Lagi, Blue Bird Bikin Anak Usaha Baru - Investasikan Dana Rp 400 Miliar

NERACA

Jakarta – Kembangkan ekspansi bisnisnya, PT Blue Bird Tbk (BIRD) tahun ini kembali membentuk anak usaha baru bernama PT Trans Antar Nusabird. Dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin disebutkan, Trans Antar Nusabird akan bergerak di bidang transportasi, pergudangan, pos dan kurir, pariwisata, perdagangan, sewa, agen perjalanan dan jasa keuangan. Perusahaan ini berlokasi di Jakarta Selatan dan berstatus perseroan terbatas penanaman modal dalam negeri.

Modal dasar untuk pendirian perusahaan tersebut sebesar 400.000 saham dengan harga nominal saham sebesar Rp 1 juta per saham. Mak dengan demikian, besar investasi untuk aksi korporasi tersebut senilai Rp 400 miliar. Dari aksi korporasi ini, BIRD menggenggam 109.890 saham atau setara dengan 99,9% saham atau senilai Rp 109,89 miliar dari modal yang ditempatkan dan disetor penuh.

Sementara anak usahanya PT Big Bird Pusaka memiliki 110 saham atau setara dengan 0,1% saham atau senilai Rp 110 juta dari modal yang ditempatkan dan disetor penuh. Asal tahu saja, emiten transportasi ini juga tengah fokus mengembangkan bisnis angkutan antar kota antar provinsi (AKAP).

Michael Tene, Head of Investor Relations BIRD pernah bilang, perseroan saat ini sudah mengoperasikan shuttle untuk tujuan Jakarta-Bandung. Di mana prosesnya dapat dipesan melalui e-commerce Traveloka. Selain itu Michael juga menuturkan, terkait angkutan bandara juga sudah disiapakan armada dari pihak Blue Bird. Menurutnya, potensi bisnis shuttle memiliki nilai positif, apalagi dipengaruhi oleh tol elevated Cikampek akan rampung di pertengahan tahun 2019. Maka akan membuat perjalanan ke Bandung ataupun ke Jawa tengah lebih nyaman dibandingkan sekarang.

Oleh karena itu perusahaan akan memfokuskan kepada pergantian kendaraan dan peningkatan utilisasi kendaraan operasi dengan mengalokasikan capital expenditure (capex) sekitar Rp 1,5 triliun untuk tahun 2019. Dimana porsi paling besar adalah untuk pembelian kendaraan.

BERITA TERKAIT

Pengecualian Taksi Online Lintasi Kawasan Ganjil Genap, Timbulkan Masalah Baru

Jakarta, Upaya pemberian tanda khsusus bagi taksi online untuk dapat memasuki area atau lintasan ganjil-genap agar tidak diimplementasikan. Selain merupakan…

LAUNCHING FILM ANAK GARUDA

kiri ke kanan. Manager Marketing PT Dua Kelinci Djoni Murwanto bersama Aktor dan Produser Film Anak Garuda Verdi Solaiman, Director…

Lepas 414 Juta Saham Ke Publik - Telefast Indonesia Bidik Dana IPO Rp 80 Miliar

NERACA Jakarta – Dorong pertumbuhan emiten di pasar modal, PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS) bakal membawa anak usahanya PT…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Debat Calon Ketum HIPMI - Para Peserta Unjuk Kepiawan Memimpin

Menjelang munas Himpunan pengusaha muda Indonesia (HIPMI) ke XVI tanggal 16 September 2019 mendatang, 4 Calon Ketua Umum (Caketum) HIPMI,…

Lepas 414 Juta Saham Ke Publik - Telefast Indonesia Bidik Dana IPO Rp 80 Miliar

NERACA Jakarta – Dorong pertumbuhan emiten di pasar modal, PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS) bakal membawa anak usahanya PT…

Lunasi Utang Jatuh Tempo - APLN Berharap Suntikan Pemegang Saham

NERACA Jakarta – Dalam rangka menyehatkan kinerja keuangan dan termasuk memangkas beban utang, PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) terus…