Nilai Transaksi Bengkak Jadi Rp 2,1 Triliun - DSNG Akuisisi Perusahaan Sawit

NERACA

Jakarta – Kejar pertumbuhan produksi lebih besar lagi, PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) akan mengakuisi PT Bima Palma Nugraha (BPN) dan PT Bima Agri Sawit (BAS). Hanya saja, nilai transaksi atas dua perusahaan tersebut naik dari Rp1,335 triliun menjadi Rp2,1 triliun. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Dijelaskan, nilai akuisisi 286.1 ribu lembar saham atau 100% saham BPN tersebut senilai Rp1,4 triliun. Tapi rencana tersebut harus mendapatkan persertujuan dari pemegang saham dan kreditur BPN, yakni PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dan PT Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk (AGRO). Tambahan nilai transaksi itu karena pertimbangan utang afiliasi dan utang bank pada tanggal penutupantransaksi.

Sedangkan dalam mengakuisisi 63,6 ribu lembar saham atau 100% saham BAS, perseroan akan menggelontorkan dana sebesar Rp700 miliar. Hal yang sama juga berlaku, yakni harus mendapatkan persetujuan pemegang saham dan kreditur BAS, dalam hal ini BBRI. Perseroan menjelaskan, transaksi material ini akan dibiayai dari dana kas internal dan pembiayaan kembali atas aset perseroan melalui pinjaman langsung dari perbankan.

Untuk itu, perseroan akan menggelar rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada tanggal 10 Desember 2018 untuk mendapatkan persetujuan aksi korporasi tersebut. Direktur Utama DSNG, Andrianto Oetomo pernah bilang, pertimbangan akuisisi ini adalah untuk rencana bisnis jangka panjang.Dharma Satya berharap, akuisisi ini akan menciptakan sinergi operasional karena kebun yang diakuisisi juga berada di Kalimantan Timur. “Pertimbangan DSNG dalam mengakuisisi suatu perusahaan adalah potensi kontribusi dari perusahaan target. Bukan hanya untuk jangka pendek tapi lebih ke arah jangka panjang. Meskipun kedua perusahaan target masih rugi, kondisi aset baik dan potensi ke depan baik untuk DSNG,”ujarnya.

Nantinya jika resmi diakusisi, maka akan berkontribusi untuk kinerja DSNG secara langsung karena kedua perusahaan tersebut telah mampu menghasilkan CPO. Asal tahu saja, DSNG membeli 286.100 saham Bima Palma Nugraha senilai Rp 1 triliun dan 63.600 saham Bima Agri Sawit senilai Rp 348,4 miliar. Nilai akuisisi ini sudahtermasuk utang afiliasi dan utang bank perusahaan. Per 30 Juni 2018, Bima Palma Nugraha membukukan rugi tahun berjalan sebesar Rp 50,19 miliar. Total liabilitasnya mencapai Rp 868,32 miliar. Demikian pula dengan Bima Agri Sawit yang mencatat kerugian sebesar Rp 13,61 miliar per 30 Juni 2018.

Total kewajibannya mencapai Rp 657,09 miliar. Bahkan ekuitasnya masih tercatat negatif Rp 120,42 miliar. Dalam mendanai akuisisi tersebut, DSNG akan mendanai transaksi dari dana internal dan pembiayaan kembali atas aset Dharma Satya melalui pinjaman langsung dari perbankan. Hingga kuartal ketiga tahun ini, penjualan DSNG mencapai Rp 3,3 triliun, turun 13% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Dari penjualan tersebut, segmen kelapa sawit berkontribusi 79%.

BERITA TERKAIT

RI Akan Terus Negosiasi UE Hadapi Sentimen Negatif Sawit

NERACA Jakarta – Kementerian Pertanian (Kementan) akan terus akan terus melakukan negosiasi untuk menghadapi sentimen negatif Uni Eropa (UE) terhadap…

WALAU HADAPI HAMBATAN EKSTERNAL KUAT - IMF Nilai Kinerja Ekonomi RI Baik

Jakarta-Tim Dana Moneter Internasional (IMF) menilai perekonomian Indonesia 2018 menunjukkan kinerja yang baik, meski menghadapi hambatan eksternal yang kuat. Prospeknya…

PTPP Realisaikan Kontrak Baru Rp 10,75 Triliun

NERACA Jakarta – Sampai dengan April 2019, PT PP (Persero) Tbk (PTPP) berhasil membukukan kontrak baru sebesar Rp10,75 triliun. “Sampai dengan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Anggarkan Capex Rp 1,6 Triliun - Adi Sarana Beli 6.500 Unit Armada Baru

NERACA Jakarta - Danai penambahan armada baru guna menunjang bisnisnya, PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) mengalokasikan belanja modal tahun…

BTEK Bidik Private Placement Rp 509,05 Miliar

Perkuat modal dalam mendanai ekspansi bisnisnya, PT Bumi Teknokultura Unggul Tbk (BTEK) bakal menggelar aksi korporasi penambahan modal tanpa hak…

Tower Bersama Cetak Pendapatan Rp 1,13 Triliun

NERACA Jakarta - Kuartal pertama 2019, PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) mencatatkan pendapatan dan EBITDA masing-masing sebesar Rp1,13 triliun…