UMKM di Serang Diminta Mengerti Manajemen Produksi

UMKM di Serang Diminta Mengerti Manajemen Produksi

NERACA

Serang - Wakil Bupati Serang, Pandji Tirtayasa meminta kepada pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) mengerti dan membenahi manajemen produksi secara baik dan benar agar menghasilkan produk yang berkualitas sehingga laku di pasaran.

"Dengan bahan baku dan kualitas yang terjaga maka itu akan menjamin produksi kita akan laku di pasaran," kata dia saat launching (peluncuran) pasar UMKM dan wibesite Due Kite Kabupaten Serang, dikutip dari Antara, kemarin.

Pandji mengatakan, Pemerintah Kabupaten Serang sangat mendukung launching ini sebagai upaya untuk meningkatkan pemasaran produk UMKM di wilayahnya."Kami pemerintah daerah tentunya Ibu Bupati beserta jajarannya sangat merespon lauching ini bagaimana supaya bisa kita memasarkan produk UMKM kita melalui jaringan jejaring internet," ujar dia.

Pandji menjelaskan, untuk memasarkan produk ini paling tidak ada empat prakondisi yang harus dilakukan oleh pelaku UMKM."Prakondisi kita yang harus dibenahi karena ini merupakan kelemahan yang paling mendasar, jangan sampai marketingnya bagus, pemasaranya bagus tapi ada satu aspek yang kurang, pada hari ini produk kita bagus besok bisa berubah maka kelemahan ini yang harus kita benahi yakni manajemen produksi," kata dia.

Selain itu, menurut Pandji prakondisi yang harus dibenahi adalah managemen keuangan yakni harus mbisa memisahkan antara uang usaha dengan uang dapur."Terkadang kita campur aduk antara uang usaha dengan uang dapur, harus memisahkan sehingga kita bisa mengukur skala usaha kita manakala kita sudah bisa membuat neraca keuangan kita dengan sekala usaha mikro, terkadang kita suka campur aduk malah keuntungan dan modal sudah terkonsumsi oleh kebutuhan dapur," kata dia.

Pandji menjelaskan, yang harus dibenahi adalah manajemen pemasaran, banyak cara untuk memasarkan produk UMKM."Di sini kita punya dua cara untuk pemasaran, yakni memasarkan produk UMKM dan memasarkan toko online yaitu Due Kite itu yang harus menjadi agennya, oleh karena itu UMKM harus punya perusahaan sendiri ,kenapa saya bicara seperti itu, karena kami sudah belajar ke kabupaten Kulon Progo disitu mereka punya toko namanya "Tomira" yaitu toko milik rakyat yang di inisiasi oleh disperidag setempat yang menghimpun produk-produk UMKM," ujar dia.

Kemudian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang mengizinkan pelaku UMKM untuk membuka lapak atau berjualan di halaman pendopo atau depan Kantor Bupati setempat. Pandji mengatakan untuk sementara pemerintah daerah memfasilitasi bagi UMKM untuk berjualan di halama Pendopo kabupaten.

"Setiap hari Jumat UMKM boleh membuka gerai disini, nanti siapa sasaran pasarnya adalah para ASN tapi dengan catatan kita tidak boleh memaksakan para ASN untuk membeli porduk-produk hasil UMKM," kata dia.

Ia menambahkan semuanya berpulang kepada diri kita sendiri bagaimana bisa menciptakan barang yang bisa berkompetitif artinya barang dan kualitas yang bagus dan kuantitasnya bagus harganya mampu bersaing dengan produk-produk pabrikan."Itu baru kita mendidik para UMKM agar bisa belajar mandir," ujar dia.

Pandji menambahkan, Pemkab Serang sejak 2015 sudah banyak membantu "mendewasakan" UMKM dengan membuat Perda No. 8/2015 tentang Usaha Mikro, Kecil dan Menengah."Ini kita kalau berbicara tentang kebijakan-kebijakan untuk mendukung usaha mikro di kabupaten serang namun yang menjadi masalah adalah bagaimana implementasi daripada kebijakan-kebijakan tersebut, yang kedua pada 2015 juga kami sudah bekerjasama dengan PHRI untuk memasarkan produk-produk UMKM, oleh karena itu kita minta diusahakan di setiap kota ada outlet, disitu ada pasar minta kepada mereka, dengan kemasan yang bagus, ini penting karena untuk memasarkan itu perlu kemasan yang bagus," jelas dia.

Selain itu, Pandji mengatakan pada 2016 pemkab telah mengeluarkan Perbup tentang Ijin Usaha Mikro dan Kecil, yang merupakan legal usaha UMKM, dan izinnya dipermudah. Pandji berharap dalam memasarkan produknya para pelaku UMKM tidak hanya menjual kepada ASN tetapi juga harus bisa menjual kepada masyarakat umum.

"Nanti pada setiap hari minggu kan ada car friday banyak yang jualan di trotoar, nah UMKM boleh meminta gerai di situ untuk berjualan, namun dengan catatan pukul 11 halaman kita harus sudah bersih kembali, jadi silahkan berjualan di situ," ujar dia.

Pandji mengatakan, ini merupakan bagian komintmen pemerintah daerah untuk mendukung UMKM supaya bisa menjual bukan hanya kepada ASN tapi juga kepada masyarakat luas. Ant

BERITA TERKAIT

Ditopang Produksi Anak Usaha - HRUM Targetkan Produksi 5 Juta Ton Batu Bara

NERACA Jakarta – Mengulang kesuksesan di tahun kemarin, PT Harum Energy Tbk (HRUM) menargetkan produksi batu bara sebesar 5 juta…

Kompolnas-Komjak Diminta Pertanyakan SP3 Kasus Gunawan Jusuf

Kompolnas-Komjak Diminta Pertanyakan SP3 Kasus Gunawan Jusuf NERACA Jakarta - Mantan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Zulkarnain mendorong agar Komisi…

Targetkan Produksi 400 Ribu Ton - BOSS Anggarkan Belanja Modal US$ 10 Juta

NERACA Jakarta – Danai operasional kinerja perusahaan guna memacu produksi tambang batu bara tumbuh lebih agrsif lagi, PT Borneo Olah…

BERITA LAINNYA DI EKONOMI DAERAH

Legislator Kritisi Pembentukan Tim Akselerasi Pembangunan Jabar

Legislator Kritisi Pembentukan Tim Akselerasi Pembangunan Jabar NERACA Bandung - Anggota Komisi I DPRD Jawa Barat (Jabar) Didin Supriadin mengkritisi…

Klaim Asuransi Kecelakaan Jasa Raharja Sukabumi Capai Rp20 Miliar Lebih - Sampai Desember 2018

Klaim Asuransi Kecelakaan Jasa Raharja Sukabumi Capai Rp20 Miliar Lebih Sampai Desember 2018 NERACA Sukabumi - Besaran klaim santunan kecelakaan…

Turis Lokal dan Asing Ramai Kunjungi TM Thamrin City

Turis Lokal dan Asing Ramai Kunjungi TM Thamrin City NERACA Jakarta - Trade Mall Thamrin City Jakarta kini semakin ramai…