KICI: Investor Optimistis Kondisi Ekonomi di Tahun Politik

NERACA

Jakarta - Hasil survei Katadata Investor Confidence Index (KICI) menunjukkan sebagian besar investor masih optimistis melihat kondisi ekonomi dan pasar keuangan Indonesia pada tahun politik 2019 hingga tiga bulan ke depan.

Panel ahli Katadata Insight Center (KIC) Damhuri Nasution mengatakan, persepsi optimis dari para investor dilihat melalui sejumlah komponen, seperti porsi saham dalam portofolio tiga bulan mendatang, kondisi ekonomi global, perkiraan nilai saham, kondisi pasar saham, kondisi ekonomi Indonesia, dan kondisi perusahaan para investor.

"Dengan kondisi investor kita optimis, tidak heran kalau sebagian besar menyatakan Indeks Harga Saham Gabungan akan naik. Dibandingkan dengan Desember lalu, IHSG sekarang sudah naik," ujarnya seperti dikutip Antara, kemarin (31/1).

Damhuri mengatakan sebagian besar investor atau 84,3 persen memperkirakan IHSG di Bursa Efek Indonesia akan meningkat dalam tiga bulan mendatang. Hanya 15,7 persen yang memperkirakan IHSG akan turun. Dari investor yang optimistis tersebut, separuh di antaranya berkeyakinan IHSG akan naik lebih dari tiga persen.

Dia memaparkan dari indeks KICI bisa diketahui investor cenderung pesimistis atau optimistis dalam melihat perkembangan ekonomi dan pasar keuangan. Jika hasil indeks menunjukkan angka 0-99, persepsi investor sedang pesimistis, sedangkan jika di atas 101-200, persepsi investor terhadap ekonomi dan pasar keuangan sedang optimistis. Angka indeks 100 dikategorikan netral. Investor yang dimaksud adalah manajer investasi, asuransi, dan dana pensiun.

Menurut Damhuri, dari hasil survei triwulan I 2019 menunjukkan indeks KICI berada pada level 139,1. Angka ini menandakan bahwa sebagian besar investor institusi optimistis melihat kondisi ekonomi dan pasar keuangan Indonesia pada saat ini dan tiga bulan ke depan."Bahkan, dana pensiun lebih optimistis dibandingkan manajer investasi dan asuransi melihat prospek tiga bulan ke depan," kata Damhuri yang juga menjabat sebagai Head of Danareksa Research Institute tersebut.

Kemudian Hasil survei KICI juga menunjukkan kalangan investor lebih mengkhawatirkan kondisi ekonomi global daripada risiko keadaan politik menjelang Pemilihan Presiden (Pilres) pada 17 April."Hingga tiga bulan mendatang, risiko yang dikhawatirkan ternyata adalah risiko ekonomi global. Di depan kita masih ada isu perang dagang. Perundingan masih sulit sedangkan politik dan ekonomi dalam negeri masih dinilai tidak mengkhawatirkan," kata Damhuri.

Menurut Damhuri, investor menilai dampak perang dagang dan normalisasi kebijakan moneter saat ini menjadi hal yang paling dikhawatirkan terkait kepastian investasi mereka. Investor yang dimaksud dalam survei ini adalah manajer investasi, asuransi dan dana pensiun.

Dalam kesempatan yang sama, panel ahli KICI lainnya, Wahyu Prasetyawan, menambahkan meski menghadapi pilpres, faktor politik memang tidak terlalu dikhawatirkan oleh investor seperti halnya kondisi ekonomi global. Bahkan, hasil survei KICI menunjukkan bahwa 66,3 persen responden menyatakan kondisi politik saat survei dilakukan masih kondusif. Begitu pun untuk tiga bulan ke depan, meski jumlahnya menurun, sebanyak 54 persen responden menyatakan bahwa kondisi politik domestik masih stabil dan sangat stabil.

Dengan adanya keyakinan soal stabilitas politik dan ekonomi dalam negeri, para investor pun memiliki optimisme tinggi terhadap prospek pasar keuangan di Indonesia."Para investor sadar politik, tapi mereka menyikapi dengan kepala dingin. Bahwa ada perubahan politik mendekati hari pencoblosan, perubahan itu tidak mengkhawatirkan mereka," kata Wahyu.

Selain optimistis bahwa IHSG bakal naik, para investor juga meyakini bahwa saham merupakan portofolio investasi paling menarik ketimbang obligasi dan pasar uang, khususnya bagi manajer investasi dan asuransi. Oleh karena itu, sebanyak 47,7 persen investor akan mempertahankan proporsi portofolio sahamnya seperti semula. mohar

BERITA TERKAIT

Jaga Ekonomi Politik Stabil

Di tengah hiruk pikuk politik yang makin memanas jelang Pemilu 2019, kondisi ekonomi tampaknya telah memisahkan diri (decoupling) dari politik…

Pertimbangkan Kondisi Pasar - Anak Usaha BUMN IPO di Paruh Kedua

NERACA Jakarat – Sejak pembukaan perdagangan di tahun 2019, baru tiga perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). Kondisi…

Novel Baswedan Bantah Punya Kepentingan Politik

Novel Baswedan Bantah Punya Kepentingan Politik NERACA Jakarta - Penyidik KPK Novel Baswedan membantah punya kepentingan politik maupun berafiliasi dengan…

BERITA LAINNYA DI BISNIS INDONESIA

Investor Tidak Perlu Khawatirkan Situasi Politik

NERACA Jakarta – Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengimbau investor dan dunia usaha di Indonesia tidak perlu mengkhawatirkan situasi politik saat…

HASIL SEMENTARA PASLON JOKOWI-MA’RUF AMIN UNGGUL - Pemilu Aman, Citra Indonesia Makin Baik

Jakarta-Hingga Pk. 16.00 kemarin (17/4) proses perhitungan cepat (Quick Qunt) dari empat lembaga survei menunjukkan paslon Jokowi-Ma’ruf Amin untuk sementara…

Akuisisi Bank Permata Sejalan Aturan "Single Presence Policy"

NERACA Jakarta – Tren maraknya perbankan merger ataupun diakuisisi perbankan asing, tentunya memberikan gambaran ketatnya persaingan industri perbankan dalam negeri.…