KINO Sisakan Dana IPO Rp 133,19 Miliar

Sejak mencatatkan saham perdana di pasar modal pada 2015, PT Kino Indonesia Tbk (KINO) masih mengantongi dana yang cukup besar dari sisa hasil penawaran umum saham perdana alias initial public offering (IPO). Dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin, perseroanmasih memiliki sisa dana hasil penawaran umum senilai Rp133,19 miliar dari total yang diperoleh saaat penawaran umum senilai Rp796,42 miliar.

Realisasi penggunaan dana hasil penawaran umum itu adalah untuk pembelian/akuisisi merek dan/atau pembelian/akuisis aset dan/atau pembelian/akuisisi/penyertaan modal sebesar Rp181,81 miliar, belanja modal sebesar Rp298,24 miliar, modal kerja sebesar Rp183,18 miliar. Sehingga total dana yang telah direalisasikan dari hasil IPO mencapai Rp663,23 miliar.

Tahun ini, KINO berencana menggelontorkan belanja modal sekitar Rp200 miliar. Belanja modal itu akan digunakan untuk menambah kapasitas produksi. Pendanaan tersebut akan diambil dari kas internal di mana perseroan masih memiliki sisa raupan ketika IPO ditambah dari laba pada 2018. Memacu pertumbuhan bisnis lebih agresif lagi di tahun ini, Harry Sanusi, Presiden Direktur Kino Indonesia pernah bilang, perseroan akan banyak menambah varian baru dari produk-produk perusahaan yang sudah ada.”Kami merasa bahwa produk existing kami masih memiliki potensi yang sangat tinggi karena penetrasi industri yang masih rendah,"ujarnya.

Harry menambahkan bahwa di tahun ini, penambahan varian baru akan lebih banyak dilakukan di produk-produk personal care. Hal ini lantaran KINO tengah fokus pada segmen tersebut. Harry masih belum mau memberitahukan terkait dengan target pendapatan maupun laba KINO di tahun 2019. Yang jelas, tahun depan, KINO akan fokus melakukan penyampaian pesan yang efektif sehingga bisa memberikan dampak positif bagi penjualan perusahaan ke depan.

BERITA TERKAIT

Penyelundupan Benih Lobster Rp19 Miliar Lebih Digagalkan

NERACA Jakarta – Balai Besar Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BBKIPM) Jakarta I bekerja sama dengan Aviation…

DAMPAK BANYAK BENCANA DI INDONESIA - Target Devisa Pariwisata Turun US$2,4 Miliar

Jakarta-Pemerintah menurunkan target penerimaan devisa sektor pariwisata tahun ini dari semula US$20 miliar menjadi US$17,6 miliar. Penurunan dilakukan walaupun pemerintah sebenarnya ingin…

Agresif Membuka Gerai Baru - MAPA Bukukan Laba Bersih Rp 353,41 Miliar

NERACA Jakarta – Di tahun 2018, PT MAP Aktif Adiperkasa Tbk (MAPA) mencetak laba bersih Rp 353,41 miliar atau naik 20,44%…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Kedawung Bukukan Laba Rp 76,76 Miliar

PT Kedawung Setia Industri Tbk (KDSI) pada akhir  Desember  2018 mencatatkan laba bersih Rp76,76 miliar  atau naik 11,32% dibanding periode yang sama…

Penjualan Wahana Pronatural Naik 33,11%

Sepanjang tahun 2018, PT Wahana Pronatural Tbk (WAPO) mencatatkan penjualan sebesar Rp308,57 miliar pada 2018. Perolehan tersebut meningkat 33,11% dibandingkan dengan…

Kali Kedua Saham Onix Capital Disuspensi BEI

Lagi, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali menghentikan perdagangan saham PT Onix Capital Tbk (OCAP) akibat lonjakan harga. Ini adalah…