AXA Mandiri Fokus Kembangkan Digitalisasi

NERACA

Jakarta - Presiden Direktur PT AXA Mandiri Financial Services (AXA Mandiri) Handojo G. Kusuma terus berkomitmen mengembangkan inovasi dan digitalisasi AXA Mandiri. Sebagai bagian dari inovasi tersebut, AXA Mandiri turut menyesuaikan layanan dan solusi perlindungan dengan kebutuhan berbagai segmen masyarakat di setiap tahap kehidupan mereka.

Handojo mengatakan, AXA Mandiri mengoptimalkan tiga jalur distribusi yang ada saat ini, yaitu in-branch, telemarketing dan korporasi untuk menjangkau masyarakat dari Sabang hingga Merauke. Selain itu, AXA Mandiri juga akan memanfaatkan kanal digital untuk terus melakukansosialisasi, edukasi tentang asuransi kepada masyarakat, hingga memberikan pelayanan purna jual kepada nasabah.

“Layanan digitalisasi di asuransi ke depannya menjadi keharusan seiring perkembangan kebiasaan masyarakat khususnya generasi milenial. AXA Mandiri akan menyesuaikan perkembangan ini dengan sejumlah inovasi digital,” kata Handojo di Jakarta, Kamis (10/1). Saat ini, proses digital sudah dilakukan untuk pengajuan proses klaim asuransi kesehatan, yaitu melalui aplikasi pesan. Dengan demikian, nasabah hanya perlu mengirimkan foto dokumen yang dibutuhkan untuk dapat memproses pengajuan klaim.

Untuk ke depannya pengembangan proses digitalisasi diarahkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat khususnya generasi milenial yang digital minded. Digitalisasi layanan ini juga untuk menjawab perubahan perilaku nasabah seiring meningkatnya penggunaan aplikasi mobile banking dan internet banking. Hal ini mengingat nasabah Bank Mandiri dan Bank Syariah Mandiri (BSM) yang menjadi kanal distribusi AXA Mandiri, semakin berkurang yang datang langsung ke bank. Maka untuk dapat menjangkau nasabah, AXA Mandiri ke depannya akan meningkatkan layanan melalui jalur digital.

Disamping itu, ia merasa optimis pasar asuransi nasional masih sangat positif pada tahun 2019 ini. AXA Mandiri sendiri optimis, pada tahun ini masih dapat menumbuhkan angka pendapatan premi hingga double digit. Handojo menyebut, target tersebut juga harus dibarengi dengan pelayanan yang prima dengan strategi terus melayani nasabah dan membaca kebutuhan pasar.

“Saya lihat potensi dari pasar masih besar tinggal bagaimana kita mendekatkan diri ke pasar dan memberikan solusi yang nasabah perlukan dan saya masih optimis growth double digit,” kata Handojo. Menurutnya, saat ini digitalisasi pelayanan masih sangat penting guna mengapai kebutuhan nasabah dan lebih menjangkau nasabah di seluruh wilayah nasional maupun global.

Merujuk data Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia pada Q3 tahun 2018, AXA Mandiri mampu mempertahankan posisinya sebagai pemimpin di jalur distribusi bancassurance dengan menguasai 16% dan telemarketing dengan menguasai 25% pangsa pasar. “Fokus terbesar saya adalah mengoptimalisasi sumber daya perusahaan untuk memposisikan AXA Mandiri sebagai perusahaan asuransi terbaik di industri demi memberikan manfaat perlindungan sebesar-besarnya,” ujar Handojo.

BERITA TERKAIT

Transaksi Bank Mandiri Saat Lebaran Capai Rp30,3 Triliun

  NERACA   Jakarta - PT Bank Mandiri Tbk mencatat transaksi finansial nasabah di jaringan kantor cabang yang beroperasi terbatas…

Prudential dan OVO Jalin Kemitraan untuk Kembangkan Digital

    NERACA   Jakarta - PT Prudential Life Assurance (Prudential), sebagai bagian dari grup bisnis Prudential Corporation Asia, melakukan…

Saatnya Fokus ke Perekonomian Bangsa

  Oleh : Alfisyah Kumalasari, Pengamat Masalah Sosial Ekonomi   Kericuhan pasca KPU mengumumkan hasil rekapitulasi Pilpres pada 21 –…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

BI Masih Miliki Ruang Turunkan Suku Bunga

    NERACA   Jakarta – Bank sentral klaim masih memiliki ruang untuk menurunkan suku bunga acuan atau BI Seven…

Libur Lebaran, Transaksi Elektronik Mandiri Syariah Tumbuh

    NERACA   Jakarta - Selama libur lebaran Mei 2019, transaksi kanal elektronik (electronic channel) PT Bank Syariah Mandiri…

BCA akan Merger Bank Royal dengan Anak Usaha Syariah

  NERACA   Jakarta - PT. Bank Central Asia Tbk mengungkapkan akan memerger atau menggabungkan anak usahanya PT. BCA Syariah…