Nilai Impor Banten November 2018 Turun 3,74 Persen

Nilai Impor Banten November 2018 Turun 3,74 Persen

NERACA

Serang - Nilai impor Banten November 2018 mengalami penurunan sebesar 3,74 persen dibanding bulan sebelumnya dari 1.212,00 juta dolar AS menjadi 1.166,69 juta dolar AS."Penurunan ini terutama disebabkan oleh impor migas yang turun 22,13 persen dari 437,28 juta dolar AS dari sebelumnya 340,50 juta dolar AS," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Banten Agoes Soebeno di Serang, dikutip dari Antara, kemarin.

Komoditi nonmigas justru mengalami peningkatan sebesar 6,64 persen menjadi 826,19 juta dolar AS, dibanding bulan sebelumnya yang mencapai 774,72 juta dolar AS.”Penurunan impor migas akibat dari turunnya nilai impor untuk komoditi hasil minyak, mengingat pada komoditi gas terjadi peningkatan nilai impor, dan pada minyak mentah tidak terjadi transaksi impor pada November 2018,” ujar dia.

Dibanding bulan yang sama tahun lalu, nilai impor November 2018 mengalami peningkatan, yakni sebesar 14,52 persen.”Penyebab utama peningkatan impor ini adalah meningkatnya impor nonmigas 21,99 persen dan sebaliknya, pada golongan barang migas terjadi penurunan nilai impor 0,29 persen dibanding November 2017,” ujar dia.

Peran impor komoditi nonmigas pada November 2018 masih sangat dominan yaitu 69,16 persen. Dominasi komoditi nonmigas juga dapat dilihat dari perannya terhadap impor pada bulan September dan Oktober 2018 yang secara berturut-turut tercatat sebesar 69,62 persen dan 68,97 persen. Dibanding periode Januari - November 2017, impor Banten periode yang sama pada tahun 2017 meningkat 17,19 persen. Peningkatan tersebut disebabkan oleh impor komoditi nonmigas yang mengalami peningkatan 15,12 persen dan didukung oleh kenaikan impor komoditi migas sebesar 22,10 persen.

Nilai impor nonmigas terbesar November 2018 berasal dari golongan barang bahan kimia organik yang mencapai 317,05 juta dolar AS, disusul oleh besi dan baja serta gula dan kembang gula dengan nilai impor masing-masing sebesar 133,54 juta dolar AS dan 81,26 juta dolar AS.

Sementara itu negara pemasok barang impor nonmigas terbesar pada November 2018 adalah Australia dengan nilai impor sebesar 117,97 juta dolar AS, diikuti oleh Singapura dan Thailand, masing-masing dengan impor sebesar 103,10 juta dolar AS dan 71,25 juta dolar AS, sementara impor nonmigas dari ASEAN mencapai 253,62 juta.

Sepuluh golongan barang utama impor Banten pada November adalah bahan kimia organik senilai 317,05 juta dolar AS, besi dan baja (133,54 juta dolar AS), gula dan kembang gula (81,26 juta dolar AS), gandum-ganduman (60,31 juta dolar AS), bahan bakar mineral (54,86 juta dolar AS), ampas/sisa industri makanan (51,76 juta dolar AS), mesin-mesin/pesawat mekanik (38,77 juta dolar AS), bijih, kerak dan abu logam (35,61 juta dolar AS), biji-bijian berminyak (12,78 juta dolar AS) serta plastik dan barang dari plastik senilai 10,90 juta dolar AS.

Sedangkan 12 negara asal barang adalah Singapura senilai 103,10 juta dolar AS, Thailand (71,25 juta dolar AS), Malyasia (69,74 juta dolar AS), Australia (117,97 juta dolar AS), Tiongkok (63,28 juta dolar AS), India (57,96 juta dolar AS), Rusia (55,92 juta dolar AS), Arab Saudi (40,76 juta dola AS), Argentina (38,76 juta dolar AS), Oman (28,33 juta dolar AS), Jepang (25,33 juta dolar AS) dan Brazil senilai 22,32 juta dolar AS. Ant

BERITA TERKAIT

Harga Gabah Kering Giling di Banten Naik 2,92 Persen

Harga Gabah Kering Giling di Banten Naik 2,92 Persen NERACA Serang - Harga Gabah Kering Giling (GKG) pada tingkat petani…

LSI Denny JA : Raih 3,18 persen, Perindo Berpotensi Lolos Ambang Batas Parlemen

JAKARTA, Hasil hitung cepat Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA menunjukkan Partai Perindo akan lolos ke parlemen atau parliamentary threshold…

Pabrik di Pati Dilalap Api - Garudafood Belum Taksir Nilai Kerugian

NERACA Jakarta – Musibah kebakaran yang terjadi di area gudang bahan kemasan PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk (GOOD) di…

BERITA LAINNYA DI EKONOMI DAERAH

Terlalu Vulgar, Film "After" Tidak Sesuai Budaya Indonesia

Jakarta-Baru dirilis 16 April 2019 di berbagai bioskop di Indonesia, film ‘After’ sudah mengundang kontroversi. Berbagai sorotan, terutama karena adanya…

BPS: Indeks Pembangunan Manusia di Sumsel Meningkat

BPS: Indeks Pembangunan Manusia di Sumsel Meningkat NERACA Palembang - Angka Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel)…

Empat Raperda Siap Diserahkan ke Dewan Sukabumi

Empat Raperda Siap Diserahkan ke Dewan Sukabumi NERACA Sukabumi - Pemerintah kota (Pemkot) Sukabumi segera menyerahkan draft empat Rancangan Peraturan…