Kolaborasi Inovator, Investor dan Pemasar

Oleh: Fauzi Aziz

Pemerhati Ekonomi dan Industri

Inilah dinamika yang ada di depan kita saat ini ketika fokus perhatian tentang ekonomi memasuki babak baru. Babak baru itu adalah ketika kompetensi inti bertaburan dimana-mana, dan tampaknya adanya kesadaran yang kembali pulih bahwa international division of labour menjadi niscaya, sehingga kolaborasi antara inovator, investor, dan pemasar juga menjadi keniscayaan.

Pada dasarnya, para start up company adalah para inovator atau para pemula yang kreatif dan inovatif yang sedang berproses membangun "imperium bisnis". Investor hakikatnya yang secara demografis adalah mereka yang memiliki discretional income (pendapatan menganggur) yang sebagian dananya dicadangkan untuk keperluan investasi.

Sementara para pemasar adalah mereka para promotor handal yang tahu persis tentang dinamika pasar, perilaku pasar, tingkat kompetisi yang terjadi dan sebagainya. Pendek kata, mereka tahu secara mendalam tentang ceruk - ceruk pasar. Paham tentang apa dan bagaimana cara yang efektif dan efisien untuk bisa bermain dengan cantik pada setiap ceruk pasar.

Ketika inovasi tanpa henti menciptakan peluang dan kesuksesan bisnis yang tumbuh secara masif, maka kesuksesan di awal memungkinkan mereka untuk menggalang dana, dan melemparkan produk baru yang inovatif ke pasar. Mereka lantas memobilisasi sumber daya, memperkerjakan teman-temannya menghimpun tim superstar dan siap untuk go global.

The future of work yang coba ditumbuhkan adalah kolaborasi. Dana masyarakat yang sudah di-install sebagai dana investasi yang dikelola oleh badan pengelola dana masyarakat menjadi incaran mereka untuk mem-funding kebutuhan investasi yang akan dilakukan sebagai mitra bisnis melalui model venture capital.

Tren ini yang sedang berlangsung hingga kini di negeri ini. Bagaimana kerja para pemasar ini di era sekarang. Jelas akan dilakukan secara terbuka oleh perusahaan e-commerce sekaliber Amazon, Alibaba Bukalapak dan sebagainya. Mereka yang bertempur di pasar. Mereka membangun big data karena secara teknologi informasi dunia yang semakin mengglobal, segala sumber daya akan dengan mudah, cepat dan akurat untuk diakses oleh pemasar atau oleh siapapun.

Di dunia global ini yang penting adalah having idea and a click in the internet world. Miliki ide, klik dan viola. Dunia akan membuka panggungnya bagi kita. Dalam ekonomi digital yang berkembang hingga kini, inilah yang diurus oleh perusahaan e-commerce sedunia menjaring produk apa saja untuk dipasarkan dimana milyaran penduduk khususnya kelas menengah tinggal and a click in the internet.

Inovator, investor, pemasar hakikatnya kini tampil bersama secara kolaboratif karena saling membutuhkan dan terkoneksi. Dalam era konsep industrial internet tampaknya pola hubungan yang terbentuk antara inovator yang kemudian muncul sebagai startup company dengan investor dan pemasar menjadi bersifat cetiris paribus, mutual recognize dan mutual benefit.

BERITA TERKAIT

BEI Targetkan 7000 Investor Baru di Solo

NERACA Solo - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Surakarta, Jawa Tengah menargetkan sebanyak 7.000 investor baru hingga akhir 2019 baik…

Pers Harus Independen dan Objektif

Pers Harus Independen dan Objektif NERACA Jakarta - Ketua Dewan Pers Yosep Adi Prasetyo menekankan yang dituntut dari lembaga pers…

Menjelang Pemilu Persediaan Gas LPG 3 KG, BBM dan BBK Aman - Hiswanamigas Sukabumi Bentuk Satgas Khusus

Menjelang Pemilu Persediaan Gas LPG 3 KG, BBM dan BBK Aman Hiswanamigas Sukabumi Bentuk Satgas Khusus NERACA Sukabumi - Himpunan…

BERITA LAINNYA DI BISNIS INDONESIA

Bianglala Keuangan Inklusif

Oleh: Agus Yuliawan Pemerhati Ekonomi Syariah Sebagai masyarakat demokrasi yang harus terlibat dalam partisipasi, publik dibuat bertanya – tanya, entah…

Menjawab Kasus Kartel

Oleh: Nailul Huda Peneliti Indef Dalam diskusi tempo hari, penulis sudah membeberkan fakta-fakta yang memperkuat dugaan penulis tentang adanya kartel…

Asuransi Kesehatan Kembali Merugi

    Oleh: Ambara Purusottama School of Business and Economic Universitas Prasetiya Mulya   Hingga akhir tahun 2018 lalu defisit…