Bulog Buka Lelang Impor Jagung Tambahan 150.000 Ton

NERACA

Jakarta – Perum Bulog membuka lelang pengadaan impor jagung tambahan sebanyak 150.000 ton untuk kebutuhan pakan ternak dan stabilisasi harga. Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Oke Nurwan membenarkan lelang impor jagung tersebut. "Benar, 150.000 ton. Atas dasar rakortas dan untuk stabilisasi," kata Oke dalam pesan singkat yang diterima di Jakarta, disalin dari Antara.

Menurut dia, lelang tersebut dilakukan melalui penerbitan surat perizinan impor (SPI) pada 25 Januari 2019. Pengadaan impor jagung tambahan sebesar 150.000 ton ini tercantum juga pada dokumen lelang yang dipublikasikan di situs resmi Bulog.

Dokumen lelang tertanggal 25 Januari 2019 tersebut ditandatangani Direktur Pengadaan Bulog Bachtiar. Tender jagung dibuka untuk eksportir dari Argentina dan Brasil dengan rincian sebanyak 30.000 ton akan dikirim melalui Cigading, Banten dan 120.000 ton melalui Tanjung Perak, Surabaya.

Dalam dokumen lelang tersebut, Bulog memberi tujuh syarat, antara lain eksportir diminta memberikan penawaran hingga Senin ini. Selain itu, eksportir memiliki batas waktu untuk mendatangkan jagung paling lambat tiba di Indonesia pada 31 Maret 2019.

Impor jagung dilakukan untuk menekan harga jagung yang masih tinggi, yakni antara Rp5.000-Rp6.000 per kilogram di sebagian wilayah Jawa Barat dan Banten. Sementara itu, harga jagung yang ideal berada di kisaran Rp3.700-Rp4.000 per kilogram.

Pada akhir 2018, Bulog telah melelang impor jagung sebesar 100.000 ton dengan realisasi mencapai 99.000 ton. Kemudian pada 11 Januari 2019, pemerintah mengeluarkan izin impor jagung tambahan sebanyak 30.000 ton.

Namun, Bulog menyatakan impor jagung ini tidak wajib dilakukan selama masih bisa dipenuhi dari produksi dalam negeri. Secara total, volume impor jagung pemerintah melalui Bulog mencapai 280.000 ton.

Sebelumnya, pemerintah menugaskan Perum Bulog untuk memaksimalkan penyerapan jagung petani terutama saat memasuki panen puncak guna mengantisipasi jatuhnya harga jagung.

Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso menemui Presiden Joko Widodo membahas persiapan penyerapan produk jagung di sejumlah sentra produksi. "Bulog diperintah beliau untuk menyiapkan penyerapan jagung yang nanti dipanen dari masa panen yang diperkirakan bulan Februari. Sudah panen di Garut, salah satunya. Namun tak hanya di Garut saja," kata Budi, disalin dari Antara.

Menurut Budi, institusinya tengah memetakan sejumlah daerah yang akan mengalami panen jagung. Komoditas jagung tersebut nantinya dapat menjadi stok untuk pakan ternak. Bulog akan menyerap kelebihan stok jagung yang ada di daerah panen untuk disuplai ke daerah yang defisit stok jagung.

Budi menjelaskan pihaknya akan membeli jagung dari petani dengan harga Rp3.150 per kilogram sesuai Harga Pembelian Pemerintah (HPP). Selain itu, Budi menjelaskan impor 30 ribu ton jagung belum masuk ke Indonesia karena menanti perkembangan kondisi panen jagung dalam negeri.

"Jangan sampai kita berlebihan. Kedua, waktu kami impor jangan sampai kita bertepatan dengan panen," kata Budi. Bulog mendapat jatah impor jagung 99.000 ton dari total yang dipesan 100.000 ton, yakni sesuai izin impor jagung yang dikeluarkan Kementerian Perdagangan pada Desember 2018.

Sebelumnya, Pemerintah menugaskan Perum Bulog untuk memaksimalkan penyerapan jagung petani terutama saat memasuki panen puncak guna mengantisipasi jatuhnya harga jagung. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan saat ini di Probolinggo terdapat lahan jagung seluas 2.000-3.000 hektare yang siap panen.

Harga jagung petani di wilayah tersebut sebesar Rp4.000 per kilogram. "Harganya Rp4.000 di tingkat petani, nanti mulai masuk panen puncak, ini bisa lebih murah. Sehingga kita melakukan antisipasi dari sekarang," kata Menteri Amran usai menghadiri rakortas di Kantor Kemenko Perekonomian Jakarta, disalin dari siaran resmi.

Amran menjelaskan upaya penyerapan jagung juga dilakukan untuk mengisi stok di gudang Bulog sebagai persiapan saat musim paceklik yang jatuh sekitar bulan Oktober. Pada musim paceklik, tentu produksi jagung berkurang. Dengan adanya stok yang sudah disimpan, diharapkan Bulog tidak perlu mengimpor jagung lagi pada akhir tahun ini.

Sebagaimana diwartakan, peternakan ayam di berbagai daerah kini dalam kondisi sangat memerlukan pakan jagung sehingga membuat sejumlah pelaku usaha ternak ayam petelur menyambangi DPR untuk mengadukan permasalahan tersebut.

BERITA TERKAIT

Sistem 3 in 1 Ditargetkan Jaring 72.000 Peserta

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian terus menggelar program pelatihan industri berbasis kompetensi dengan sistem 3 in 1 (Pelatihan, Sertifikasi, dan…

Tarif Rp12.000, LRT akan Beroperasi April 2021

  NERACA Jakarta – PT Adhi Karya selaku kontraktor pembangunan kereta ringan Jabodebek (LRT) menyampaikan bahwa progres pembangunan LRT telah…

OJK Buka Celah Obligasi Tanpa Penawaran

NERACA Jakarta – Dalam rangka menunjang pertumbuhan industri pasar modal, inovasi dan kemudahaan berinvestasi di pasar modal terus digalakkan Otoritas…

BERITA LAINNYA DI BERITA KOMODITAS

Sektor Pangan - Harga Beras di Indonesia Termasuk Murah di Pasar Internasional

NERACA Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan harga beras di tingkat eceran masih terjangkau oleh masyarakat dan…

Harga Minyak Naik Didukung Optimisme Perdagangan

NERACA Jakarta – Harga minyak terus menguat pada penutupan perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), karena pasar didukung oleh tanda-tanda kemajuan…

Agar Pemerintah Benahi Kekacauan Tata Niaga Impor Pangan

NERACA Jakarta – Pemerintah diminta membenahi kekacauan tata niaga impor pangan nasional terutama yang terkait dengan tata produksi, distribusi, serta…