BEI Optimis Target 1 Juta SID Tercapai - Geliat Sekolah Pasar Modal

NERACA

Jakarta – Sejak hadirnya sekolah pasar modal untuk masyarakat, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menyebutkan keberadaan sekolah pasar modal memiliki peran besar dalam mendorong pertumbuhan jumlah investor. Tengok saja berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mengungkapkan, sepanjang tahun 2018 jumlah investor baru untuk instrumen saham telah mencapai 223.749 single investor identification (SID). Dimana 38,27% dari total penambahan investor baru tersebut di tahun 2018 dikontribusikan dari kegiatan sekolah pasar modal di seluruh Indonesia.

Berangkat dari keberhasilan tersebut, Direktur Utama BEI, Inarno Djajadi menaruh asa tahun ini pertumbuhan investor bisa lebih besar lagi dengan ditopang kegiatan sekolah pasar modal. Disampaikannya, tahun ini sekolah pasar modal masih menjadi program unggulan BEI dalam meningkatkan jumlah investor pasar modal. “Kami sangat optimis jumlah investor saham di tahun 2019 dapat melampaui angka 1.000.000 SID dari posisi per akhir Desember 2018 sebesar 852.240 SID” ujarnya di Jakarta, kemarin.

Disampaikannya, dengan meningkatnya jumlah investor domestik maka volatilitas pasar modal Indonesia akan semakin stabil dan semakin mencerminkan perekonomian Indonesia ke arah yang lebih baik lagi. Kemudian, lanjut Inarno, pihaknya memungkinkan untuk merevisi target nilai transaksi tahun ini seiring dengan meningkatnya jumlah transaksi di pasar modal. Sebelumnya, BEI menargetkan rata-rata nilai transaksi per hari berada di kisaran Rp 9 triliun.Hingga kemarin, nilai transaksi harian rata-rata 2019 mencapai Rp 10,52 triliun.

Kata Inarno, BEI berpeluang merevisi perkiraan rata-rata nilai transaksi harian seiring terus naiknya nilai transaksi harian. Adapun kemungkinan untuk melakukan revisi yakni di September dan Oktober 2019."Kami cukup optimistis, ketika kami merilis T+2 itu, (transaksi di bursa) signifikan naik, baik dari segi jumlah maupun frekuensinya,"ujarnya.

Menurut Inarno,T+2 cukup signifikan mendorong transaksi di bursa.Tahun lalu rata-rata frekuensi transaksi sekitar 328.000 kali, sekarang sudah mencapai 460.000-480.000 kali. BEI mengklaim, frekuensi transaksi bursa Indonesia tahun lalu tertinggi di antara negaa ASEAN dan melampaui Thailand.

Dengan begitu, harapannya jika nilai transaksi terus meningkat, BEI memiliki peluang untuk merevisi naik perkirakaan rata rata nilai transaksi harian hingga Rp 11 triliun. "Kalau memang pada saat perkembangan (nilai transaksi) cukup jauh, tentu kita harus revisi. Misalnya di Rp 10,5 triliun sampai Rp 11 triliun, tapi targetnya berapa kami enggak bisa ngomong," ujarnya.

Meskipun rata-rata nilai transaksi cenderung naik, BEI belum berencana untuk memberikan insentif tambahan bagi pasar modal, termasuk untuk memangkas biaya transaksi. Ini mengingat, kebutuhan pembiayaan bursa hingga akhir tahun masih cukup banyak. "Kami berusaha untuk semakin meningkatkan (transaksi), di samping itu kita masih banyak inisiatif-inisiatif yang memperlukan pembiayaan, seperti penambahan produk," jelasnya.

BERITA TERKAIT

Dukung Pasar Modal Syariah - Tren Layanan Wakaf Saham Bakal Tumbuh

NERACA Jakarta – Mengoptimalkan produk layanan pasar modal syariah, beberapa perusahaan manajer investasi terus berinovasi dengan menghadirkan layanan menjawab kebutuhan…

Sidang Bangun Cipta Kontraktor - PN Minta Lengkapi Legal Akta Perusahaan

NERACA Jakarta - Menyoal permohonan perusahaan asal Selandia Baru, H Infrastructure Limited (HIL) kepada Pengadilan Niaga (PN) pada Pengadilan Negeri Jakarta…

IPO Itama Ranoraya Oversubscribed 34,96 Kali

NERACA Jakarta – Penawaran umum saham perdana PT Itama Ranoraya mendapatkan respon positif dari investor. Dimana berdasarkan hasil penawaran di…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Gandeng Kerjasama HIPMI - ModalSaham Siap Bawa Perusahaan IPO

NERACA Jakarta – Dukung pertumbuhan industri pasar modal dengan mengajak pelaku usaha go public, ModalSaham sebagai perusahaan starup akan menggandeng…

Produksi Nikel Vale Indonesia Terkoreksi 6,81%

NERACA Jakarta –Besarnya potensi kenaikan permintaan nikel di pasar, PT Vale Indonesia Tbk (INCO) terus memacu produksi nikel, meskipun di…

Progres Pabrik di Sumses Capai 30% - Buyung Poetra Perbesar Kapasitas Produksi Beras

NERACA Jakarta – Meskipun tengah dihadapkan pada kondisi musim kemarau yang berkepanjangan, emiten produsen beras PT Buyung Poetra Sembada Tbk…