Perbankan Diminta Aktif Di Pembiayaan Infrastruktur

NERACA

Jakarta – Indonesia sedang giat-giatnya dalam membangun secara fisik yaitu infrastruktur. Anggaran ratusan triliun digelontorkan agar bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Pada tahun 2015, alokasi anggaran infrastruktur mencapai Rp 290 triliun atau melonjak 63% dibandingkan anggaran di tahun 2014. Pada tahun 2016, anggaran infrastruktur bertambah lagi menjadi Rp314 triliun, dimana porsi belanja Infrastruktur pemerintah pusat menjadi lebih kecil dan transfer ke daerah meningkat. Tahun 2017 kembali naik menjadi Rp 400,9 triliun, dan tahun 2018 meningkat menjadi Rp 409, 1 triliun.

Namun begitu, kebutuhan pembiayaan infrastruktur masih jauh dari angka tersebut. Besarnya biaya infrastruktur yang digelontorkan pemerintah, menjadi peluang bagi BUMN bidang karya/Infrastruktur maupun BUMN sektor pembiayaan untuk berperanserta dalam mendorong percepatan pembangunan infrastruktur.

Pemerintah pun harus mendorong peran serta badan usaha swasta (BUMS) untuk bekerjasama dengan BUMN dalam bentuk Kerjasama Pemanfaatan (KSP), Kerjasama Penyediaan Infrastruktur (KSPI), Kerjasama Pemerintah Badan Usaha (KPBU), dan lain-lain skema kerjasama. "Pemerintah juga harus mengurangi ketergantungan terhadap alokasi APBN, sehingga membuka peluang skema private investement fund kepada investor swasta, baik lokal maupun mancanegara," ungkap Ketua Pusat Studi BUMN Cyrillus Harinowo di Jakarta, Kamis (7/2).

Beberapa perbankan pun ikut andil dalam membangun Indonesia. PT Bank Mandiri Tbk misalnya yang mengaku dalam beberapa tahun terakhir portfolio pembiayaan infrastruktur terus meningkat terutama dari pesatnya pembangunan jalan tol. Catatan perseroan menunjukan, pada akhir tahun lalu total kredit infrastruktur Bank Mandiri sudah mencapai Rp 182,3 triliun dari limit Rp 285,4 triliun alias tumbuh 29,3% secara year on year (yoy). Bila dirinci, untuk jalan tol saja Bank Mandiri sudah menyalurkan kredit sebesar Rp 15,9 triliun sepanjang tahun lalu alias naik 108,1% yoy.

Selain Bank Mandiri, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) juga ikut merasakan besarnya pembiayaan infrastruktur. BNI misalnya tahun lalu sudah menyalurkan kredit ke sektor infrastruktur sebesar Rp 110,6 triliun atau tumbuh 11 % secara tahunan. Sementara BRI, per Desember 2018 tercatat menyalurkan kredit korporasi sebesar Rp 197,9 triliun. Dari jumlah tersebut, sebanyak Rp 106,6 triliun masuk ke perusahaan BUMN. Bila ditelisik, sebanyak 35% dari total kredit ke BUMN BRI masuk ke sektor infrastruktur.

Akan tetapi, perlu diperhatikan juga laporan dari Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) yang menyebut bahwa biaya pembangunan infrastruktur di Indonesia mencapai US$2.150 (Rp 30 juta) per meter. Dengan nilai tersebut, Indonesia berada di posisi keempat negara dengan biaya pembangunan termurah dari delapan negara yang diteliti AIIB. Posisi puncak dipegang oleh negara tetangga, Filipina, yang membutuhkan US$1.150 (Rp 16 juta) untuk membangun tiap meter proyek infrastruktur.

"Pengembangan infrastruktur di Indonesia sebagian besar dibiayai melalui utang berdenominasi rupiah. Biaya untuk pembiayaan infrastruktur di Indonesia bervariasi dan sangat bergantung pada beberapa faktor, seperti durasi dan sifat konsesi, tipe pembiayaan, sektor pengembangan infrastruktur, dan kualitas proyek," seperti dikutip dari laporan AIIB.

AIIB memperkirakan bunga pembiayaan infrastruktur akan meningkat dalam 12 bulan ke depan sebagian besar karena kenaikan suku bunga acuan di Indonesia. Bank Indonesia (BI) telah menaikkan bunga acuannya sebanyak enam kali dengan total kenaikan 175 basis poin sepanjang tahun lalu. Kenaikan suku bunga kebijakan BI akan berdampak juga pada besaran bunga pinjaman di perbankan maupun lembaga pembiayaan atau multifinance yang menyalurkan berbagai pinjaman untuk pembangunan infrastruktur.

BERITA TERKAIT

Komisi III DPR Diminta Pilih Hakim Konstitusi Sosok Baru

Komisi III DPR Diminta Pilih Hakim Konstitusi Sosok Baru NERACA Jakarta - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Prof Dr Jimly…

Pollux Properti dan BNI Sepakati Kerjasama Fasilitas Pembiayaan KPA - Permudah Konsumen Meisterstadt Batam

Pollux Properti dan BNI Sepakati Kerjasama Fasilitas Pembiayaan KPA Permudah Konsumen Meisterstadt Batam NERACA Jakarta - Pengembang properti PT Pollux…

Pollux Properti dan BNI Sepakati Kerjasama Fasilitas Pembiayaan KPA - Permudah Konsumen Meisterstadt Batam

Pollux Properti dan BNI Sepakati Kerjasama Fasilitas Pembiayaan KPA Permudah Konsumen Meisterstadt Batam NERACA Jakarta - Pengembang properti PT Pollux…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

BPR Diminta Bantu Kemajuan Daerah

    NERACA   Jakarta - Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengatakan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) harus terus mampu memberikan…

Tingkatkan Loyalitas Nasabah dengan CIMB Niaga Xtra Xpo

      NERACA   Jakarta - PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) kembali menggelar pameran perbankan ritel bertajuk…

Gandeng IKA ITS, BNI Life Tawarkan Program Asuransi

    NERACA   Jakarta - PT BNI Life Insurance (BNI Life) melakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara Ikatan Alumni…