Eximbank Siapkan Dana Rp 1,65 Triliun - Lunasi Obligasi Jatuh Tempo

NERACA

Jakarta - Lembaga Pembiayaan Eskpor Indonesia (LPEI)a atau Indonesia Eximbank menyatakan telah menyiapkan dana sejumlah Rp1,65 triliun guna membayar pokok obligasi PUB IEB II tahap VII tahun 2016. Informasi tersebut disampaikan perusahaan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Kata Kepala Divisi Financial Institution & Treasury Eximbank, Emalia Tisnamisastra, obligasi tersebut akan jatuh tempo pada Selasa (19/02) pekan depan. Dana tersebut telah disiapkan dan akan dibayarkan kepada para pemegang obligasi pada saat tanggal jatuh tempo.”Dana yang telah kami sediakan untuk pembayaran pokok obligasi tersebut adalah sebesar Rp1.65 triliun sesuai dengan jumlah pokok obligasi yang akan jatuh tempo,”ujarnya.

Menurut penjelasan Emalia, dana yang akan dibayarkan tersebut kini ditempatkan pada berbagai instrumen keuangan yang likuid, salah satunya adalah penempatan di bank.“Pemenuhan kewajiban keuangan secara tepat waktu dan tepat jumlah merupakan komitmen Manajemen Indonesia Eximbank,”paparnya.

Sebagai informasi, selama ini mayoritas pendanaan Eximbank berasal dari mekanisme pasar. Baik itu lewat penerbitan obligasi maupun pinjaman baik dari dalam atau luar negeri. Dengan tren kenaikan biaya pendanaan, maka makin berat tantangan Eximbank untuk menjaga bunga pembiayaan tetapkompetitif. Artinya, Eximbank mesti memutar otak untuk mencari dana murah agar bisa memberikan bunga pembiayaan yang kompetitif kepada debitur. "Kami sedang mencari peluang untuk memanfaatkan lebih banyak dana-dana non mekanisme pasar," kata Direktur Pelaksana III Eximbank, Raharjo Adisusanto.

Raharjo belum mau menyebutkan sumber-sumber dana non mekanisme pasar tersebut. Namun yang pasti dirinya menyebut untuk bisa memanfaatkannya, diperlukan aturan khusus dari pemerintah. Dana non mekanisme pasar yang selama ini sudah cukup banyak dimanfaatkan Eximbank adalah Penyertaan Modal Negara alias PMN. Biasanya PMN ini diberikan untuk mendukung penugasan khusus semisal di program national interest account (NIA).

Walau masih diselimuti tantangan, dia optimistis target pertumbuhan outstanding pembiayaan lembaganya bisa terpenuhi. Sampai tutup tahun 2018, Eximbank menargetkan outstanding pembiayaan bisa menembus Rp 112 triliun. Sementara sampai September, nilainya sudah mencapi Rp 108,8 triliun. "Kami masih optimistis karena dari sisi pendanaannya pun sudah kami siapkan," ungkapnya.

BERITA TERKAIT

Pacu Penjualan Rumah Murah - Hanson Bidik Dana Rights Issue Rp 8,78 Triliun

NERACA Jakarta – Perkuat modal guna menggenjot pertumbuhan bisnis penjualan rumah murah, PT Hanson International Tbk (MYRX) bakal menggalang pendanaan…

Optimalkan Tiga Lini Bisnis Baru - Mitra Investindo Siapkan Capex US$ 3 Juta

NERACA Jakarta – Menjaga keberlangsungan usaha pasca bisnis utama terhenti pada akhir tahun lalu, PT Mitra Investindo Tbk (MITI) bakal…

Lepas 6,2 Juta Saham BSDE - Muktar Widjaja Raup Dana Rp 9,20 Miliar

NERACA Jakarta – Terkoreksinya kinerja keuangan PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) di 2018, membuat emiten properti ini bekerja keras…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Astrindo Raih Pendapatan US$ 27,16 Juta

NERACA Jakarta – Sepanjang tahun 2018 kemarin, PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) membukukan pendapatan sebesar US$27,16 juta atau melesat…

Optimalkan Tiga Lini Bisnis Baru - Mitra Investindo Siapkan Capex US$ 3 Juta

NERACA Jakarta – Menjaga keberlangsungan usaha pasca bisnis utama terhenti pada akhir tahun lalu, PT Mitra Investindo Tbk (MITI) bakal…

Laba Betonjaya Melesat Tajam 144,59%

Di tahun 2018, PT Betonjaya Manunggal Tbk (BTON) mencatatkan laba tahun berjalan senilai Rp27,81 miliar atau naik 144,59% dibandingkan periode…