Manajemen AISA “Bersih Bersih” Keuangan - Transisi Laporan Keuangan

NERACA

Jakarta – Pasca ditunjuknya direksi baru PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA) hasil rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) dengan ditunjuknya Hengky Koestanto sebagai direktur utama dan Charlie Dungga sebagai direktur independen, pihak perusahaan tengah disibukkan bersih-bersih dari manajemen lama ke manajemen baru.

Hal inipula yang dilakukan Kantor Akuntan Publik (KAP) Purwanto, Suherman dan Surja afiliasi Ernst and Young (EY) dengan melakukan audit investigatif terhadap laporan keuangan PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk atas permintaan manajemen baru, Hengky Koestanto selaku Direktur Utama.”Audit investigatif telah mulai dan sedang dilakukan tim Ernst and Young. Adapun atas temuan-temuan yang ada, akan di informasikan setelah selesai dilaksanakan,”kata Hengky dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Hanya saja, kata Hengky, dalam penyusuan tersebut, terdapat kendala berupa data-data keuangan transisi dari direksi lama yakni Stefanus Joko Mogoginta dan Budi Istanto. Pasalnya, data-data tersebut akan digunakan untuk penyusunan ulang laporan keuangan tahun 2017 dan 2018. Selain itu, lanjutnya, perseroan juga menyusun putusan PKPU (Penundaan Pembayaran Kewajiban Utang - PKPU) terhadap anak usaha perseroan, yakni PT Putra Taro Paloma, PT Balaraja Bisco Paloma, PT Tiga Pilar Sejahtera, PT Poly Meditra Indonesia, PT Dunia Pangan, PT Jatisari Sri Rejeki, PT Indo Beras Unggul dan PT Sukses Abadi Karya Inti yang tengah melakukan penyusunan proposal perdamaian bersama tim penasehat keuangan, Deloitte.

Asal tahu saja, manajemen AISA dirundung masalah sengketa antara direksi lama dengan direksi baru tahun lalu. Hal ini berawal dari gagalnya perusahaan melunasi utang obligasi sehingga berakibat pencopotan direksi lama yakni Stefanus Joko Mogoginta. Namun dinilai tidak adil pencopotan tersebut, dibawa ke ranah meja hijau.

Direksi kubu Stefanus Joko Mogoginta pernah menyerukan kepada pemegang saham bahwa RUPSLB PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk yang digelar oleh komisaris cacat hukum dan diminta tidak hadir. Namun seruan tersebut tidak dihindarkan pemegang saham dan buktinya para pemegang saham yang hadir mencapai 56% dan telah memenuhi kuorum.

Kemudian hasil RUPSLB PTTiga Pilar Sejahtera Food Tbk telah memutuskan untuk mengangkat direksibaru. Dimana pemegang saham setuju untuk mengangkat direksi utama yakni Hengky.Pemegang saham juga memberikan waktu untuk menyusun timetable dalamproses restrukturisasi. Hal pertama yang akan dilakukan oleh perseroanadalah melakukan penagihan kepada perusahaan yang memiliki utangkepada perseroan.

Terkait dengan kecaman yang dilemparkan dari kubu Stefanus Joko Mogoginta, direksi baru mengklaim RUPSLB sudah berpedoman pada surat Otoritas JasaKeuangan (OJK). Manajemen juga tidak ambil pusing atas ancamandilaporkannya direktur baru ke kantor polisi, sebab, setiap warganegara memiliki hak untuk melapor.

BERITA TERKAIT

Ciptakan Lingkungan Bersih - Allianz Beri Pelatihan Bank Sampah Gusling

Persoalan pengelolaan sampah masih menjadi masalah yang belum tertangani secara optimal, bahkan sebagian belum tertangani dengan baik. Alhasil, memberikan dampak…

Sejumlah Perusahaan Jasa Keuangan Manfaatkan NIK - Gandeng Kemendagri

  NERACA Jakarta - Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri dan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII)…

Ciptakan Kemandirian Ekonomi - Citi Gelar Literasi Keuangan Bagi Anak Muda

Memacu pertumbuhan literasi keuangan di kalangan anak muda untuk kemandirian finansial, Citi Indonesia bersama Indonesia Bussiness Link (IBL) menggelar program…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Transaksi Saham di Sumut Masuk 10 Besar

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Sumatera Utara (Sumut) mengungkapkan, transaksi investor pasar modal di Sumut masuk 10 besar nasional…

IPCC Serap Dana IPO Rp 525,28 Miliar

Sejak mencatatkan saham perdananya di pasar modal tahun kemarin, PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk. (IPCC) telah memakai dana penawaran umum…

Armada Berjaya Bidik Dana IPO Rp39 Miliar

Satu lagi perusahaan yang bakal IPO di kuartal pertama tahun ini adalah PT Armada Berjaya Trans Tbk. Perusahaan yang bergerak…