RAJA Siapkan Dana Akuisisi US$ 1,6 Juta - Rambah Bisnis Air Bersih

NERACA

Jakarta – Kembangkan ekspansi bisnis di tahun depan, PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) menambah lini bisnis baru di sektor air bersih melalui akuisisi dengan dana sekitar US$1,6 juta.“Bisnis kami bertambah satu. Jadi masuk ke lini bisnis baru di penyaluran air bersih dengan melakukan akuisisi,”kata Direktur Utama Rukun Raharja, Djauhar Maulidi di Jakarta, kemarin.

Dalam pengembangan bisnis barunya, lanjut Djauhar, pihaknya akan mengajukan permohonan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada akhir 2018. Selanjutnya, perseroan akan meminta izin kepada pemegang saham dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) untuk rencana ekspansi tersebut. Untuk akuisisi perseroan air bersih, dia menyebut dana yang dianggarkan mencapai US$1,6 juta hingga US$2 juta. Sumber pendanaan menurutnya akan berasal dari kas internal.

Saat ini, Djauhar mengatakan, perseroan terus melakukan studi. Menurutnya, terdapat potensi penyaluran air bersih di tiga daerah. Di dua daerah, perseroan akan ikut tender dan yang satu daerah dari akuisisi itu. Selain akuisisi perseroan air bersih, dia mengungkapkan perseroan juga mempelajari akuisisi di sektor trading gas dan blok migas expired.

Secara detail, Djauhar menjelaskan rencana akuisisi blok migas sama seperti yang telah dilakukan perseroan di Cepu, Jawa Tengah. Artinya, perseroan akan masuk sebagai investor bukan operator. Seperti diketahui, pada 28 September 2018, 252.500 saham atau 100% kepemilikan saham dalam PT DSME ENR CEPU telah berpindah dan menjadi milik Rukun Raharja. Hal tersebut menandakan ekspansi perusahaan di sektor hulu minyak dan gas.”Kami kalau masuk ke blok migas tidak sama sekali sebagai operator tetapi sebagai pemegang saham saja. Kenapa? karena sumber daya dan dana masih terbatas serta kami masih proses belajar,” jelasnya.

Akan tetapi, pihaknya menyebut rencana akuisisi di dua sektor tersebut belum masuk ke dalam alokasi belanja modal perseroan pada 2019. Menurutnya, hanya rencana akuisisi air bersih yang telah masuk ke dalam perhitungan belanja modal tahun depan. Sementara itu, Direktur Rukun Raharja M. Oka Lesmana Firdauzi mengungkapkan, perseroan menganggarkan belanja modal US$36,4 juta pada 2019. Alokasi tersebut akan digunakan untuk beberapa rencana perseroan.

Dari sisi pengembangan bisnis organik, Oka menyebut jumlah yang dianggarkan senilai US$3,3 juta. Perseroan berencana membangun jaringan pipa baru. Selanjutnya, perseroan menggangarkan investasi di proyek baru senilai US$31,5 juta. Rencananya, RAJA akan bekerja sama dengan PT Perusahaan Gas Negara Tbk. yang saat ini masih dalam proses pembahasan.

Sisanya, RAJA menganggarkan belanja modal US$1,6 juta untuk rencana akuisisi perseroan air bersih. Sejalan dengan ekspansi yang dilakukan, Manajemen RAJA memproyeksikan dapat mengantongi pendapatan US$127,34 juta pada 2019. Adapun, laba bersih diproyeksikan US$3,22 juta tahun depan.

BERITA TERKAIT

Tingkatkan Pangsa Pasar - Kimia Farma Bakal Akuisisi Phapros

NERACA Jakarta – Kembangkan ekspansi bisnis, PT Kimia Farma Tbk (KAEF) akan membeli 47.901.860 lembar atau 56,77 dari total saham…

Vivendi Investasi US$ 500 Juta - Global Mediacom Rencanakan IPO Anak Usaha

NERACA Jakarta – Teka teki siapa yang berniat invetasi MNC Group, akhirnya terbuka juga informasi. PT Global Mediacom Tbk (BMTR)…

Target Kapasitas 7,2 Juta Ton - MARK Bidik Pendapatan Tumbuh Dua Digit

NERACA Jakarta - PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK) optimistis dapat meraih pertumbuhan pendapatan dan laba bersih  dua digit pada…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Laba Adira Finance Terkoreksi 28,81%

Sepanjang tahun 2018 kemarin, PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF) mencatatkan laba bersih Rp1,815 triliun atau turun 28,81% dibanding periode…

Optimisme Ekonomi Tumbuh Positif - Pendapatan Emiten Diperkirakan Tumbuh 9%

NERACA Jakarta – Mempertimbangkan keyakinan masih positifnya pertumbuhan ekonomi dalam negeri menjadi alasan bagi BNP Paribas IP bila pasar saham…

MNC Sekuritas Kantungi Mandat Tiga IPO

Keyakinan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bila tahun politik tidak mempengaruhi minat perusahaan untuk go publik, dirasakan betul oleh PT…