BEI Siap Bantu Rencana IPO Persija Jakarta

NERACA

Jakarta - Rencana klub sepak bola Persija Jakarta go public, disambut baik PT Bursa Efek Indonesia (BEI) dan membantu rencana tersebut pada tahun ini.”Kami siap mendukung dan membantu prosesnya lebih baik. Ini kan pionir, pasti ada proses yang harus betul-betul dipastikan supaya mereka tidak kesulitan,”kata Direktur Pengembangan BEI, Hasan Fawzi di Jakarta, kemarin.

Menurutnya, rencana penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO) Persija sebagai sebuah langkah maju. Pasalnya, dengan menjadi perusahaan terbuka yang tercatat di bursa, hal tersebut tidak hanya dapat mendorong kinerja Persija tapi juga diharapkan dapat meningkatkan aspek tata kelola dan akuntabilitas di mata publik. Apalagi untuk segmen industri Persija yang kepemilikan dan keterikatannya dengan publik cukup tinggi.

Hasan menuturkan, secara umum BEI pernah membahas soal kemungkinan industri kreatif, termasuk Persija, untuk dapat masuk ke pasar modal. Dirinya menilai, industri kreatif perlu dibantu dari sisi kepatuhan (compliance) dan pemenuhan standar akuntansinya.”Karena ini industrinya unik ya. Kami juga sebetulnya ada pembicaraan dengan Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI) untuk katakanlah nanti akan terbit semacam standar akuntansi untuk industri kreatif,”ujarnya.

Untuk dapat melakukan IPO layaknya perusahaan lain yang sudah tercatat di BEI, Persija juga harus memenuhi persyaratan pencatatan saham di BEI baik dari sisi bentuk badan hukum, masa operasional, laba usaha, aset bersih yang dapat diukur (net tangible aset), dan pendapat laporan keuangan audit dua tahun terakhir.”Sekarang persyaratannya sama, tidak ada pembedaan secara khusus. Nanti apakah mereka layak katakanlah di papan utama atau pengembangan, kita lihat prosesnya," kata Hasan.

Dia menambahkan, rencana IPO Persija ini dapat menjadi inspirasi baik bagi klub sepak bola lainnya atau industri kreatif lainnya, yang selama ini memiliki nilai (value) di mata publik luas karena memiliki basis penggemar fanatik dan besar.”Di balik penggemar yang besar itu, ada 'value' karena fanatisme publik pendukungnya sebetulnya secara 'going concern' atau prospek pertumbuhan jangka panjang itu cukup menjanjikan. Tinggal tata kelola dan transparansi informasi ke publik, terutama dalam konteks kinerja keuangan harus kita benahi," jelas Hasan.

Sebelumnya, Direktur Utama Persija Kokoh Afiat mengatakan Persija akan melantai di bursa saham dengan melakukan IPO sebelum akhir Desember 2019. Dengan berada di bursa saham, Persija berharap dapat menambah pundi-pundi pendapatan mereka yang beberapa tahun terakhir dinilai "merah".

BERITA TERKAIT

Lepas 414 Juta Saham Ke Publik - Telefast Indonesia Bidik Dana IPO Rp 80 Miliar

NERACA Jakarta – Dorong pertumbuhan emiten di pasar modal, PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS) bakal membawa anak usahanya PT…

Sekretariat Dewan Berikan Sosialisasi Pelantikan 35 Anggota DPRD Sukabumi Terpilih - BJB Cabang Sukabumi Siap Melayani Dewan

Sekretariat Dewan Berikan Sosialisasi Pelantikan 35 Anggota DPRD Sukabumi Terpilih  BJB Cabang Sukabumi Siap Melayani Dewan NERACA Sukabumi - Sekretariat…

KPK Bantu Selamatkan Aset BMD dan Piutang Pajak Sultra Rp1,2 Triliun

KPK Bantu Selamatkan Aset BMD dan Piutang Pajak Sultra Rp1,2 Triliun   NERACA Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membantu Pemerintah…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Debat Calon Ketum HIPMI - Para Peserta Unjuk Kepiawan Memimpin

Menjelang munas Himpunan pengusaha muda Indonesia (HIPMI) ke XVI tanggal 16 September 2019 mendatang, 4 Calon Ketua Umum (Caketum) HIPMI,…

Lepas 414 Juta Saham Ke Publik - Telefast Indonesia Bidik Dana IPO Rp 80 Miliar

NERACA Jakarta – Dorong pertumbuhan emiten di pasar modal, PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS) bakal membawa anak usahanya PT…

Lunasi Utang Jatuh Tempo - APLN Berharap Suntikan Pemegang Saham

NERACA Jakarta – Dalam rangka menyehatkan kinerja keuangan dan termasuk memangkas beban utang, PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) terus…