Desain Hotel Dituntut Agar

Desain Hotel Dituntut Agar "Instagramable"

NERACA

Jakarta - Wakil Ketua Umum Himpunan Desainer Interior Indonesia Dina Hartadi meminta desain interior hotel di Indonesia agar lebih "Instagramable" untuk lebih menarik tamu hotel.

"Sekarang karena ada Instagram, hotel dituntut untuk punya desain interior yang bagus karena difoto oleh orang-orang dimasukan ke Instagram," kata dia dalam jumpa pers pameran "Hospitality Indonesia" di Jakarta Selatan, Kamis (21/2).

Dia menambahkan sekarang ukuran luas kamar hotel tidak terlalu penting, cukup memenuhi kebutuhan fungsional dan memberikan suasana baru."Lobby hotel bukan lagi tempat yang hanya menerima tamu, tetapi juga sebagai tempat berkumpul, mengembangkan kreativitas," ujar dia.

Hal ini menjadi tugas bagi seluruh pekerja interior untuk menghadirkan sebuah tempat yang memiliki cerita dengan gaya yang berbeda-beda pada setiap tempatnya."Kami berharap dengan adanya pameran ini para produsen akan mengembangkan desain mereka mengikuti pasar, mengikuti tren," kata Ketua Indonesia Furniture Promotion Forum Erie Sasmito.

Pameran Hospitality Indonesia akan dilaksanakan pada 23-26 Oktober 2019 bertempat di Jakarta International Expo (JIEXPO) Kemayoran, Jakarta Pusat. Pameran Hospitality Indonesia akan diikuti oleh para peserta dari manufaktur, distributor furnitur, kerajinan maupun desainer interior. Hospitality Indonesia 2019 merupakan pameran gabungan tiga sektor utama, yakni Furniture & Craft Indonesia, Mozaik Indonesia dan Hotel Sourcing Indonesia.

Dalam pameran juga pengelola menggandeng Himpunan Desainer Interior Indonesia (HDII) dan Indonesia Furniture Promotion Forum (IFPF). Sehingga kehadiran Hospitality 2019 bisa menjadi sarana untuk mempertemukan pengusaha hotel dengan para pelaku bisnis terkait dalam rangka menghasilkan produk berkualitas untuk memenuhi kebutuhan hotel dan restoran dalam negeri.

"Ajang ini merupakan lanjutan seri dua dari Hospitality yang pertama pada tahun 2018. Kali ini kami hadir dengan target pengunjung yang lebih banyak, yakni 7.000 pengunjung, sedangkan pada tahun lalu hanya 5.000 pengunjung," kata Presiden Direktur PT Traya Indonesia Bambang Setiawan saat menjelaskan tentang ajang pameran Indonesia Hospitality & Design Expo di Jakarta Selatan, Kamis (21/2).

Bambang juga mengatakan bahwa pada "Hospitality" tahun ini akan berfokus pada tiga bagian, yakni furnitur, mozaik/kerajinan, interior dan peranti hotel."Perkembangan industri Hospitality yang sangat berkembang pesat selama empat tahun terakhir dan untuk exhibitor lebih banyak exhibitor lokal karena tujuan dari pameran ini ekspor, tapi tidak menutup exhibitor dari luar untuk bergabung dalam pameran ini," ujar Bambang.

Arvianti selaku Head of Marketing Event memaparkan bahwa pada pameran kali ini JIEXPO telah menyiapkan Hall A 1, 2, dan 3 yang luasnya 8.000 meter persegi. Arvianti yakin pameran ini akan lebih sukses dan ramai karena pada tahun ini Pameran "Indonesia Hospitality&Design Expo" bekerjasama dengan Indonesia Furniture Promotion Forum (IFPF) dan Himpunan Desainer Interior Indonesia (HDII). Mohar/Ant

BERITA TERKAIT

Agar Usaha Kecil Manfaatkan Teknologi Digital

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian gencar mendorong pelaku industri kecil dan menengah (IKM) di dalam negeri agar segera memanfaatkan teknologi…

Pendataan Luas Lahan Sawit Harus Dipertajam Agar Valid

  NERACA Jakarta - Persoalan pendataan yang akurat terhadap luas lahan kelapa sawit yang terdapat di seluruh Nusantara masih dipermasalahkan berbagai pihak sehingga…

Aparat Dituntut Lebih Tegas terhadap Pembajak Truk Tangki

Jakarta-Guru besar UI Prof. Budyatna mendukung kepolisian yang sudah menciduk dan menetapkan tersangka pembajakan truk tangki Pertamina. Dia meminta aparat…

BERITA LAINNYA DI HUNIAN

BTN Tingkatkan Literasi Properti Generasi Milenial Kota Malang

BTN Tingkatkan Literasi Properti Generasi Milenial Kota Malang NERACA Malang - PT Bank Tabungan Negara (BTN) Tbk berupaya untuk meningkatkan…

Pengurusan Sertifikat Apartemen di DKI Semakin Mudah

Pengurusan Sertifikat Apartemen di DKI Semakin Mudah NERACA Jakarta - CEO Kemang Village Reza Chatab menilai pengurusan sertifikat kepemilikan apartemen…

Pergub Pembinaan Pengelolaan Rusun Menimbulkan Keresahan

Pergub Pembinaan Pengelolaan Rusun Menimbulkan Keresahan NERACA Jakarta - Ahli hukum, Razman Arif Nasution menilai Peraturan Gubernur (Pergub) DKI Jakarta…