7.000 Jurnal Ditargetkan Terakreditasi

Pemerintah menargetkan dapat mengakreditasi 7.000 jurnal secara nasional dalam jangka waktu dua tahun. Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti) Mohammad Nasir meminta peneliti dan kalangan dosen serta guru besar untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas riset yang dipublikasikan di jurnal nasional maupun internasional.

Mantan rektor Universitas Diponegoro ini menyebutkan, saat ini Indonesia baru memiliki 2.270 jurnal yang terakreditasi nasional. Sementara untuk memenuhi kebutuhan jurnal ilmiah nasional terakreditasi dan reformasi birokrasi pelayanan akreditasi jurnal ilmiah nasional diperlukan lebih dari 8.000 jurnal yang terakreditasi. Karena itu Menristek Dikti menerbitkan Permenristek Dikti No 9 Tahun 2018 tentang Akreditasi Jurnal Ilmiah.

Peraturan ini mengamanahkan lembaga akreditasi jurnal ilmiah bergabung di bawah Kemenristekdikti. Dengan terbitnya Permenristekdikti ini, maka dalam waktu dua tahun ditargetkan tersedia 7.000 jurnal terakreditasi nasional dengan enam peringkat, terwujudnya reformasi birokrasi penetapan akreditasi dari dua kali setahun menjadi enam kali, dan peningkatan peringkat akreditasi dapat diajukan setelah sekurang-kurangnya satu nomor terbitan baru.

Nasir menjelaskan, Kemenristek Dikti menerbitkan sertifikat baru bagi jurnal ilmiah yang telah diakreditasi oleh LIPI. Pengajuan akreditasi jurnal ilmiah menurut peraturan baru telah dimulai pada 1 Juni 2018. Masa pendaftaran akreditasi jurnal ilmiah dibuka sepanjang tahun. Demikian pula proses penilaian akreditasinya. Hasil akreditasi ditetapkan setiap dua bulan.

Masa akreditasi berlaku 5 tahun terhitung sejak nomor terbitan yang diajukan yang bernilai baik, bukan lagi sejak saat ditetapkan. Bagi jurnal ilmiah yang masih terbit dalam wujud cetak dan terkendala dalam penerbitan secara elektronik, Kemenristek Dikti bekerja sama dengan LIPI menyiapkan Rumah E-Journal Indonesia yang merupakan cloud aplikasi jurnal elektronik.

Fasilitas ini diberikan secara gratis sehingga pengelola jurnal tidak perlu memiliki sendiri server, aplikasi pengelolaan jurnal, dan tim ahli teknologi informasi. Untuk kendala referensi yang berkualitas secara nasional, Kemenristek Dikti sudah menyiapkan Garuda (Garba Rujukan Digital) yang mengintegrasikan jurnal yang terbit secara elektronik serta melanggankan database jurnal internasional.

BERITA TERKAIT

Produksi Mobil Listrik Ditargetkan Capai 400 Ribu Unit

Berkembangnya tren industri mobil listrik di kancah global, Indonesia menargetkan produksi mobil bertenaga listrik bisa mencapai 20 persen dari total…

Proyek Kereta Cepat Ditargetkan Rampung 2020

    NERACA   Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini M. Soemarno memastikan pembangunan Proyek Kereta Cepat…

Dinas Perikanan Tangerang Gandeng Swasta Tanam 200.000 Bakau

Dinas Perikanan Tangerang Gandeng Swasta Tanam 200.000 Bakau NERACA Tangerang - Aparat Dinas Perikanan Kabupaten Tangerang, Banten, menggandeng pihak swasta…

BERITA LAINNYA DI PENDIDIKAN

Merajut Jaring Literasi Baca Anak

    "Halo, perkenalkan, namaku Ceta. Aku mau ajak teman-teman di sini untuk bermain tebak-tebakan. Mulai dari kelompok perempuan dulu,…

Tips Mengajak Anak Berpuasa

    Memasuki Ramadan, maka umat Islam akan mulai ibadah puasa. Tidak jarang anak-anak yang sedang dalam masa pertumbuhan pun…

Pentingnya Peran Peneliti untuk Mitigasi Bencana

  Kepala Pusat Penelitian Kemasyarakatan dan Kebudayaan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Sri Sunarti Purwaningsih menilai pentingnya peran peneliti dan…