Persija Bakal “Merumput” di Pasar Modal - Perkuat Kondisi Keuangan

NERACA

Jakarta – Impian klub sepak bola di Indonesia bisa mandiri dan memiliki neraca keuangan yang solid terus dilakukan dengan rencana melakukan penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO). Hal inilah yang bakal dilakukan Persija Jakarta dengan rencanakan IPO atau go public di pasar modal.

Direktur Utama Persija, Kokoh Afiat mengatakan, rencana pencatatan saham di pasar modal merupakan bagian dari ekpansi korporasi. Jika terwujud dalam waktu dekat, Persija Jakarta akan menjadi tim pertama di Indonesia yang melakukan go public.”Kalau memang tidak ada yang menyalip, kemungkinan kami akan jadi tim pertama. Tapi, beberapa langkah dan strategi masih kami susun bersama direksi. Untuk sementara, memang sudah dimulai,” katanya di Jakarta, kemarin.

Disampaikannya, sebelum akhir Desember 2019 IPO ini terjadi. Pasalnya, dengan menjadi perusahaan terbuka dan tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) bisa diikuti oleh klub-klub lain di Indonesia. Tujuannya jelas, yakni menjunjung tinggi transparansi dan masyarakat bisa ikut memiliki saham. Rencana pengembangan klub memang sudah dipaparkan oleh Gede Widiade ketika memutuskan mundur dari jabatannya sebagai direktur pekan lalu.

Dia mengatakan, tujuannya adalah agar tim ibu kota bisa lebih kuat dari segi kemandirian. Kokoh melanjutkan, ke depannya harus ada keseimbangan di neraca keuangan klub. Menurutnya, hal tersebut merupakan pondasi dasar menuju kondisi finansial Persija Jakarta yang sehat, tidak seperti beberapa tahun lalu.“Untuk pembukuan selama 2018 ada sekitar di angka Rp 75 milia. Konsep saya adalah seluruh pendapatan akan saya bukukan terlebih dahulu, baru nanti saya sesuaikan ke pengeluaran. Tapi tidak melakukan pembukuan untuk pendapatannya saja,”jelasnya.

Asal tahu saja, wacana dan niatan klub sepak bola di Indonesia menggelar IPO bukan kali pertama disampaikan Perjisa Jakarta. Sebelumnya ada klub sepak bola asal Persib Bandung dan Arema yang sudah menyampaikan rencana IPO. Namun hingga saat ini belum terealisasi dengan berbagai alasan. Kala itu, PT Persib Bandung Bermartabat tengah menyeleksi tiga calon penjamin pelaksana emisi (underwriter) untuk mendukung IPO.

Direktur PT Persib, Mohammad Farhan pernah bilang, penjamin emisi untuk menangani IPO Persib ada tiga sekuritas yang dijajaki. Dua sekuritas merupakan BUMN dan satunya swasta. Menurutnya, jika semua berjalan lancar maka pihaknya akan segera merealisaikan rencana IPO di semester II tahun 2017 atau di kisaran September hingga Oktober. Namun hingga saat ini belum terlaksana.

Bahkan Persin sudah menyebutkan, jumlah saham yang bakal dilepas sekitar 45% dengan target dana mencapai US$ 20 juta. Nantinya dana IPO yang diraih perseroan akan digunakan untuk kebutuhan pembangunan pusat pelatihan dengan mini stadion di lahan seluas 4 hektare. Selain itu, lanjut dia, pihaknya juga dapat menggunakan dana untuk pembelian pemain-pemain baru yang dapat melengkapi kesebelasan Persib di Liga Sepak Bola Indonesia.

BERITA TERKAIT

Terdistorsinya Ruang Pasar yang Luas

Oleh: Fauzi Aziz Pemerhati Ekonomi dan Industri   Ruang pasar (market space) adalah ruang "tanpa batas" secara ketika the world…

Tren IHSG Menguat Terbatas - Pelaku Pasar Menaruh Asa Presiden Terpilih

NERACA Jakarta – Pasca pemilihan umum (Pemilu) Presiden dengan diumumkannya presinden terpilih nanti, pelaku pasar modal menaruh asa bisa membawa…

Pertimbangkan Kondisi Pasar - Anak Usaha BUMN IPO di Paruh Kedua

NERACA Jakarat – Sejak pembukaan perdagangan di tahun 2019, baru tiga perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). Kondisi…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Astrindo Raih Pendapatan US$ 27,16 Juta

NERACA Jakarta – Sepanjang tahun 2018 kemarin, PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) membukukan pendapatan sebesar US$27,16 juta atau melesat…

Optimalkan Tiga Lini Bisnis Baru - Mitra Investindo Siapkan Capex US$ 3 Juta

NERACA Jakarta – Menjaga keberlangsungan usaha pasca bisnis utama terhenti pada akhir tahun lalu, PT Mitra Investindo Tbk (MITI) bakal…

Laba Betonjaya Melesat Tajam 144,59%

Di tahun 2018, PT Betonjaya Manunggal Tbk (BTON) mencatatkan laba tahun berjalan senilai Rp27,81 miliar atau naik 144,59% dibandingkan periode…