Pembangunan Rumah Murah Juga Tanggung Jawab Swasta

Pembangunan Rumah Murah Juga Tanggung Jawab Swasta

NERACA

Jakarta - Anggota Komisi V DPR Yoseph Umarhadi menyatakan, pembangunan rumah murah bagi masyarakat berpenghasilan rendah tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga swasta sebagai pengembang.

Pembangunan rumah murah, kata dia, tidak hanya berbicara bisnis semata, tetapi juga nilai tanggung jawab sosial perusahaan."Rumah murah bagi MBR juga jadi tanggung jawab pengembang agar kesenjangan backlog perumahan bisa ditekan," ujar Yoseph dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu (6/2).

Menurut dia, pembangunan rumah murah merupakan amanat UU Tapera, di mana dalam undang-undang tersebut ada semangat gotong royong untuk menghadirkan rumah menengah kelas bawah bagi semua pengembang.

Diakuinya pula, saat ini pembangunan rumah murah bagi MBR oleh pengembang masih minim. Hal ini dikarenakan lemahnya penegakan hukum karena pengembang lebih memilih membayar kompensasi dengan membayar uang ketimbang membangun rumah murah karena harga tanah yang mahal tiap tahunnya."Namun yang pasti, saat ini masih banyak pengembang besar yang belum menyasar pembangunan proyek rumah murah," kata dia.

Sementara itu pengamat properti, F Rach Suherman menilai keterlibatan anak usaha Lippo Group melalui PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK) dalam pembangunan rumah murah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) turut membantu dalam program sejuta rumah yang di gagas pemerintah."Peran Lippo Cikarang dalam pembangunan rumah murah sangat bermanfaat bagi masyarakat, meski margin di bisnis ini kecil sehinga tidak menarik bagi lebih banyak pengembang," kata dia.

Terkait maraknya kemajuan kota-kota besar di Indonesia, Rach Suherman mengatakan, perlu didorong mengembangan kota mandiri tetapi seyogyanya tidak mengorbankan lahan produktif.”Pembangunan kota mandiri tidak bisa mundur," ujar dia.

Untuk itu, lanjut dia, pemerintah perlu mendorong perizinan yang berpihak kepada membangun vertikal melalui KLB yang besar (10-17), KDB yang terukur (40-50 persen) dan parameter yang lebih progresif untuk optimalisasi lahan.

Menyinggung pasar properti nasional, menurut dia, tahun ini hingga 2021 akan ditandai dengan jenis-jenis properti yang uptrend (lowrise apartment, permintaan 3-4 kamar, logistic park/gudang mini dan co-working space/virtual office diluar CBD), dan downtrend (townhouse di Jabodetabek, kondotel, office grade C).

Selanjutnya, kaum milenial belum akan menikmati insentif pasar sehingga masih akan jadi penonton lagi. Daya beli yang masih rendah dan prioritas belanja yang belum ingin beli rumah, tidak akan membuat developer menyasar secara spesifik pangsa ini. Oleh karena itu, dirinya menilai pasar optimis tumbuh tetapi tidak inpresif atau pertumbuhannya melandai, seperti masa tahun 2010-2013 lalu. Mohar/Ant

BERITA TERKAIT

Siapkan Dana Investasi US$ 100 Juta - Saratoga Bangun Rumah Sakit di Bekasi

NERACA Jakarta –Genjot pertumbuhan portofolio investasi, PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) terus mengembangkan investasinya. Salah satunya yang tengah dikembangkan…

Jawab Permintaan Jokowi, PNM Keluarkan Program Mekaar Plus

Jawab Permintaan Jokowi, PNM Keluarkan Program Mekaar Plus NERACA Bukittinggi - PT Permodalan Nasional Madani (PNM) akan segera meluncurkan program…

RATAS PEMBANGUNAN PLTSA

Presiden Joko Widodo saat memimpin rapat terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (16/7/2019). Ratas itu membahas perkembangan pembangunan Pembangkit LIstrik…

BERITA LAINNYA DI HUNIAN

Pemasaran Urbantown PP Urban Capai 90 Persen

Pemasaran Urbantown PP Urban Capai 90 Persen NERACA Jakarta - Urbantown, produk properti milik PT PP Urban menunjukkan performa baik…

Kebijakan Relaksasi Pajak Bisa Lesatkan Apartemen Kelas Atas dan Mewah

Kebijakan Relaksasi Pajak Bisa Lesatkan Apartemen Kelas Atas dan Mewah NERACA Jakarta - Kebijakan relaksasi pajak yang baru dikeluarkan oleh…

Investasi Properti Diperkirakan Terdampak Perang Dagang AS-China

Investasi Properti Diperkirakan Terdampak Perang Dagang AS-China   NERACA Jakarta - Investasi sektor properti diperkirakan bakal terdampak perang dagang antara Amerika…