Perayaan Imlek di Palu Tidak akan Semeriah Tahun Lalu

Perayaan Tahun Baru Imlek bagi warga keturunan China di Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah tidak akan dilakukan secara meriah seperti tahun-tahun sebelumnya. Rangkaian agenda pariwisata pun tidak akan menghiasi Imlek di kota Palu tahun ini. Seorang keturunan Tionghoa yang tinggal di Kota Palu, Cik Fang, menuturkan Imlek tahun ini akan dilaksanakan secara sederhana, mengingat kondisi pasca bencana gempa, tsunami dan likuefaksi menghantam kota tersebut.

"Perayaan Imlek tahun ini akan dilakukan dengan banyak berdoa saja. Tidak ada lagi pakai perayaan seperti adanya Tarian Barongsai, seperti tahun-tahun sebelumnya," ujar Cik Fang, seperti yang dikutip dari Antara.

Menurutnya tahun ini perayaan Imlek akan lebih menonjolkan tentang empati, kepedulian warga Tionghoa kepada masyarakat pasca bencana yang telah menelan ribuan korban jiwa. "Makanya, tahun ini kami banyak berdoa saja. Berdoa untuk kebaikan bersama, berharap kita bebas dari bencana, bangsa aman dan sejahtera," katanya.

Warga Tionghoa akan memanjatkan doa dalam perayaan Imlek tahun ini, untuk korban bencana di Sulteng. Selain itu, mereka juga akan mengumpulkan sumbangan suka rela dari sesama, yang kemudian hasilnya dibagikan kepada yang membutuhkan.

"Sumbangan yang sudah dikumpulkan akan digunakan untuk kegiatan sosial. Misalnya, digunakan untuk membantu anak-anak di panti asuhan dan lain sebagainya termasuk untuk saudara yang menjadi korban bencana," ujarnya.

Sebelumnya Bupati Donggala, Sulawesi Tengah, Kasman Lassa, mengungkapkan terdapat sekitar 17 ribu rumah warga di daerahnya rusak dihantam gempa, tsunami dan tanah longsor pada akhir September 2018.

Hal ini menyebabkan berbagai sektor lumpuh, termasuk pariwisata. Bencana di Palu merupakan bagian dari rentetan bencana di Indonesia yang membuat banyak pelancong mancanegara membatalkan kunjungannya ke Indonesia.

Sampai dengan hari ini, beberapa lokasi yang terdampak bencana termasuk Palu masih dalam tahap pemulihan pasca bencana. Banyak pihak yang berharap pemulihan ini dapat berlangsung cepat, sehingga para pelaku wisata bisa kembali beraktivitas seperti semula.

BERITA TERKAIT

Polemik Pemilih Tetap, Kemendagri Tidak Bisa Intervensi

  Oleh : Ahmad Bustomi, Pemerhati Sosial Politik dan Ekonomi Dirjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri, Zudan Arif Fakrulloh dikritik oleh…

Dibalik Aset Kelolaan Tumbuh 12% - Perayaan HUT BUMN Catatkan Rekor MURI

Rangkaian kegiatan dalam rangka peringatan HUT ke21 BUMN juga dilakukan di Semarang, Jawa Tengah. Hal yang berbeda pada perayaan HUT…

Mantan Dirut Jasindo Divonis 7 Tahun Penjara

Mantan Dirut Jasindo Divonis 7 Tahun Penjara NERACA Jakarta - Mantan Direktur Utama (Dirut) Korporasi PT Asuransi Jasa Indonesia (PT…

BERITA LAINNYA DI WISATA INDONESIA

Indonesia Peringkat Atas Wisata Halal Terpopuler Dunia

Indonesia akhirnya berhasil menduduki peringkat teratas sebagai destinasi wisata halal populer di dunia tahun ini. Hal itu tercantum dalam studi…

Karang di Kepulauan Togean Mulai 'Mekar'

Sebagai sebuah kawasan Taman Nasional berbentuk kepulauan, Togean lekat dengan pesona pesisir dan alam bawah lautnya. Untuk menjaga kelestarian alamnya,…

Curug Ngebul Jadi Primadona Baru di Cianjur

Objek wisata alam di Indonesia seakan tidak ada habisnya 'ditemukan', entah itu dari kawasan pesisir atau pegunungan.Salah satu objek wisata…