Wisata Hutan Mangrove dan Padang Lamun Bintan

Bintan memang memiliki banyak destinasi wisata yang menarik, salah satunya Pengudang Mangrove. Objek wisata ini menyajikan keindahan alam hutan mangrove yang langka dan bisa bermain di bawah air menjelajah padang lamun. Objek wisata ini berada di Kecamatan Teluk Sebong, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau. Pengundang Mangrove dikelola kelompok masyarakat nelayan yang mengandalkan keberadaan hutan mangrove.

Kepala Dinas Pariwisata Bintan Luki Zaiman Prawira mengatakan pembukaan objek wisata Pengudang Mangrove sekaligus untuk mengkampanyekan pelestarian lingkungan, menjaga pohon mangrove, ekosistem dan habitatnya dari kerusakan.

Luki sangat mengapresiasi upaya warga yang telah bekerja keras mempromosikan paket wisata mangrove ini. Berbagai cara pun sudah dilakukan, antara lain dengan menunggah lewat media sosial seperti Facebook dan Instagram. "Setelah kerja keras semua pihak, akhirnya kini Pengudang Mangrove benar-benar menjadi destinasi wisata kebanggaan masyarakat Bintan. Sudah banyak wisatawan lokal dan mancanegara yang mengunjungi tempat ini," ujar Luki, dikutip dari CNN Indonesia.com.

Luki memastikan wisatawan yang datang bakal terkesan dengan objek wisata ini. Wisatawan bisa mengikuti paket tur menjelajahi sungai mangrove Pengudang sejauh lebih kurang 4 km. Sepanjang perjalanan, wisatawan akan dimanjakan dengan pemandangan pohon mangrove. Mulai dari spesies rhizophora, bruguiera, hingga xylocarpus. "Aktivitas nelayan penangkap ketam juga menjadi daya tarik tersendiri. Nelayan setempat biasa menangkap ketam dengan bubu. Jika beruntung, wisatawan pun bisa menyaksikan kawanan monyet yang bergelantungan di pohon. Ada pula berang-berang, biawak, dan beberapa jenis burung," katanya.

Melengkapi perjalanan tersebut, wisatawan bisa melihat keberadaan Batu Junjung. Diberi nama demikian, karena batu ini seolah-olah dijunjung oleh bebatuan lain. Namun, turis mancanegara asal Singapura lebih suka menyebutnya Philips Rock's.

Kawasan Laut Pengudang

Kepala Dinas Pariwisata Kepulauan Riau Boeralimar menambahkan, wisatawan yang berkunjung di Pengudang Mangrove tidak hanya bisa berwisata di darat. Bagi yang suka menyelam, ada beberapa tempat yang biasa dipakai untuk aktivitas snorkeling. Wisatawan bisa bermain dengan ikan-ikan kecil dan menjelajah padang lamun.

"Sesekali juga akan muncul penyu dan ikan duyung di antara padang lamun tersebut. Sebab, kawasan laut Pengudang adalah daerah konservasi padang lamun, penyu hingga kuda laut. Termasuk ikan duyung atau dugong," jelasnya.

Menurut International Union for Conservation of Nature (IUCN), duyung merupakan hewan rentan punah. Duyung juga termasuk satwa yang dilindungi pemerintah, berdasarkan PP Nomor 7 Tahun 1999. Kehidupan duyung bergantung pada keberadan padang lamun. Lamun bukan hanya sebagai rumah, tetapi juga makanan bagi satwa tersebut.

"Atas kesepakatan masyarakat, akhirnya duyung resmi menjadi ikon Bintan pada tahun 2010. Sejak itu, dibangun gapura, patung dan landmark duyung. Masyarakat juga mulai memproduksi cendera mata dan batik duyung," terangnya.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kementerian Pariwisata Rizki Handayani mengatakan pihaknya mengapresiasi pertumbuhan pariwisata Bintan. "Tentu ini akan memiliki pengaruh bagi wisatawan. Karena mereka mempunyai banyak pilihan saat berada di Bintan. Kita memberikan dukungan untuk pertumbuhan ini. Karena kita berharap bisa berdampak pada tingkat kunjungan wisatawan mancanegara, khususnya wisatawan cross border asal Malaysia dan Singapura," papar Rizki.

Sementara itu, Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan Bintan mulai diperhitungkan sebagai daerah tujuan wisata. Bintan bisa diandalkan untuk menyasar wisatawan lintas perbatasan

BERITA TERKAIT

Siapkan Belanja Modal Rp 7,5 Triliun - XL Perkuat Jaringan Daerah Potensi Wisata

NERACA Bayuwangi - Banyuwangi adalah salah satu daerah yang sukses mengembangkan potensi pariwisatanya dengan memanfaatkan sarana digital sebagai sarana promosi.…

Hoax Ancam Keutuhan Indonesia dan Keberlanjutan Pembangunan

   Oleh: Muhammad Satyan Azikar dan Erwin Sikumbang, Mahasiswa PTN Hoax merupakan komponen perusak demokrasi yang nyata dalam momentum  pesta…

Ekspor Rokok dan Cerutu Naik Hingga US$931,6 Juta

NERACA Jakarta – Industri Hasil Tembakau (IHT) merupakan salah satu sektor manufaktur yang mampu memberikan kontribusi besar terhadap penerimaan devisa,…

BERITA LAINNYA DI WISATA INDONESIA

Natuna Resmi Berstatus Geopark Nasional

Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menyambut baik penetapan kawasan Geopark Nasional di Kabupaten Natuna. Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Riau, Arif…

Menyusuri Alam Tambrauw Papua Barat

Sebagai sebuah provinsi Papua Barat terbilang muda, namun bentang dan guratan alam di sini sudah sama tuanya dengan daerah-daerah eksotis…

Jangan Lupakan Ngerinya Kebakaran Hutan

Selain musim kemarau dan hujan, Indonesia juga punya musim kebakaran hutan yang kerap melanda beberapa daerah khususnya Kalimantan dan Sumatera.…