Investasi Saham Syariah Banyak Digemari - Dinilai Lebih Pruden

NERACA

Jakarta – Geliat pertumbuhan industri pasar modal syariah semakin pesat seiring dengan tumbuh literasi keuangan di masyarakat. Apalagi, PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mengungkapkan bahwa 60% saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) sudah syariah.” Sekarang itu 60% saham sudah syariah dari kapitalisasi pasar Rp 7.000 triliun. Selain itu sistem online tradingnya juga sudah ada 13 SOTS syariah,”kata Direktur Utama Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), Friderica Widyasari Dewi di Jakarta, kemarin.

Diakuinya, pasar saham syariah saat ini juga terus berkembang pesat. Terbukti sudah ada 60% saham bersifat syariah. Dari data yang diperoleh, saat ini ada dua kategori investor syariah. Pertama, investor yang mulai dari broker, rekening hingga saham yang ditransaksikan syariah. Kedua, investor konvensional yang hanya berinvestasi di saham syariah.

Pada 2019, Friderica melihat potensi pertumbuhan pasar syariah ini sangatlah besar. Salah satu faktornya adalah mayoritas penduduk Indonesia adalah muslim. Selain itu, Frederica juga mengungkapkan, banyak keunggulan yang dimiliki dalam investasi saham syariah.”Investasi syariah ini tidak cuma digemari muslim, tapi yang non muslim juga. Karena saham syariah lebih pruden, tidak ada bank konvensional jadi kalau ada gejolak yang rentan bisa diminimalisir. Perkembangan Jakarta Islamic Indeks saja biasanya lebih bagus dari LQ45,"ungkapnya.

Hal senada juga disampaikan Kepala Divisi Pasar Modal Syariah Bursa Efek Indonesia, Irwan Abdalloh. Disampaikannya, investasi syariah di pasar modal akan terus tumbuh. Apalagi, saat ini investor saham syariah sudah mencapai 50 ribu. Pada akhir 2019, Irwan yakin bisa mencapai 100 ribu investor. "Sekarang investor syariah 50 ribuan. Akhir tahun bisa 100 ribu saja sudah luar biasa dan saya optimistis," kata Irwan.

Saat ini, lanjut Irwan, market share pasar modal syariah sebesar 5,2%. Padahal target pada 2021 sebesar 5%. Pada 2018 target itu sudah tercapai. Kemudian trading value saat ini sebesar Rp 1,9 triliun dalam setahun. Dia optimistis melihat masih generasi produktif yang banyak hijrah ke invetasi syariah.

Adapun pada akhir 2018, kata Irwan, jumlah investor pasar modal syariah sebanyak 44 ribu. Angka tersebut sebanding dengan 5,2 persen dari total investor pasar modal.

BERITA TERKAIT

Lebih Meriah, Gelaran Kedua ISSOM Night Race 2019

Lebih Meriah, Gelaran Kedua ISSOM Night Race 2019 NERACA Jakarta - Sukses digelar pertama kali pada tahun lalu, Event bergengsi…

Lepas 414 Juta Saham Ke Publik - Telefast Indonesia Bidik Dana IPO Rp 80 Miliar

NERACA Jakarta – Dorong pertumbuhan emiten di pasar modal, PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS) bakal membawa anak usahanya PT…

Lunasi Utang Jatuh Tempo - APLN Berharap Suntikan Pemegang Saham

NERACA Jakarta – Dalam rangka menyehatkan kinerja keuangan dan termasuk memangkas beban utang, PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) terus…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Debat Calon Ketum HIPMI - Para Peserta Unjuk Kepiawan Memimpin

Menjelang munas Himpunan pengusaha muda Indonesia (HIPMI) ke XVI tanggal 16 September 2019 mendatang, 4 Calon Ketua Umum (Caketum) HIPMI,…

Lepas 414 Juta Saham Ke Publik - Telefast Indonesia Bidik Dana IPO Rp 80 Miliar

NERACA Jakarta – Dorong pertumbuhan emiten di pasar modal, PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS) bakal membawa anak usahanya PT…

Lunasi Utang Jatuh Tempo - APLN Berharap Suntikan Pemegang Saham

NERACA Jakarta – Dalam rangka menyehatkan kinerja keuangan dan termasuk memangkas beban utang, PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) terus…