Jumlah Kunjungan Wisman Bulan Januari 2019 Meningkat

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) pada Januari 2019 mencapai angka 1,16 juta. Realisasi tersebut setara dengan 5,8 persen dari target pemerintah tahun ini yang mencapai 20 juta kunjungan. Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Yunita Rusanti, mengungkapkan jika dibandingkan Desember 2018, kunjungan wisman Januari turun 17,06 persen. "Penurunan ini merupakan pola musiman karena di Desember, (kunjungan wisman) sudah mengalami kenaikan sehingga Januari turun," ujar Yunita kepada para wartawan dikutip dari CNN Indonesia.com.

Kendati demikian, secara tahunan, kunjungan wisman mengalami kenaikan sebesar 5,5 persen dari 1,1 juta kunjungan pada Januari 2018. Menurut pintu masuk, ia melanjutkan, mayoritas wisman masuk melalui jalur udara dengan porsi 64 persen atau 743,9 ribu kunjungan. Kemudian jalur darat sebesar 17 persen atau 190,7 ribu wisman, dan jalur laut sebesar 19 persen atau 223,5 ribu kunjungan.

Pada jalur udara, jumlah kunjungan di Bandara Ngurah Rai, Soekarno-Hatta, dan Juanda mengalami penuran sebesar 8,72 persen, 7,35 persen, dan 10,29 persen jika dibanding pada bulan sebelumnya. Sementara untuk jalur laut, jumlah kunjungan pelabuhan di Pelabuhan Batam, Tanjung Uban, dan Tanjung Pinang juga mengalami penurunan sebesar 43,6 persen, 33,92 persen, dan 47,97 persen.

Di jalur darat, akses melalui Entikong dan Atambua mengalami penurunan sebesar 62,73 persen dan 43,45 persen. Namun, akses melalui Jayapura naik 38,01 persen.Berdasarkan asal negara, kenaikan terbesar berasal dari wisman China yang secara tahunan melonjak 73 persen dari 101,92 ribu menjadi 176,33 ribu.

Wisman asal China berkontribusi terbesar terhadap total wisman Januari 2019 sebesar 15,23 persen.Kenaikan juga terjadi pada wisman asal Singapura sebesar 21,26 persen menjadi 118,81 ribu dan Australia sebesar 8,97 persen menjadi 106,87 ribu. Sementara itu, wisman asal Malaysia anjlok -22,89 persen dari 207,12 ribu menjadi 159,71 ribu. Penurunan juga terjadi pada pelancong asal Timor Leste sebesar 7,31 persen dari 153,52 ribu menjadi 142,31 ribu.

Secara kawasan, wisatawan asal negara Asia selain ASEAN masih mendominasi mencapai 470,4 ribu kunjungan atau tumbuh 18,33 persen secara tahunan. Kemudian, wisman asal ASEAN hanya sebesar 375,9 ribu kunjungan, atau turun 35,96 persen karena penurunan turis Malaysia.

Selain itu, BPS juga mencatat tingkat hunian kamar hotel berbintang pada Januari 2019 sebesar 52,58 persen. Capaian itu turun 7,47 poin dibandingkan Desember 2018 namun naik 0,37 poin dibandingkan Januari 2018.

BERITA TERKAIT

Kredit Bermasalah UMKM Mencapai 3,79% di Januari 2019

NERACA Jakarta-Bank Indonesia mengungkapkan besaran kredit bermasalah (NPL) untuk sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) pada awal 2019 mengalami…

Ketua MPR - Pemilu 2019 Bukan Perang

Zulkifli Hasan Ketua MPR Pemilu 2019 Bukan Perang Lampung - Ketua MPR Zulkifli Hasan menegaskan, Pemilu 2019 telah menciptakan suasana…

BI : Posisi Kewajiban Investasi Internasional Meningkat

  NERACA Jakarta -  Posisi Investasi Internasional (PII) Indonesia pada akhir 2018 mencatat peningkatan net kewajiban, didorong oleh naiknya posisi Kewajiban…

BERITA LAINNYA DI WISATA INDONESIA

Ekowisata Kalimantan, Cara Pelesir Asyik di Paru-paru Dunia

Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, pada tahun 2014-2015 setidaknya 0,82 juta hektare (Ha) hutan Indonesia hilang pertahunnya akibat…

Natuna Resmi Berstatus Geopark Nasional

Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menyambut baik penetapan kawasan Geopark Nasional di Kabupaten Natuna. Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Riau, Arif…

Menyusuri Alam Tambrauw Papua Barat

Sebagai sebuah provinsi Papua Barat terbilang muda, namun bentang dan guratan alam di sini sudah sama tuanya dengan daerah-daerah eksotis…