Hotel Sahid Bangun Hotel Bintang Tiga - Buka Jaringan di Uzbekistan

NERACA

Jakarta- Dalam menunjang ekspansi bisnisnya di luar negeri, PT Hotel Sahid Jaya International Tbk (SHID) menggandeng kerjasama dengan Royal Palce Ltd, perusahaan berbadan hukum Uzbekistan untuk membangun hotel bintang tiga di kota Samarkand pada Februari 2019. Pembangunan hotel dengan 100 kamar itu akan menelan biaya US$ 5 juta.

Direktur Utama SHID, Hariyadi Sukamdani dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin mengatakan, pembangunan hotel di kota Imam Bukhari itu merupakan kerjasama perseroan dengan pengelola hotel asal Uzbekistan itu dengan porsi 20% : 80%.”Kami pegang 20% dan pengusaha lokal 80%. Untuk investasi, 20% dari US$ 5 juta kami gunakan dana internal,”ujarnya.

Dia menjelaskan, ekspansi SHID hingga ke negeri pecahan Uni Soviet tersebut untuk menangkap pelancong religius. Apalagi Samarkand dikenal dengan makam Imam Bukhari dan ditambah mulai ada penerbangan langsung Jakarta - Samarkand. Maka dengan demikian, harap dia, kedepannya, hotel tersebut akan dikembangkan menjadi tiga tahap. Hal itu setelah melihat tingkat hunian di tahap pertama.”Jika pasarnya bagus, maka akan dibangun hingga tiga tahap,”ungkapnya.

Sebelumnya, lanjut dia, SHID telah bertindak sebagai operator hotel 70 kamar pada kota yang sama. Selain Uzbekistan, SHID akan segera menjadi operator hotel di Arab Saudi, Oman dan Malaysia. Sebagai informasi, tahun ini perseroan gencar melakukan ekspansi bisnis berupa perluasan jaringan di luar negeri. Maka untuk memenuhi kebutuhan dana terkait ekspansi itu, perseroan berencana menerbitkan obligasi tahun ini.

Namun Hariyadi masih belum bersedia untuk memberi penjelasan terkait dana yang ditargetkan. Dia beralasan, saat ini perseroan masih melakukan penghitungan terkait kebutuhan dana untuk aksi korporasi tersebut. "Dana itu pastinya untuk ekspansi penambahan jaringan hotel dan investasi hotel baru," tegasnya.

Tak hanya di luar negeri, pemilik Hotel Sahid ini juga akan memperluas jaringannya di dalam negeri. Namun untuk di dalam negeri ekspansi bisa dilakukan tidak hanya dengan mendirikan hotel baru, melainkan juga menjadi operator hotel lain. Berdasarkan laporan keuangan yang dirilis, pada paruh pertama tahun 2018 penjualan SHID tercatat mencapai Rp76,89 miliar, naik sebesar 18,24% dibandingkan penjualan pada periode yang sama tahun lalu yakni senilai Rp65,03 miliar.

BERITA TERKAIT

LIPI: Tiga Daerah Tinggi Tingkat Penerimaan Hoaks

LIPI: Tiga Daerah Tinggi Tingkat Penerimaan Hoaks NERACA Jakarta - Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Amin Mudzakir mengatakan berdasarkan…

Bangun Pelabuhan Selaru - PTK dan SBI Gandeng Perusda Panca Karya

NERACA Jakarta – Dukung pembangunan infrastruktur, Pertamina Trans Kontinental (PTK) sebagai anak usah PT Pertamina bersama-sama Soletanche Bachy International (SBI)…

Jelang Imlek, Hotel di Singkawang Nyaris Penuh

Jelang perayaan Imlek dan Cap Go Meh, yang notabene masih tiga pekan lagi, hotel-hotel di Kota Singkawang, Provinsi Kalimantan Barat,…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Laba Dua Putra Utama Terkoreksi 57,96%

Emiten perikanan, PT Dua Putra Utama Makmur Tbk (DPUM) laba bersih di kuartal tiga 2018 kemarin sebesar Rp35,9 miliar atau turun…

BEI Suspensi Saham BDMN dan BBNP

PT  Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara waktu perdagangan dua saham perbankan yang direncanakan akan melakukan merger usaha pada perdagangan…

Chandra Asri Investasi di Panel Surya

Kembangkan energi terbarukan yang ramah lingkungan dalam operasional perusahaan, PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) menggandeng Total Solar untuk menghasilkan…