Purinusa Ekapersada Tambah Saham di INKP - Investasikan Dana Rp 5,62 Miliar

NERACA

Jakarta - Pemegang saham mayoritas PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) terus menambah kepemilikan saham emiten kertas ini. Dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin disebutkan bahwa PT Purinusa Ekapersada telah membeli sebanyak 496.400 saham INKP. Transaksi dilakukan pada tanggal 2 Januari 2018 sebanyak 96.400 saham dengan harga Rp 11.325 per saham dan 3 Januari 2018 sebanyak 400.000 saham dengan harga Rp 11.323 dengan nilai total transaksi sebesar Rp 5,62 miliar.

Kata Heri Santoso, Direktur dan juga Sekretaris Perusahaan INKP, tujuan dari transaksi adalah untuk investasi. Sebelum transaksi, kepemilikan Purinusa Ekapersada sebanyak 2,89 miliar saham atau setara 52,9873% menjadi 2,99 miliar saham atau setara 52,9964%. Pada 31 Oktober 2018, kepemilikan Purinusa Ekapersada pada Indah Kiat baru 52,72%. Sebagai catatan, Purinusa Ekapersada juga merupakan entitas anak Grup Sinarmas yang bergerak di bidang industri kemasan dari kertas dan karton. Pada penutupan perdagangan sesi I hari ini, saham INKP berada pada level harga Rp 11.400 per saham.

Di kuartal tiga 2018, PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk mencatatkan kinerja positif dengan meraup laba bersih US$ 516,17 juta atau naik 79,58% year on year (yoy) dari US$ 287,43 juta pada periode September 2017. Peningkatan laba bersih INKP sejalan dengan peningkatan penjualan bersih pada periode Januari-September 2018 sebesar 11,06% menjadi US$ 2,51 miliar dari sebelumnya US$ 2,26 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Penjualan INKP ditopang oleh dari segmen penjualan kertas budaya dan pulp yang berkontribusi sebesar US$ 1,66 miliar atau naik 15% dari US$ 1,44 miliar pada periode September 2017. Sementara segmen kertas industri berkontribusi sebesar US$ 840,79 juta atau naik 3% dari US$ 818,41 juta pada kuartal III-2017.

Lalu dari lokasi, penjualan ekspor berkontribusi sebesar US$ 1,18 miliar. Sedangkan penjualan lokal berkontribusi sebesar US$ 1,09 miliar. Porsi penjualan ekspor dan lokal ini meningkat secara yoy masing-masing sebesar 8,2% dan 14% jika dibandingkan dengan sembilan bulan pertama tahun lalu. Selain peningkatan pendapatan, kenaikan laba Indah Kiat hingga September ini disebabkan oleh penurunan beban pokok penjualan sebesar 3,04% menjadi US$ 1,58 miliar dari US$ 1,63 miliar pada September 2017.

BERITA TERKAIT

Empat Dana Abadi akan Tersaji di 2020

  NERACA   Jakarta - Kantor Staf Kepresidenan menyebutkan Indonesia akan memiliki empat jenis dana abadi untuk berbagai kebutuhan mulai…

Konversi Saham Lunasi Utang - MNC Investama Agendakan Rights Issue

NERACA Jakarta – Cari pendanaan strategis guna mendukung ekspansi bisnis, PT MNC Investama Tbk (BHIT) berencana menambah modal dengan melakukan…

ROTI Bukukan Laba Bersih Rp 172,69 Miliar

NERACA Jakart - Di tahun 2018, PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI) mencatatkan laba bersih sebesar Rp172,69 miliar atau tumbuh…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Jumlah Investor di NTT Tumbuh Signifikan

Pengamat ekonomi, Dr James Adam mengemukakan, perkembangan investasi pasar modal di Provinsi Nusa Tenggara Timur menunjukkan kondisi yang menggembirakan dalam…

IHSG dan Nilai Kapitalisasi Tumbuh 1,22%

NERACA Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat indeks harga saham gabungan (IHSG) pekan kemarin tumbuh sebesar 1,22% ke…

Laba Multipolar Technology Turun 11,3%

Di tahun 2018, PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) mencatatkan laba bersih sebesar Rp99,66 miliar atau turun 11,3% dibanding periode yang…