Pengembang Jatim Mulai Bidik Segmen Properti Milenial

Pengembang Jatim Mulai Bidik Segmen Properti Milenial

NERACA

Surabaya - Sejumlah pengembang yang menanamkan investasinya di bidang properti di wilayah Jawa Timur (Jatim) mulai membidik segmen properti milenial dengan lokasi yang tidak jauh dari Ibu Kota Provinsi Jawa Timur, Surabaya.

Managing Director Shoji Land, Eddy Tjawinoto ketika dikonfirmasi di Surabaya, Jumat (1/3), mengakui bahwa pada era sekarang pengembang harus menyadari sektor properti banyak didorong segmen milenial.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata milenial berkaitan dengan milenium, atau generasi yang lahir di antara 1980-an dan 2000, dengan ciri kehidupan generasi yang tidak dapat dilepaskan dari teknologi informasi, terutama internet atau media daring.

"Di sekitar Surabaya, Gresik dan Sidoarjo yang pas sebagai alternatif tempat tinggal nyaman dan terjangkau. Gresik secara industri cukup hot, karena kebutuhan hunian juga besar. Tapi kalau infrastruktur, Sidoarjo lebih siap menampung perumahan-perumahan baru di mana kelas menengah banyak dan membutuhkan tempat dengan harga terjangkau,'' kata dia.

Ia mengakui, kompetisi properti di segmen tersebut sangat ketat sehingga mendorong para pengembang properti untuk menyiapkan konsep yang sesuai dengan target market yang dipilih."Kami Podo Joyo Mahsyur melalui proyek Shoji Land kini membidik segmen milenial itu," kata dia menjelaskan.

Ia mengatakan, brand image maupun konsep harus kuat, sebab hal juga menjadi pertimbangan milenial dalam membeli rumah, selain lokasi atau wilayah.

Brand Conceptor Shoji Land, Evi Pringgodigdo mengatakan, segmen milenial memiliki kedekatan yang berbeda dengan generasi sebelumnya."Yang pertama soal harga, kedua lokasi, dan ketiga fungsi ruang. Saat ini milenial memiliki sudut pandang berbeda, mereka lebih ke arah lifestyle atau gaya hidup," kata dia.

Maka dari itu, kata dia, properti harus bisa menjawab tantangan itu, selain kebutuhan hunian, juga harus bisa mendukung gaya hidup para milenial."Nilai investasi masa depan juga menjadi totol ukur, jadi beli rumah saat ini bukan hanya untuk hari ini tapi bisa mendapatkan kenaikan value di masa depan,'' ujar dia.

Sebelumnya, Shoji Land mengembangkan hunian di Sidoarjo seluas sekitar 40 hektare. Pada tahap pertama, mereka mengembangkan 12 hektare, dan hingga kini sudah terjual sekitar 440 unit rumah, dengan mayoritas pembeli didominasi para milenial. Mohar/Ant

BERITA TERKAIT

Menperin: Milenial Penopang Ekonomi Digital

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendorong peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM) dalam memasuki era revolusi industri 4.0.…

Bank Jatim Dorong Pembiayaan Rumah Syariah

    NERACA   Jakarta - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) melalui Unit Usaha Syariah (UUS)…

BTEK Bidik Private Placement Rp 509,05 Miliar

Perkuat modal dalam mendanai ekspansi bisnisnya, PT Bumi Teknokultura Unggul Tbk (BTEK) bakal menggelar aksi korporasi penambahan modal tanpa hak…

BERITA LAINNYA DI HUNIAN

Investasi Properti Semakin Bergairah Usai Pengumuman Hasil Pemilu

Investasi Properti Semakin Bergairah Usai Pengumuman Hasil Pemilu NERACA Jakarta - Pengusaha properti menilai investasi di sektor properti akan semakin…

Pemindahan Ibu Kota Dinilai Akan Dorong Permintaan Hunian

Pemindahan Ibu Kota Dinilai Akan Dorong Permintaan Hunian NERACA Jakarta - Rencana pemindahan ibu kota ke luar Jawa yang disampaikan…

Okupansi Grand Inna Malioboro Meningkat Dibanding Ramadhan 2018

Okupansi Grand Inna Malioboro Meningkat Dibanding Ramadhan 2018 NERACA Yogyakarta - Okupansi atau tingkat hunian kamar Hotel Grand Inna Malioboro…