KREN Optimis Pendapatan Capai Rp 5 Triliun - Geliat Bisnis Digital

NERACA

Jakarta – Berhasil mengantarkan anak usaha go public hingga mencatatkan kinerja positif menjadi optimisme PT Kresna Graha Investama Tbk (KREN) untuk memacu pertumbuhan bisnis di tahun 2019 bisa lebih positif dibandingkan tahun 2018 kemarin. Perseroan sendiri memproyeksikan pendapatan tahun 2018 mencapai target Rp 5 triliun. Salah satu upayanya adalah mempertajam strategi bisnis dan meningkatkan sinergi di sektor teknologi dan digital.

Head of Business Analyst KREN, Stanley Tjiandra mengatakan, pada kuartal III 2018, pendapatan perseroan mencatat rekor tertinggi sebesar Rp 4,1 triliun. Pendapatan tersebut tumbuh signifikan 585,5% year on year. Peningkatan pendapatan ini turut mendongkrak kenaikan laba KREN menjadi Rp 301,8 miliar di triwulan ketiga.

Dia mengatakan, pada kuartal IV 2018 lalu, kenaikan pendapatan KREN terus berlanjut, sehingga target pendapatan sebesar Rp 5 triliun optimis dapat dicapai. "Sementara pada tahun ini kami targetkan lebih tinggi lagi dengan mempertajam strategi bisnis,"ujarnya di Jakarta, kemarin.

Sejauh ini, pendapatan KREN berasal dari segmen teknologi dan digital yang menjadi pendorong utama. Kontribusi bisnis berbasis digital pada kinerja 2018 diperkirakan lebih dari 90%, dibandingkan dengan tahun 2017 sebesar 70%. Ke depannya, Stanley optimis KREN dapat semakin memperkuat posisinya sebagai digital business integrator dan tetap fokus membangun infrastruktur digital Indonesia dengan memanfaatkan disruptive global technology excellence.

Di kuartal tiga 2018 kemarin, KREN mencatatkan pertumbuhan pendapatan melesat tajam sebesar 585% menjadi Rp 4,1 triliun, dibandingkan priode yang sama tahun lalu Rp 597,3 miliar. Perseroan menjelaskan, pertumbuhan pendapatan ditopang utama oleh segmen teknologi dan digital, yang meningkat 20 kali lipat year on yea (YoY), mencapai Rp3,6 triliun pada kuartal tiga 2018, dari Rp181,9 miliar priode yang sama tahun lalu. Kemudian kontribusinya terhadap total pendapatan juga terus meningkat, bergerak dari 30,4% di 9M17 menjadi 88,9% di 9M18.

Oleh karena itu, KREN berhasil membukukan laba bersih 9M18 sebesar Rp301,8 miliar atau melampaui apa yang telah dicapai oleh perseroan sepanjang tahun 2017 sebesar Rp291,1 miliar, sebesar 3,7%. Secara kuartalan, KREN mencatat pertumbuhan laba bersih 3Q18 sebesar 105,9% QoQ menjadi Rp136,6 miliar, dari Rp66,3 miliar pada 2Q18, berkat kinerja pendapatan yang kuat, yang mencatat peningkatan 70,1% QoQ menjadi Rp2,0 triliun. Pendorong utama pertumbuhan pendapatan tetap bersumber dari segmen teknologi dan digital; tumbuh sebesar 73,5% QoQ menjadi Rp1,8 triliun di 3Q18, dari Rp1,0 triliun di 2Q18.

KREN melalui perpanjangan distribusi digital milik MCAS, secara agresif melakukan perluasan dan perubahan dalam strategi bisnisnya di sepanjang 2018, guna mempertegas posisinya dalam industri digital.

BERITA TERKAIT

Akselerasi Ekonomi Digital - GOJEK Latih 150 UMKM binaan Muslimat NU

Guna mendukung pertumbuhan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Yogyakarta, GOJEK sebagai perusahaan penyedia layanan mobile on-demand dan pembayaran…

Pemesanan Capai 1.000, Inden Wuling Almaz Diklaim Hanya Sebulan

Sejak meluncur di Indonesia pada 27 Februari 2019, Wuling Motors sudah mengantongi lebih dari 1.000 surat pemesanan kendaraan (SPK) untuk…

2019, Pertumbuhan Pinjaman Online Rp44 Triliun

Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) memperkirakan potensi pertumbuhan penyaluran pinjaman online dua kali lipat yakni Rp44 triliun pada akhir…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Jumlah Investor di NTT Tumbuh Signifikan

Pengamat ekonomi, Dr James Adam mengemukakan, perkembangan investasi pasar modal di Provinsi Nusa Tenggara Timur menunjukkan kondisi yang menggembirakan dalam…

IHSG dan Nilai Kapitalisasi Tumbuh 1,22%

NERACA Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat indeks harga saham gabungan (IHSG) pekan kemarin tumbuh sebesar 1,22% ke…

Laba Multipolar Technology Turun 11,3%

Di tahun 2018, PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) mencatatkan laba bersih sebesar Rp99,66 miliar atau turun 11,3% dibanding periode yang…