Rutin Sarapan Bikin Otak Cerdas

Sarapan jadi 'bensin' tubuh untuk melakukan berbagai aktivitas. Bagi anak-anak, sarapan jelas berperan penting bagi tumbuh kembang fisik sekaligus kecerdasan mereka. Sebuah penelitian membuktikan bahwa anak yang rutin sarapan memiliki nilai rata-rata akademik yang lebih tinggi dibandingkan mereka yang jarang sarapan.

Penelitian ini dilakukan oleh spesialis konsultan gizi dan metabolik, dr I Gusti Lanang Sidiartha. Dia mengambil sampel sebanyak 178 siswa SD 1 Taro, Gianyar, Bali. Para siswa ditanya mengenai kebiasaan dan menu sarapan mereka. Hasilnya, sebanyak 51,7 persen siswa terbiasa sarapan dan sisanya tidak pernah sarapan. Dari sini, peneliti melihat nilai mereka di akhir semester. Dengan rata-rata nilai 71,7, sebanyak 45 persen anak yang sarapan memperoleh nilai di atas rata-rata.

"Mereka yang nilainya di atas rata-rata menu sarapannya lengkap [nutrisinya]. Untuk pemenuhan karbohidrat biasa dengan nasi atau variasi dengan mi, lauk pauk itu ikan, telur, daging ayam, dan sayur pun ada," jelas Lanang saat ditemui usai presentasi penelitian dalam acara Energen : Konsentrasi Ciptakan Mimpi di Sport Hall CGV, FX Sudirman Mall, dikutip dari CNN Indonesia.com.

Menurut dia, sarapan sangat penting sebab tubuh tidak memperoleh asupan apa pun saat tidur. Tubuh memiliki mekanisme mengeluarkan enzim leptin agar timbul rasa kenyang sehingga tidur tidak terganggu. Anak rata-rata sebaiknya tidur selama 6-8 jam. Saat bangun, maksimal 1-2 jam tubuh harus diberi asupan.

Untuk anak, sarapan akan menyediakan energi yang cukup, mencegah rasa lapar, menambah konsentrasi belajar, menambah daya serap, dan memberikan ketersediaan glukosa untuk menunjang aktivitas otak, khususnya saraf neurotransmiter.

Bahan makanan untuk sarapan dapat dikelompokkan jadi tujuh yakni, makanan pokok (biji-bijian, akar-akaran), kacang-kacangan, produk susu, daging, telur, makanan yang mengandung vitamin A, serta sayuran dan buah. Lanang berkata, dari tujuh kategori ini, paling tidak menu sarapan meliputi empat jenis termasuk makanan pokok.

Ahli neuroanatomi dan neurosains, Taufiq Pasiak mengatakan, otak manusia terus mengalami perkembangaan, bahkan hingga usia lanjut sekalipun. Perkembangan ini meliputi fisik dan kecerdasan. Taufiq berkata bahwa seorang anak tak boleh melewatkan pagi tanpa sarapan. Sarapan, kata dia, harus bersifat rutin. Jika kebiasaan sarapan dimulai sejak dini, maka kebiasaan itu akan terbawa hingga dewasa.

"Sarapan itu berpengaruh pada walking memory (memori jangka pendek). Selain itu, sarapan berpengaruh pada emosional dan kewaspadaan. Dengan sarapan, orang bisa tenang," kata dia dalam kesempatan serupa.

Di sisi lain, Sudah banyak orang tahu bahwa sarapan tak layak untuk dilewatkan. Tanpa sarapan, tubuh akan kekurangan energi. Selain itu, penelitian teranyar menunjukkan bahwa sarapan mampu menekan risiko diabetes tipe-2.

Hasil penelitian yang dipublikasikan dalam The Journal of Nutrition itu menyimpulkan bahwa kebiasaan melewatkan sarapan dikaitkan dengan risiko lebih tinggi terserang diabetes tipe-2. Studi yang dilakukan sejumlah peneliti asal Jerman itu dilakukan terhadap 96 ribu peserta. Penelitian mencakup enam penelitian terpisah.

Mengutip Healthline, studi menemukan, melewatkan sarapan sekali dalam sepekan dapat meningkatkan risiko diabetes tipe-2 hingga 6 persen. Jumlahnya semakin meningkat hingga 55 persen ketika seseorang melewatkan sarapan sebanyak empat hingga lima kali dalam sepekan.

Sejumlah ilmuwan mengatakan bahwa hasil penelitian ini bukan lagi barang baru. Beberapa penelitian sebelumnya memperlihatkan bahwa kebiasaan melewatkan sarapan dapat menyebabkan lebih banyak resistensi insulin. Nama terakhir ini merupakan kondisi yang membuat seorang penderita diabetes tipe-2 membutuhkan lebih banyak insulin untuk menurunkan kadar gula darah.

"Beberapa penelitian juga mengaitkan kebiasaan melewatkan sarapan dengan peningkatan gula darah," ujar ahli diet dari Ohio University, Jenna Freeman Scudder.

Kesadaran minim

Sayangnya, tak semua orang sadar akan pentingnya sarapan. Sebuah jajak pendapat menemukan bahwa 53 persen orang Amerika Serikat melewatkan sarapan setidaknya sekali dalam sepekan. Sementara 12 persen di antaranya sama sekali tak sarapan.

Sebagian besar beralasan bahwa mereka tak memiliki waktu yang cukup untuk sarapan. Alih-alih mengganti sarapan sehat di rumah, mereka justru menyempatkan diri mampir ke restoran cepat saji untuk menyantap beberapa sajiannya. "Memulai hari dengan makanan yang tidak sehat bukan ide yang baik," ujar Scudder.

Untuk mengatasinya, Scudder merekomendasikan Anda untuk menjadikan oatmeal sebagai menu sarapan harian. Makanan satu ini dianggap sebagai pilihan sehat lantaran kandungan serat yang ada di dalamnya dapat membantu memberikan perasaan kenyang sekaligus mengurangi kolesterol. "Hindari jenis oatmeal beraroma yang mengandung gula ekstra," kata Scudder. Jika oatmeal dirasa terlalu hambar, Scudder menyarankan Anda untuk mencampurnya dengan madu, buah segar, atau kacang-kacangan.

BERITA TERKAIT

Harga Tiket Pesawat Mahal Bikin Pariwisata Bangka Belitung Meredup

Harga Tiket Pesawat Mahal Bikin Pariwisata Bangka Belitung Meredup NERACA Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) belum lama ini mengunjungi…

Angkutan Barang Pakai Kereta Bikin Penghematan Rp3,5 Triliun

  NERACA   Jakarta - Penghematan peralihan angkutan barang dari moda jalan raya ke jalur kereta api bisa mencapai Rp3,5…

Masifnya Penerbitan SBN Diklaim Tak Bikin Likuiditas Mengetat

      NERACA   Jakarta - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menepis anggapan bahwa masifnya penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) sejak…

BERITA LAINNYA DI KESEHATAN

Nutrisi Tepat Bisa Cegah Stunting

Debat Pilpres 2019 antara cawapres nomor urut 01 Ma'ruf Amin dan cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno membahas salah satu…

Konsumsi Minuman Manis Tingkatkan Risiko Kematian

Kebiasaan mengonsumsi minuman manis harus dikurangi jika Anda ingin hidup lebih lama. Studi terbaru menunjukkan minuman manis dapat meningkatkan risiko…

Kacang Terbaik Penurun Kadar Kolesterol

Sebagian orang masih menganggap kacang sebagai makanan asin, berlemak, dan berkalori tinggi. Namun, sejumlah ahli gizi telah menyimpulkan bahwa kacang…