan alasan Wuling memilih model Almaz -- yang dikenal Baojun 530 di China -- karena kesesuaian model untuk menyasar konsumen kelas menengah ke atas. Almaz bermesin turbo 1.500cc tidak bermain di segmen low SUV, melainkan langsung menatang tipe menengah antara lain Honda CR-V Turbo dan DFSK Glory 580. "Di sana banyak modelnya. Pasti ada beberapa pertimbangan, yang jelas kami mau menyasar segmen yang medium-up," katanya.

"Kedua, trennya sudah masuk ke medium SUV dengan segala macam fitur berteknogi. Di Indonesia kami mau bermain berbeda, jadi kami yakin dengan Almaz, konsumen Indonesia mendapat pengalaman berbeda," katanya.

Dalam rangkaian test drive "Almaz Smart Journey", sebanyak 18 media nasional berhasil menyelesaikan etape pertama dengan rute Jakarta-Sukabumi-Bandung sejauh 426 kilometer menggunakan enam unit Wuling Almaz.

BERITA TERKAIT

Jaguar Land Rover Tarik 44.000 Mobil Karena Problem Emisi

Produsen mobil mewah Jaguar Land Rover (JLR) yang berada di bawah naungan perusahaan India Tata Motors, akan menarik kembali sebanyak…

Penjualan Mitsubishi Xpander Tembus 100.000 Unit Dalam 18 Bulan

Penjualan Mitsubishi Xpander telah menembus angka 100.000 unit dalam 18 bulan, sejak diluncurkan pada Agustus 2017 hingga awal Maret 2019.…

Bunga The Fed Diyakini Hanya Naik Sekali

      NERACA   Jakarta - Bank Indonesia mengubah proyeksinya untuk kenaikan suku bunga acuan The Federal Reserve, Bank…

BERITA LAINNYA DI OTOMOTIF

Skema PPnBM Diubah untuk Pacu Pengembangan Mobil Listrik

Pemerintah siap memacu ekspor industri otomotif dengan harmonisasi skema Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM). Dalam aturan baru ini, PPnBM tidak…

Jaguar Land Rover Tarik 44.000 Mobil Karena Problem Emisi

Produsen mobil mewah Jaguar Land Rover (JLR) yang berada di bawah naungan perusahaan India Tata Motors, akan menarik kembali sebanyak…

Honda akan Tarik Sekitar 1 Juta Kendaraan di AS dan Kanada

  Honda akan menarik dari peredaran sekitar 1 juta unit kendaraan di Amerika Serikat dan Kanada karena inflator kantong udara…