Menteri ESDM Pastikan Harga Premiun dan Solar Tidak Naik

NERACA

Jakarta-Menteri ESDM Ignasius Jonan menegaskan, tidak ada kenaikan harga premium dan solar, walaupun harga minyak dunia sedang mengalami kenaikan. Kebijakan tersebut diambil untuk menjaga daya beli masyarakat.

"Premium dan Solar diharapkan juga tidak ada pertimbangan untuk kenaikan harga," ujar Jonan di Jakarta, Jumat (4/1). Adapun, harga premium saat ini Rp 6.550 per liter sedangkan untuk harga solar Rp 5.150 per liter. Harga ini kedua jenis bahan bakar minyak (BBM) ini tidak naik sejak April 2016.

Menurut dia, total subsidi tahun 2018 mencapai Rp 153,5 triliun. Terdiri dari subsidi BBM dan elpiji (Liquefied Petroleum Gas-LPG) sebesar Rp 97 triliun. Sedangkan, subsidi listrik sebesar Rp 56,5 triliun. "Subsidi 4 tahun terakhir angkanya dipangkas untuk belanja yang lebih produktif," tutur dia.

Sebelumnya, Kementerian ESDM juga mengatakan bahwa tidak ada perubahan tarif listrik pada triwulan pertama 2019. Kepastian tersebut tertuang dalam surat yang ditujukan kepada PT Perusahaan Listrik Nasional (PLN). Menurut Jonan, kebijakan tersebut diambil untuk menjaga daya beli masyarakat. “Untuk mendukung stabilitas ekonomi nasional,” ujarnya.

Tarif listrik untuk pelanggan tegangan tinggi, yaitu I-4 industri besar dengan daya 30 Mega Volt Ampare (MVA) ke atas adalah Rp 997 per kilo Watt hour (kWh). Untuk pelanggan tegangan menengah dengan golongan B-3 bisnis besar dengan daya di atas 200 kVA dan P2 kantor pemerintah dengan daya di atas 200 kVA tarifnya Rp1.115 per kWh.

Sementara itu, untuk pelanggan tegangan rendah, yaitu R-1 rumah tangga kecil dengan daya 1300 VA, R-1 Rumah tangga kecil dengan daya 2200 VA, dan R-1 rumah tangga menengah dengan daya 3.500-5.500 VA tarifnya Rp 1.467 per kWh. Demikian pula bagi R-1 rumah tangga besar dengan daya 6.600 VA ke atas, B-2 bisnis menengah dengan daya 6.600 VA sd 200 kVA, P-1 Kantor Pemerintah dengan daya 6.600 VA sd 200 kVA, dan penerangan jalan umum.

Sedangkan, tarif listrik sebesar Rp1.645 per kWh berlaku untuk pelanggan layanan khusus. Adapun golonggan 900 VA rumah tangga mampu (RTM) tarifnya Rp 1.352 per kWh.

Tarif tenaga listrik untuk 25 golongan pelanggan bersubsidi lainnya juga tidak berubah. Dua puluh lima golongan pelanggan ini tetap diberikan subsidi listrik, termasuk di dalamnya pelanggan yang peruntukan listriknya bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), bisnis kecil, industri kecil, dan kegiatan sosial.

Selain itu, penurunan harga BBM nonsubsidi diprediksi akan mempengaruhi rendahnya laju inflasi di awal tahun ini. Namun demikian, penurunan tersebut tak sampai menyebabkan deflasi. Mulai pecan lalu, PT Pertamina (Persero) menurunkan harga BBM nonsubsidi berkisar Rp 100 hingga Rp 250 per liter.

Menurut peneliti Indef Bhima Yudhistira, BBM menyumbang 0,26% terhadap inflasi selama tahun lalu, lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya 0,18%. Namun karena penurunan harga BBM di awal tahun ini hanya sedikit, maka menurutnya tak akan menyebabkan deflasi di Januari 2019. "Kecuali Pertamax diturunkan di atas Rp 1.000 hingga Rp 2.000 per liter kembali ke harga awal 2018 kemarin, itu bisa buat deflasi. Kalau cuma Rp 200 enggak terlalu berarti," ujarnya seperti dikutip kumparan.com, Sabtu (5/1).

Namun demikian, dia menilai, penurunan harga BBM akan membuat laju inflasi di bulan pertama tahun ini lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya maupun periode yang sama tahun lalu.

Pada Desember 2018, laju inflasi mencapai 0,62% secara bulanan (mtm) dan 3,13% secara tahunan (yoy). Sementara di Januari 2018, inflasi mencapai 0,62% (mtm) dan 3,25% (yoy). "Turunnya harga bbm nonsubsidi saat ini pastinya berpengaruh terhadap inflasi di awal tahun yang kembali rendah," ujarnya.

Menurut Direktur Eksekutif CORE (Center of Reform on Economics) Mohammad Faisal, penurunan harga BBM nonsubsidi tak akan berdampak ke deflasi di bulan ini. Sebab, harga yang diturunkan juga terlalu kecil. "Ini kecil sekali penurunannya, ke deflasi saya kira sulit. Masih inflasi, tapi mungkin lebih rendah iya," ujarnya.

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati dalam keterangan resminya menuturkan, penurunan harga BBM nonsubsidi ini mengikuti penurunan rata-rata harga minyak dunia serta penguatan nilai tukar rupiah terhadap US$. mohar

BERITA TERKAIT

Hasto: Struktur Partai dan Caleg Terus Lakukan Kerja Teritorial

Hasto: Struktur Partai dan Caleg Terus Lakukan Kerja Teritorial NERACA Jakarta - Beberapa jam menjelang debat ketiga Pilpres, Partai Demokrasi…

Menteri Kelautan dan Perikanan - Generasi Muda Berperan Penting Jaga Laut

Susi Pudjiastuti Menteri Kelautan dan Perikanan Generasi Muda Berperan Penting Jaga Laut Jakarta - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti…

Lagi, Sponsor Utama GIIAS 2019 - Astra Financial Bidik Pembiayaan Naik 12%

NERACA Jakarta – Berhasil mencatatkan pertumbuhan penjualan yang cukup signifikan di ajang pameran otomotif bertaraf internasional Gaikindo Indonesia International Auto…

BERITA LAINNYA DI BISNIS INDONESIA

Meski Impor Gula Naik 216%, NPI Surplus US$0,33 Miliar

NERACA Jakarta- Meski Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia (NPI) Februari 2019 surplus sebesar US$ 0,33 miliar, impor…

PEMERINTAH DAN PENGUSAHA KECEWA KEBIJAKAN UE - CPO Dinilai Bukan Produk Bahan Bakar

Jakarta-Pemerintah dan pengusaha sawit merasa prihatin dan akan mengambil langkah tegas terhadap putusan Komisi Uni Eropa terkait kebijakan minyak sawit…

Ditjen Pajak Lacak WP Nasabah di 94 Negara - KEMENKEU SIAP PANGKAS FORM LAPORAN SPT 2020

Jakarta-Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kemenkeu akan bisa melacak data wajib pajak (WP) yang menjadi nasabah jasa keuangan luar negeri di 94 negara.…