Capaian Penjualan Isuzu Lebih Dari 25.286 Unit, Naik 26%

GM Marketing Division Pt Isuzu Astra Motor Indonesia, Attias Asril mengatakan sepanjang 2018 industri otomotif mengalami pertumbuhan yang sangat baik. Isuzu mengalami kenaikan penjualan sebesar 26 persen atau terjual lebih dari 25.286 unit dibanding pada tahun sebelumnya.

"Hal ini disebabkan Nilai tukar rupiah terhadap dolar yang naik, sehingga memberikan dampak pada penjualan. Namun kami masih bisa meraih capaian positif," kata Attias Asril di Jakarta, disalin dari Antara.

Segmen mobil komersial seperti Isuzu Elf menyumbangkan hasil positif dengan terjual sebanyak kurang lebih 14.966 naik 18.6 persen, diikuti Isuzu Giga naik sebesar 29.1 persen yang terjual sebanyak 4.212 unit serta satu kendaraan penumpang Isuzu mu-X naik 3.5 persen atau terjual 737 unit.

Selain mengalami penjualan yang bagus pada tahun lalu, Isuzu juga memaparkan beberapa modelnya yang mengalami penurunan penjualan dari tahun sebelumnya. Kendati demikian, model penumpang alias passenger car mengalami penurunan penjualan seperti Isuzu Panther dari 1.147 menjadi 950 turun 17.2 persen, D-max dari 1.291 menjadi 528 turun 59.1 persen serta Isuzu pikap turun sebayak 9 persen dari 1.239 menjadi 1.128.

"Kami akan melakukan beberapa strategi agar target penjualan sepanjang 2019 ini, mampu mencapai target yang sudah ditentukan. Salah satunya adalah memperkenalkan beberapa model terbaru," katanya.

Sebelumnya, Isuzu mengaku siap menggunakan bahan bakar biodiesel 20 atau B20, dengan berbekal mesin common rail yang telah disematkan pada sebagian produk kendaraan mereka. "Mesin Isuzu di Indonesia siap menggunakan bahan bakar B20," ujar Attias Asril.

Dikutip dari laman resmi Isuzu Indonesia, mesin common rail merupakan suatu teknologi baru untuk mengatur bahan bakar dengan berbasis elektronik, dilengkapi komponen common rail dan injektor.

Teknologi ini diklaim mampu menurunkan emisi, kebisingan, meningkatkan kinerja mesin, serta bebas mengendalikan tekanan injeksi sebagai respon terhadap putaran dan beban mesin.

Mesin ini juga menjadi "senjata andalan" Isuzu untuk menghadapi regulasi standar emisi Euro IV di Indonesia yang akan diberlakukan pada 2021, khusus untuk kendaraan diesel. Attias mengatakan Isuzu Indonesia telah melakukan uji B20 sejak 2016. Tes dilakukan dengan menggunakan tiga sampel mesin, yakni 6 silinder common rail, 4 silinder common rail, dan 4 silinder mekanikal pump yang telah diisi dengan bahan bakar B20.

BERITA TERKAIT

Juli, Penjualan Semen Indonesia Naik 78,8%

NERACA Jakarta – Meskipun industri semen dalam negeri masih terjadi oversuplai, namun penjualan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk pada Juli…

Startup Didorong Usung Ide Bisnis Lebih Beragam

NERACA Jakarta – Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) mendorong para usaha rintisan atau startup mampu mengusung ide bisnis lebih beragam sebagai…

Bankir: Resesi Global Masih Jauh dari Kondisi Nyata

NERACA Jakarta-Kalangan bankir menilai resesi ekonomi global masih jauh dari nyata. Dengan demikian, masyarakat diimbau tak perlu menanggapi isu tersebut…

BERITA LAINNYA DI OTOMOTIF

Sampai Akhir 2019, Ferrari akan RIlis Tiga Model Baru

Pimpinan Ferrari, Louis Camilleri, mengonfirmasi bahwa masih ada tiga model baru yang akan diluncurkan hingga akhir tahun ini, sebagai bagian…

Diluncurkan, Range Rover Evoque Generasi Kedua

PT Wahana Auto Ekamarga (WAE) sebagai agen pemegang merek Jaguar Land Rover (JLR) nd Rover di Indonesia paIndonesia meluncurkan generasi…

Jelang HUT RI, AHM Rilis Scoopy Merah Putih

PT Astra Honda Motor (AHM) memperkenalkan Honda Scoopy dengan balutan warna baru merah putih untuk varian stylish, jelang peringatan HUT…