Pencapaian Emiten Harus Selaras Pertumbuhan Investor - Optimalkan Produk Investasi

NERACA

Jakarta – Pencapaian positif PT Bursa Efek Indonesia (BEI) sepanjang tahun 2018 kemarin, seperti jumlah emiten yang melesat dari target mendapatkan apresiasi dari pemerintah dan hal ini membuktikan industri pasar modal masih mendapatkan kepercayaan dari investor. Namun demikian, masih minimnya investor yang berinvestasi di pasar modal menuai kritikan dari Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Rosan Roeslani.

Dirinya menuturkan, jumlah investor yang berinvestasi di pasar modal saat ini masih minim, meski jumlah investor meningkat sebesar 40% di tahun 2018.”Kita harapkan bisa lebih ditingkatkan ke depannya karena kalau dilihat dari jumlah investor yang berinvestasi di BEI masih kecil. Kurang lebih 1,6 juta orang, itu pun sudah merupakan lompatan hampir 40% dibanding 2017 tetapi itu tidak semua investor yang berinvestasi di BEI," ujarnya di Jakarta, kemarin.

Menurutnya, peningkatan tersebut merupakan gabungan dari instrumen-instrumen investasi yang ada di pasar modal. 'Itu gabungan yang sudah beronvestasi di reksadana, obligasi, pasar uang dan lain-lain," tambahnya.Namun dirinya juga menyampaikan apresiasi kepada BEI yang mencetak rekor berkaitan dengan jumlah perusahaan baru yang melantai di pasar modal melalui penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO).”Tentunya saya juga memgucapkan selamat kepada BEI yang tahun lalu mencatatkan rekor dalam segi pencatatan saham ada 57 emiten yang merupan rekor tertinggi sejak privatisasi BEI," ucapnya.

Kemudian tercatatnya dua emiten baru, yakni PT Estika Tata Tiara Tbk (BEEF) dan PT Pollux Investasi Internasional Tbk (POLI), lanjut Rosan, diharapkan emiten baru bisa memberikan kontribusi terhadap perekonomian Indonesia. Sebagai informasi, tahun ini PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengestimasi jumlah investor saham bisa tembus 250 ribu. Maka guna memenuhi target tersebut, Direktur Pengembangan BEI Hasan Fauzi pernah bilang, pihaknya akan lebih intensif di penawaran variasi alternatif investasi.

Melalui pengembangan produk produk baru. BEI juga sudah banyak merevitalisasi indeks saham yang kerap dijadikan underlying di 2018 dan akan berlanjut di tahun 2019.”Itu semua menjadikan kita lebih optimistis, karena semakin banyak pilihan alternatif yang ditawarkan ke investor. Ujungnya, akan memudahkan menarik minat calon calon investor masuk ke bursa," kata Hasan.

Strategi lainnya, BEI juga mulai menerapkan kemitraan strategis dengan intermediaris. Di mana, regulator bakal semakin gencar melakukan sosialisasi dan edukasi dengan anggota bursa, pengelola reksadana, asosiasi dana pensiun, dan secara fokus menarget market lama.”Kita juga akan melakukan partnership dengan para fintech, mungkin tahun depan bersama mereka kita menggulirkan program kita untuk edukasi dan inklusi. Di mana menyasar target investor di segmen pasar mereka yang mayoritas milenial," tandasnya.

BERITA TERKAIT

Pemekaran Kota Palembang Harus Persetujuan DPRD dan Wali Kota

Pemekaran Kota Palembang Harus Persetujuan DPRD dan Wali Kota NERACA Palembang - Pemekaran Wilayah Seberang Ulu Kota Palembang menjadi Kabupaten…

Pemerintah Harus Ciptakan Urbanisasi Berkelanjutan

NERACA Jakarta - Pengamat Tata Kota Universitas Trisaksi Nirwono Joga mengatakan Pemerintah Daerah harus bisa menciptakan pola urbanisasi berkelanjutan pasca…

Tunjukkan Tren Positif di 2018 - Lorena Optimalkan Layanan Angkutan Bandara

NERACA Jakarta – Ketatnya persaingan bisnis layanan jasa moda transportasi publik mendorong PT Eka Sari Lorena Transport Tbk (LRNA) untuk…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Anak Usaha DEAL Bidik Kontrak Rp100 Miliar

NERACA Jakarta - Kejar pertumbuhan pendapatan lebih besar lagi, PT Dewata Freightinternational Tbk (DEAL) melalui anak usahanya mengincar kontrak jangka…

Mayora Targetkan Penjualan Tumbuh 11,1%

Masih terjaganya daya terjaganya daya beli masyarakat menjadi optimisme pelaku industri makanan dan minuman (mamin) dan consumer goods bila tahun…

Pool Advista Finance Jajaki Terbitkan MTN

Pacu pertumbuhan pembiayaan baru, PT Pool Advista Finance Tbk (POLA) terus perkuat likuiditas. Maka guna memenuhi kocek tebal tersebut, perusahaan…