TAXI Berhasil Lolos Dari Perkara PKPU - Saham Catatkan Notifikasi BEI

NERACA

Jakarta – Meskipun saham PT Expres Trasindo Utama Tbk (TAXI) mendapatkan notasi khusus dari PT Bursa Efek Indonesia untuk laporan keuangan terakhir menunjukan ekuitas negatif, namun kabar gembiranya emiten perusahaan taksi ini berhasil lolos dari perkara Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU). Pasalnya, Dana Pensiun Mitra Krakatau (DPMK) telah mencabut permohonan PKPU terhadap perusahaan pemilik taxi Express tersebut.

Sekretaris Perusahaan PT Express Transindo Utama Tbk, Megawati Affan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin mengatakan, kuasa hukum dari DPMK pada tanggal 2 Januari 2019 telah menyampaikan sekaligus mengajukan pencabutan perkara kepada majelis hakim. Dengan adanya surat tersebut, lanjut Megawati, maka Majelis Hakim Pengadilan Niaga Jakarta Pusat telah mengabulkan pencabutan perkara PKPU tersebut.”Majelis hakim juga menyatakan sah pencabutan perkara pemohon PKPU dengan nomor register No181/Pdt.Sus-PKPU/2018/PN.Niaga.Jkt.PST. Kemudian majelis hakim memerintahkan Panitera Pengadilan Niaga Negeri Jakarta Pusat untuk mencoret dari register pemohon perkara tersebut,”ujarnya.

Selain itu, Megawati juga mengungkapkan bila Majelis hakim menyatakan bahwa beban perkara akan ditanggung oleh pemohon PKPU yakni DPMK. Sekedar informasi, DPMK sebelumnya mengajukan permohonan PKPU ke Pengadilan Niaga Jakarta Pusat dengan nomer perkara 81/Pdt.Sus-PKPU/2018/PN Niaga Jakarta.Pst pada 6 Desember 2018 lalu. Pengajuan itu lantaran perusahaan pengelola Taksi Express itu tidak bisa membayar bunga Obligasi Express I/2014.

Sebagai informasi, di kuartal tiga 2018, TAXI mencatatkan kerugian sebesar Rp 538,28 miliar. Kerugian ini makin tinggi jika dibandingkan dengan kuartal III 2017 sebesar Rp 210,88 miliar. Perseroan menjelaskan, salah satu penyebab kerugian ini dikarenakan pendapatan TAXI di kuartal III 2018 pun merosot 19,26% menjadi Rp 187,01 miliar turun dari tahun sebelumnya Rp 231,62 miliar.

Kondisi itu diperparah dengan meningkatnya beban umum dan administrasi menjadi Rp 107,41 miliar, naik dari periode sebelumnya yang hanya Rp 39,19 miliar. Kemudian, terjadi peningkatan signifikan terhadap beban penurunan nilai aset tetap sebesar Rp 185 miliar. Disisi lain, liabilitas jangka pendek TAXI naik drastis menjadi Rp 1,58 triliun dari periode 31 Desember 2017 sebesar Rp 533,71 miliar.

TAXI memiliki kewajiban obligasi yang akan jatuh tempo pada bulan Juni 2019 sebesar Rp 1 triliun. Akibatnya liabilitas TAXI melonjak diikuti dengan liabilitas jangka panjang yang merosot menjadi Rp 260,82 miliar dari periode 31 Desember 2017 sebesar Rp 1,22 triliun.

Kerugian yang tak ujung usai ini membuat ekuitas TAXI menjadi negatif. Tercatat jumlah ekuitas TAXI negatif Rp 291,77 miliar. Turun drastis dari periode 31 Desember 2017 sebesar Rp 246,51 miliar. Kondisi TAXI makin terpuruk pasca manajemen menyatakan harus menunda pembayaran bunga obligasi dikerenakan kondisi perusahaan yang menurun.

BERITA TERKAIT

Pemda Diklaim Berhasil Hemat Anggaran Rp110 Triliun

    NERACA   Bali - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Syafruddin mengatakan dalam dua tahun terakhir sejumlah…

Peringkat Investasi RI Masih Kalah Dari Negara Tetangga

Peringkat Investasi RI Masih Kalah Dari Negara Tetangga NERACA Jakarta - Presiden Joko Widodo geram menyoroti jebloknya investasi di Indonesia.…

Konversi Saham Lunasi Utang - MNC Investama Agendakan Rights Issue

NERACA Jakarta – Cari pendanaan strategis guna mendukung ekspansi bisnis, PT MNC Investama Tbk (BHIT) berencana menambah modal dengan melakukan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Jumlah Investor di NTT Tumbuh Signifikan

Pengamat ekonomi, Dr James Adam mengemukakan, perkembangan investasi pasar modal di Provinsi Nusa Tenggara Timur menunjukkan kondisi yang menggembirakan dalam…

IHSG dan Nilai Kapitalisasi Tumbuh 1,22%

NERACA Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat indeks harga saham gabungan (IHSG) pekan kemarin tumbuh sebesar 1,22% ke…

Laba Multipolar Technology Turun 11,3%

Di tahun 2018, PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) mencatatkan laba bersih sebesar Rp99,66 miliar atau turun 11,3% dibanding periode yang…