Pasar Modal Optimalkan Kerjasama Dana Pensiun - Kejar Pertumbuhan Investor

NERACA

Jakarta – Pacu pertumbuhan investor pasar modal lebih besar lagi, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali mengoptimalkan kerjasama dengan dana pensiun,”Saat ini BEI bekerja sama dengan Asosiasi Dana Pensiun Indonesia (ADPI) untuk menggenjot jumlah investor sebesar 20 % dari total dana kelolaan dana pensiun (dapen) untuk dialokasikan ke instrumen saham,”kata Direktur Pengembangan BEI, Hasan Fawzi di Jakarta, kemarin.

Disampaikannya, saat ini sudah ada kerja sama antara BEI dengan asosiasi dana pensiun. Kemarin juga sudah menjalin MoU dengan pengelola reksa dana. Maka lewat kerjasama tersebut, BEI akan menyasar calon-calon investor institusi baik di instrumen saham maupun lainnya, terutama misalnya reksa dana.

Dia menjelaskan, tujuan kerja sama tersebut dilakukan untuk memberikan pemahaman yang baik terhadap industri pasar modal terutama pentingnya berinvestasi di bursa saham, karena selama ini menurutnya keterlibatan ADPI masih sangat minim sebagai investor institusi. Asal tahu, porsi alokasi dapen di pasar saham saat ini masih mencapai 11% dari yang ditargetkan sebesar 20% di tahun ini. “Kita berikan pemahaman bahwa kalau raisingnya tahun ini harusnya di angka minimal 20% dari alokasi, karena sekarang baru sekitar 11% sampai 12%," paparnya.

Kemudian dalam menggenjot pertumbuhan transaksi di pasar modal, BEI bakal merilis tiga kategori indeks baru. Menurut Hasan, dengan indeks baru ini diharapkan rata-rata nilai transaksi harian bisa tumbuh 10%. Target tersebut diharapkan bisa teralisasi secara bertahap, sehingga nilai transaksi di bursa bisa menyentuh angka setinggi-tingginya. Hal tersebut, juga perlu disertai dengan pemenuhan pasokan dan produk yang bervariasi di pasar modal, dengan didorong permintaan dari pelaku pasar.

Sepanjang 2019, BEI berencana untuk menerbitkan tiga kategori indeks. Pertama, indeks tematik yang mengarah pada environment, sosial dan government. Kedua, menambah jumlah indeks syariah, di mana saat ini baru ada dua indeks, dan ketiga adalah indeks sektor. “Paling memungkinkan untuk dirilis lebih awal adalah indeks tematik, disusul indeks sektor. Kalau syariah kelihatannya harus lebih hati-hati, karena kita enggak mau hanya jadi sekadar indeks. Kita akan serius untuk bisa diluncurkan tahun ini,” tuturnya.

Selain itu, Hasan menjelaskan bahwa langkah masive yang dilakukan BEI untuk melahirkan indeks indeks baru, salah satunya untuk bisa menjadi acuan kinerja bagi pengelola dana. Kemudian, secara bertahap keberagaman indeks bakal menjadi tahap awal bagi bursa untuk melakukan pengembangan produk berikutnya.

Hasan mengungkapkan, dengan banyaknya pilihan indeks diharapkan akan menjadi infrastruktur awal bagi regulator dalam mendorong peningkatan likuiditas derivatif market, karena adanya kebutuhan underlying ke indeks. Sebagai gambaran, dari total SID 2018 yang berkisar 850.000 investor, sebanyak 40.000 aktif meakukan transaksi harian, sedangkan 140.000 tercatat aktif melakukan transaksi bulanan. “Dengan banyaknya indeks, total dana kelolaan di pasar juga akan meningkat bertahap, sekaligus mendoronng minat investor untuk berinvestasi,” tandasnya.

BERITA TERKAIT

Lepas 414 Juta Saham Ke Publik - Telefast Indonesia Bidik Dana IPO Rp 80 Miliar

NERACA Jakarta – Dorong pertumbuhan emiten di pasar modal, PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS) bakal membawa anak usahanya PT…

KERJASAMA

CEO Bank Muamalat Achmad K. Permana (kanan) bersama Direktur Bisnis Ritel Bank Muamalat Purnomo B. Soetadi, dan Head of Public…

Realisasi Belanja Modal Indofood Capai 28,57%

NERACA Jakarta –Sampai dengan semester pertama 2019, realisasi belanja modal PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) mencapai Rp 2,2 triliun…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Debat Calon Ketum HIPMI - Para Peserta Unjuk Kepiawan Memimpin

Menjelang munas Himpunan pengusaha muda Indonesia (HIPMI) ke XVI tanggal 16 September 2019 mendatang, 4 Calon Ketua Umum (Caketum) HIPMI,…

Lepas 414 Juta Saham Ke Publik - Telefast Indonesia Bidik Dana IPO Rp 80 Miliar

NERACA Jakarta – Dorong pertumbuhan emiten di pasar modal, PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS) bakal membawa anak usahanya PT…

Lunasi Utang Jatuh Tempo - APLN Berharap Suntikan Pemegang Saham

NERACA Jakarta – Dalam rangka menyehatkan kinerja keuangan dan termasuk memangkas beban utang, PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) terus…