Antam Janjikan Memberi Imbal Hasil Positif - Harga Tembus Rp 1.060 Per Saham

NERACA

Jakarta – Masuknya PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dalam daftar indeks LQ45 dan IDX30 priode Februari- Juli 2019, mendapatkan respon positif dari manajemen. Direktur Keuangan ANTM, Dimas Wikan Pramudhito dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin menyampaikan, pengukuhan itu merupakan apresiasi positif para pemegang saham terhadap kinerja ANTM.”Kami optimis kinerja ANTM akan tetap solid dan memberi imbal hasil positif bagi pemegang saham dan pemangku kepentingan lainnya,”ujarnya.

Dengan keyakinan itu, jelas dia, saham ANTM terapreasi sejak awal tahun 2019 hingga tanggal 7 Februari 2019 yang menembus Rp1.060 per saham, atau naik 38% dibanding penutupan akhir Desember 2018 yang sebesar Rp765 per saham. Terus bergeraknya harga saham ANTM, disamping sentimen masih tumbuhnya harga emas dunia, membuat minat investor berinvestasi saham ANTM meningkat signifikan.

Data biro administrasi efek yang menyebutkan telah terjadi peningkatan 19% secara tahunan di akhir Januari 2019 menjadi 43.297 SID (single investor identification). Hal itu diikuti dengan peningkatan nilai saham periode Januari 2019, dimana rata-rata harga penutupan ANTM mencapai Rp965 persaham atau naik 5% dibanding rata-rata harga penutupan bulan Januari 2018 yang tercatat sebesar Rp915 persaham.

Selain itu, rata-rata volume perdagangan saham harian mencapai 114,45 juta saham dengan nilai transaksi harian sebesar Rp98,48 miliar.Asal tahu saja, melesatnya harga saham Antam juga ditopang dari membaiknya performance kinerja keuangan perseroan. Tercatat sepanjang tahun 2018 kemarin, Antam membukukan produksi feronikel 24.868 ton nikel dalam feronikel (TNi). Produksi itu tercatat naik 14% dibanding tahun 2017 yang tercatat sebesar 21.135 TNi.

perseroan juga mencatatkan produksi bijih nikel sebesar 9,31 wet metric ton (wmt) atau naik 67% dibandingkan tahun 2017 sebesar 5,57 juta wmt. Sedangkan produksi bijih bauksit sebesar 1,1 juta wmt, naik 70% dibanding produksi tahun 2017 sebesar 648 ribu wmt. Sementara itu, produksi emas tercatat 62.790 troy once atau turun 1% dibanding produksi tahun 2017 sebesar 63.240 troy once.

Pada sisi penjualan, ANTM menjual feronikel 24.135 TNi atau naik 10% dibanding tahun 2017 yang sebesar 21.878 TNi, bijih nikel sebesar 6.294.178 wmt atau naik 114% dibanding tahun 2017 yang sebesar 2.935.666 wmt, emas 908.515 troy once atau naik 114% dari tahun 2017 yang tercatat sebesar 13.202 troy once dan bauksit sebesar 965.492 wmt atau naik 15% dari tahun 2017 yang tercatat sebesar 838.069 wmt. Tahun ini, Antam mengangarkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp3,4 triliun.

BERITA TERKAIT

HASIL SEMENTARA PASLON JOKOWI-MA’RUF AMIN UNGGUL - Pemilu Aman, Citra Indonesia Makin Baik

Jakarta-Hingga Pk. 16.00 kemarin (17/4) proses perhitungan cepat (Quick Qunt) dari empat lembaga survei menunjukkan paslon Jokowi-Ma’ruf Amin untuk sementara…

Harga Gabah Kering Giling di Banten Naik 2,92 Persen

Harga Gabah Kering Giling di Banten Naik 2,92 Persen NERACA Serang - Harga Gabah Kering Giling (GKG) pada tingkat petani…

Penurunan Harga Batu Bara Pengaruhi Kinerja Ekspor Sumsel

Penurunan Harga Batu Bara Pengaruhi Kinerja Ekspor Sumsel NERACA Palembang - Tren penurunan harga batu bara di pasaran internasional sejak…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Astrindo Raih Pendapatan US$ 27,16 Juta

NERACA Jakarta – Sepanjang tahun 2018 kemarin, PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) membukukan pendapatan sebesar US$27,16 juta atau melesat…

Optimalkan Tiga Lini Bisnis Baru - Mitra Investindo Siapkan Capex US$ 3 Juta

NERACA Jakarta – Menjaga keberlangsungan usaha pasca bisnis utama terhenti pada akhir tahun lalu, PT Mitra Investindo Tbk (MITI) bakal…

Laba Betonjaya Melesat Tajam 144,59%

Di tahun 2018, PT Betonjaya Manunggal Tbk (BTON) mencatatkan laba tahun berjalan senilai Rp27,81 miliar atau naik 144,59% dibandingkan periode…