Pengusaha Properti Tawarkan Solusi Beli Rumah

Pengusaha Properti Tawarkan Solusi Beli Rumah

NERACA

Jakarta - Pengusaha properti, Peony Tang mempunyai solusi bagi masyarakat yang ingin membeli rumah atau apartemen.

Salah satunya dengan menyisihkan uang yang selama ini kerap dibelanjakan untuk minum kopi di kafe-kafe."Kecenderungan masyarakat terutama kalangan milenial bersosialisasi dengan bertemu di kafe-kafe sudah menjadi bagian gaya hidup sehari-hari termasuk keinginan pengalaman hidup yang berbeda (life experiences) membuat mereka mengutamakan traveling dan sosialisasi sebagai tujuan hidup," kata Peony di Jakarta, Rabu (13/2).

Peony mengutip survei terbaru Ameritrade yang dilansir dari CNBC Make It yang menyebutkan, gaya hidup milenial seperti travelling dan liburan kerap jadi prioritas. Dilanjut dengan tren makan malam di luar atau sekedar "nongkrong-nongkrong" sambil "ngopi" di peringkat berikutnya untuk pengeluaran tertinggi. Peony yang juga Direktur Utama PT Setiawan Dwi Tunggal mengatakan, gaya hidup seperti itu tidak salah karena bertujuan untuk bersosialisasi dan mencari inspirasi. Asalkan kaum milineal bisa bijak dalam mengelola keuangan dan tidak terjebak pada gaya hidup yang boros.

"Pada dasarnya, kaum milenial cenderung untuk menekankan pada pengalaman hidup dan tidak terpikir untuk melakukan investasi untuk jangka panjang," ujar dia.

Peony mencontohkan, untuk secangkir kopi di kafe atau berbelanja pakaian, kaum milineal harus mengeluarkan biaya sekitar Rp50 ribu hingga Rp150 ribu. Kalau sebulan minimal Rp1,5 juta. Padahal dengan pengeluaran demikian, selama setahun, kalangan milenial sudah mampu membayar uang muka (DP) dan mencicil apartemen seharga Rp325 juta.

Peony mengatakan kalau gaya hidup kalangan milenial ini tidak berubah untuk memikirkan investasi jangka panjang maka akan semakin sulit untuk membeli hunian, mengingat harga properti yang terus merangkak naik. Bahkan sebuah studi menyebutkan bahwa dalam 10 tahun mendatang, harga hunian tak lagi terjangkau."Properti memang aset yang tak pernah turun, apalagi jika fasilitas dan lokasinya bagus, yang ada harga akan terus naik dan kian tak terjangkau di kantong," kata dia.

Peony mengatakan perusahaannya sangat tanggap dengan persoalan yang dihadapi kalangan generasi muda (milenial) yang ingin memiliki hunian. Untuk itu sudah dipersiapkan program cicilan uang muka yang disebut "Nabung DP" khususnya untuk apartemen The Parc di Pondok Cabel yang berlokasi di Selatan Jakarta.

Menurut Associate Director SouthCity, Stevie Faverius Jaya, melalui program ini, milenial hanya perlu mencicil uang muka 20 persen atau sekitar Rp3,3 jutaan sampai 24 kali. Setelah itu dilanjutkan dengan mencicil KPA sebesar Rp3 juta per bulan, yang artinya dalam satu hari, para calon konsumen hanya perlu menyisakan Rp 99,000 per hari.

Kalau dibandingkan dengan "ngopi" di kafe, belum lagi makan di mall dan aktivitas hiburan lainnya, mereka (milenial) bisa menghabiskan setidaknya Rp100-150 ribu per hari. Jika gaya hidup tersebut diubah menjadi menabung, maka mereka bisa mendapatkan satu unit apartemen dengan fasilitas dan infrastruktur yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

Menurut kajian Colliers, salah satu pilihan hunian bagi kaum milenials adalah apartemen. Hal ini karena apartemen dianggap lebih praktis dengan segala fasilitasnya mulai dari kafe hingga tempat pertemuan (meeting).

Faktor lain yang mendorong minat kaum milenial terhadap apartemen adalah sulitnya mendapatkan rumah tapak dengan harga terjangkau di ibu kota. Tren tersebut diperkirakan terus bergeser ke daerah penyangga yang tidak terlalu jauh dari ibu kota.

Apartemen menjadi pilihan karena kalangan muda saat ini menginginkan tempat tinggal yang dekat dengan aktivitas bisnis."Apalagi bila di sekitar apartemen terdapat ruang berbagi kantor (coworking space) yang bisa disewa secara harian atau bulanan," ujar Peony.

Kepraktisan dan fasilitas menjadi salah satu pertimbangan. Menurut Peony, milenial sangat terampil dengan teknologi dan cenderung memilih yang serba praktis. Apartemen merupakan solusi bagi gaya hidup yang sudah melekat pada kaum milenial. Mohar/Ant

BERITA TERKAIT

Industri Daur Ulang Solusi Atasi Sampah Plastik

Industri Daur Ulang Solusi Atasi Sampah Plastik NERACA Jakarta – Industri daur ulang di Indonesia menyatakan kesiapannya dalam menampung sampah…

PENGUSAHA KELUHKAN BEBAN PPH BADAN SAAT INI 25% - Presiden Janji Turunkan Tarif Pph Badan

Jakarta-Presiden Jokowi saat menghadiri deklarasi dukungan dari kalangan pengusaha di Istora Senayan, Jakarta, pekan lalu, berjanji menurunkan tarif pajak bagi…

BNI Dorong Generasi Milenial Miliki Rumah

  NERACA Surabaya - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk mendorong kaum milenial untuk mempunyai rumah melalui kemudahan sistem perbankan, salah…

BERITA LAINNYA DI HUNIAN

BTN Tingkatkan Literasi Properti Generasi Milenial Kota Malang

BTN Tingkatkan Literasi Properti Generasi Milenial Kota Malang NERACA Malang - PT Bank Tabungan Negara (BTN) Tbk berupaya untuk meningkatkan…

Pengurusan Sertifikat Apartemen di DKI Semakin Mudah

Pengurusan Sertifikat Apartemen di DKI Semakin Mudah NERACA Jakarta - CEO Kemang Village Reza Chatab menilai pengurusan sertifikat kepemilikan apartemen…

Pergub Pembinaan Pengelolaan Rusun Menimbulkan Keresahan

Pergub Pembinaan Pengelolaan Rusun Menimbulkan Keresahan NERACA Jakarta - Ahli hukum, Razman Arif Nasution menilai Peraturan Gubernur (Pergub) DKI Jakarta…